Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 3.600 (15%) ; Rp. 3.400 (16%)

Lampung
Rp. 3.600 (15%) ; Rp. 3.400 (17%)

Balaraja
Rp. 3.875 (15%)

Cirebon
Rp. 3.600 (15%) ; Rp. 3.500  (17%)

Semarang
Rp. 3.600 (15%) ; Rp. 3.500  (17%)

Surabaya
Rp. 3.600 (15%) ; Rp. 3.500  (17%)

Makasar
Rp. 3.650 (15%) ; Rp. 3.450  (17%)

Last Update 29 January 2018
Saham BISI

1.755

Last Update 31 January 2018
UNDIP Anugerahkan Gelar DOKTOR HC kepada Thomas Effendy
1 December 2017 [ 29 views ]

Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. Tjiu Thomas Effendy, SE., MBA., menerima Gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Gelar kehormatan tersebut menjadi yang pertama diberikan Undip kepada seorang pegiat bisnis di bidang peternakan.

Untuk pertama kalinya, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menganugerahkan Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa (HC)) kepada seorang pegiat bisnis atau businessman. Gelar Doktor HC tersebut diberikan kepada Tjiu Thomas Efendy, SE., MBA., Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. (CPI) untuk bidang ilmu Sosial Ekonomi Peternakan.

Menurut Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH., M.Hum., pemberian gelar Dr (HC) tersebut tidak main-main dan sudah melalui serangkaian proses yang ketat. Menurutnya, secara keilmuwan di bidang peternakan, Thomas yang saat ini juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT BISI International, Tbk., (BISI) tidak perlu diragukan lagi. Inovasi di bidang peternakan, utamanya di industri pakan ternak dan pengolahan daging ayam, telah banyak dihasilkan dan telah dituangkan dalam karya ilmiah yang diuji oleh tim dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip.

Lebih lanjut, kata Yos, keilmuwan Thomas tersebut diuji lagi oleh Senat Akademik Undip yang beranggotakan 71 orang, dan hampir separuhnya merupakan guru besar.

“Belum cukup itu saja, (Thomas) diuji lagi oleh Dewan Guru Besar. Setelah itu, disuruh membuat intisari karyanya itu langsung di hadapan saya. Dicek, kata demi kata. Artinya, kami tidak main-main memberikan gelar Doktor HC ini,” jelas Guru Besar Fakultas Hukum Undip ini dalam keterangan persnya.

Selain itu, lanjut Yos, penilaian terhadap calon penerima Doktor HC dari Undip bukan hanya dari sisi kualitas keilmuannya, tapi juga attitudenya. Sehingga bukan sembarangan orang bisa mendapatkan gelar ini.

“Beliau juga lulusan S1 dan S2 dari perguruan tinggi ternama. Tidak hanya tulisan, tetapi konsepnya sudah dipraktikkan. Kewajiban bagi Undip memberikan penghargaan keilmuan kepada orang yang berhak,” kata Yos.

Yos juga menyampaikan pesan kepada Thomas untuk bisa amanah atas gelar yang didapatnya tersebut. “Karena gelar doktor honoris causa di bidang ilmu sosial ekonomi peternakan tidak hanya sebagai capaian ilmu, tapi jiwa kepedulian kepada kebutuhan umat manusia yang dilandasi kejujuran dan integritas,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Senat Undip Prof. Dr. Ir. Sunarso, MS. dalam keterangan persnya mengatakan, pemberian gelar kehormatan Doktor HC kepada Thomas tersebut menjadi yang pertama kalinya diberikan Undip kepada pegiat bisnis atau businessman. Biasanya hanya diberikan kepada menteri, wakil presiden, dan presiden.

“Selama ini, Undip sudah beberapa kali menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa, terakhir Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan). Namun, untuk kalangan `businessman` memang belum. Baru kali ini (yang diberikan kepada Thomas Effendy),” kata Guru Besar FPP Undip itu.

Lebih lanjut Sunarso mengatakan, dengan pemberian gelar kehormatan, termasuk Doktor HC, diharapkan bisa memacu Undip untuk menghasilkan lulusan yang lebih baik, kompeten, dan kompetitif.

Kembangkan pola kemitraan

Dalam pidato ilmiah pengukuhannya sebagai Doktor Honoris Causa yang diadakan di gedung Prof. Soedarto, SH. Kampus Undip Tembalang, Semarang (23/11), Tjiu Thomas Effendy mengambil judul “Pengembangan Pola Kemitraan Usaha Peternakan Ayam Pedaging Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Produksi Unggas Nasional”.

Lebih jauh Thomas menyampaikan bahwa pola kemitraan merupakan ujung tombak pembangunan peternakan. Pola kemitraan menjamin peternak mitra mendapatkan keuntungan usaha. Peternak plasma dapat mengalami kerugian hanya bila kinerja budidaya ayam di bawah standar yang disepakati, karena kelalaian dalam penerapan prosedur standar operasi (SOP).

“Pola kemitraan memungkinkan risiko usaha plasma diminimalisasi, seperti fluktuasi harga yang merugikan peternak, dan sebagainya. Saat ini, kami memiliki sekitar 12 ribu peternak plasma yang menjadi mitra,” jelas pria kelahiran Pontianak, 30 Januari 1958 itu.

Keberhasilan pengembangan bisnis model pola kemitraan tersebut dinilai memiliki kontribusi yang sangat berarti bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang studi Sosial Ekonomi Peternakan, dan bagi kelangsungan industri perunggasan Indonesia.

Pola kemitraan tersebut diyakininya juga telah berperan sebagai jaring pengaman keberlanjutan usaha peternakan masyarakat saat krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997/1998 dan saat wabah flu burung pada tahun 2004 hingga 2006. Data BPS menunjukkan bahwa saat wabah flu burung terjadi, jumlah pelaku usaha peternakan mengalami penurunan yang sangat drastis, dari hampir 2.000 menjadi hanya sekitar 100 usaha peternakan yang masih bertahan.

Dalam kemitraan, dilakukan pemberdayaan peternak melalui terciptanya akses pengetahuan dan keterampilan budidaya ayam, pembiayaan sarana produksi ternak, dan jaminan pembelian produksi hasil budidaya dengan harga yang menguntungjan, sehingga kesejahteraan peternak meningkat.

Di samping mengembangkan pola kemitraan, Thomas bersama PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. juga menggagas berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) di antaranya Program Bedah Kandang, Anak Asuh, Bedah PAUD, beasiswa, dan pembangunan teaching farm di beberapa perguruan tinggi.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856