Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Winarno “Positif mboten bule”
21 November 2010 [ 52 views ]

Bagi petani-petani di Desa Brawijaya, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, penyakit bulai sudah biasa dihadapi setiap kali musim tanam.  Apalagi di daerah tersebut penanaman jagung dilakukan terus menerus hingga 4 kali dalam setahun.  Tetapi dengan menggunakan BISI-816, mereka lebih merasa nyaman karena varietas Jagung Super Hibrida ini terbukti sangat tahan terhadap bulai.

Salah satu petani adalah Pak Winarno, yang mengaku senang dengan adanya BISI-816 ini.  Pak Winarno awalnya (tahun 2009) mendapat benih sample dari petugas PT. BISI yaitu Haris Sukamto untuk dicoba ditanam. Sebelumnya beliau menanam jagung dari sebuah perusahaan internasional dan bahkan sampai hendak keluar bunga tanaman jagungnya masih terkena bulai, sehingga hasilnya tidak memuaskan.

Setelah mencoba BISI-816, Pak Winarno membuktikan sendiri kalau BISI-816 sangat tahan penyakit bulai. “Positif mboten bule”, katanya dengan tersenyum, yang artinya positif tidak bulai.  Setelah itu, hingga sekarang Pak Winarno tetap menanam BISI-816.  Teman-teman beliau juga langsung senang dan ikut ikutan menanam BISI-816. Bahkan sampai ada yang “getun” atau menyesal ketika terlambat membeli karena Toko kehabisan benih. Wajarlah bila para petani berusaha mencari benih jagung yang tahan bulai, karena mereka menanam jagung terus menerus 4 kali dalam setahun.  Saat  jagung berumur 95 hari mereka sudah menanami lagi di samping tanaman jagung yang sudah ada.  Setelah itu umur 95-100 hari mereka sudah memanen jagungnya, sebelum jagung yang ditanam lagi tumbuh. Penanaman yang terus menerus seperti ini memang memicu serangan bulai.

Dalam kondisi seperti itu, menurut Pak Winarno, “BISI-816 bagus untuk kondisi seperti ini”. Pak Winarno menanam jagung di lahan yang sudah ditanami karet, tetapi masih berumur muda dan belum cukup tinggi. Dengan BISI-816 tumpangsari dengan karet, Pak Winarno mendapat hasil panen 7,5 ton pipil basah jagung per hektar.  Hasil ini lebih banyak dibanding pada saat menanam dengan jagung yang tidak tahan bulai yang cuma dapat separuhnya. “Sae hasile, warnane mengkilat, disenengi bos” katanya mengomentari hasil panennya kemarin. (Artinya bagus hasilnya, warnanya mengkilat dan disenangi pedagang).

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856