Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Tepat Varietasnya, Tepat Penanganannya, Tepat Pula Hasilnya
24 July 2013 [ 148 views ]

Bicara tentang budidaya tanaman jagung, kemampuan dan keahlian para petani di sejumlah sentra jagung Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Hanya saja hal itu belumlah cukup untuk mendongkrak produktivitas jagung nasional. Masih diperlukan beragam sentuhan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan para petani, salah satunya dengan menggunakan varietas jagung yang tepat. Tepat jenisnya dan tepat pula hasilnya.

Indonesia merupakan negara penghasil jagung terbesar keenam di dunia. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung Indonesia sepanjang tahun 2012 lalu mencapai 19,38 juta ton dengan produktivitas sebesar 4,9 ton/ha (Angka Sementara 2012). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Haryono mengungkapkan, produksi jagung Indonesia tersebut menyumbang 2% produksi jagung dunia.

Masih rendahnya angka produksi dan produktivitas jagung di Indonesia itu menurut Jemmy Eka Putra, Presiden Direktur PT. BISI International, Tbk., salah satunya disebabkan oleh belum banyaknya penggunaan varietas jagung hibrida oleh para petani. Hingga saat ini, penggunaan benih yang memiliki potensi produksi di atas 10 t/ha itu baru di kisaran 50% dari total luas tanam yang mencapai 4 juta hektar. Selebihnya masih menggunakan varietas jagung lokal dan komposit yang produktivitasnya rendah.

Sementara menurut Haryono, seperti disampaikan dalam International Maize Conference di Gorontalo (22-24 November 2012), pola konsumsi jagung domestik Indonesia masih didominasi kebutuhan industri pakan ternak yang mencapai lebih dari 50 persen. Sedangkan sisanya untuk industri makanan, konsumsi rumah tangga, bibit, dan kehilangan hasil akibat susut pascapanen.

Product Development Corn Seed Manager PT. BISI Doddy Wiratmoko mengatakan, tingginya kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak itu bisa menjadi peluang bagi para petani sendiri dalam bercocok tanam jagung. Hanya saja, produksi jagung para petani sendiri juga harus bisa memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh pihak pabrikan.

“Istilahnya jangan hanya mengejar produksi yang tinggi saja, tapi juga harus memperhatikan aspek pascapanennya agar bisa memenuhi standar baku yang ditetapkan oleh pihak pabrik pakan,” ujar Doddy.

Standar mutu yang ditetapkan oleh produsen pakan ternak biasanya terkait dengan kadar air, kualitas biji, dan kandungan alfatoxin. Seperti yang diterapkan oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. (CPI), produsen pakan ternak terbesar di Indonesia. Menurut Agung, salah seorang petugas purchasing CPI wilayah Karesidenan Malang dan Besuki, syarat baku yang harus dipenuhi para petani antara lain: kadar air (17%), biji mati (maksimal 5%), biji berjamur (maksimal 5%), biji rusak/pecah (maksimal 3%), kotoran (maksimal 2%), tidak berkutu, dan kandungan alfatoxin (maksimal 100 Ppb).

“Kalau untuk kadar air, misalkan di atas 17% masih bisa diterima, tapi ada pemotongan harga pembelian. Toleransi maksimal kadar air itu 28% dengan pemotongan harga pembelian sebesar 25%,” ujar Agung.

Untuk itu, lanjut Agung, penanganan pascapanen harus benar-benar diperhatikan. Terutama dalam proses pengeringan dan penyimpanannya. “Kalau pengeringannya tidak optimal juga akan berdampak pada penyimpanannya. Bisa mengundang jamur dan kerusakan biji jagung. Selama di penyimpanan, sirkulasi udaranya sebaiknya juga harus diperhatikan,” imbuhnya.

Pilih varietas jagung yang tepat

Bagi petani jagung sendiri, tujuan utama mereka bercocok tanam adalah bisa mendapatkan hasil yang berlimpah dan untung yang berlipat. Pun demikian dengan para petani dan pedagang yang biasa menjual hasil panen jagungnya ke industri pakan ternak.

“Yang penting hasilnya bisa bagus, rendemennya tinggi. Karena ini kan bisnis, jadi harus bisa mendapatkan hasil yang sama-sama menguntungkan bagi semuanya, petaninya untung dan pedagangnya pun juga mendapatkan hasil,” ujar Herman, petani sekaligus pedagang jagung asal Kelurahan Pakis Taji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

hermanOleh karena itu, lanjut Herman, ia lebih memilih varietas jagung yang memiliki rendemen yang tinggi. Salah satunya adalah varietas jagung super hibrida BISI 18 yang memiliki rendemen lebih dari 80 persen.

“Karena rendemennya BISI 18 lebih tinggi dari yang lain, bisa mencapai 83%. Jadi sudah pasti lebih menguntung,” terang Herman yang biasa mengirim jagung pipilan kering ke pabrik pakan ternak hingga 20 ton per hari.

Apa yang disampaikan oleh Herman itu didasarkan pada uji rendemen jagung BISI 18 yang dilakukan bersama dengan para pengepul jagung di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo (8/3/2013). Berdasarkan uji rendemen itu, dari tiga karung jagung BISI 18 yang dipanen sehari sebelumnya dari lahan salah seorang petani didapatkan berat gelondongan 1,49 kuintal. Kemudian setelah dipipil, diperoleh hasil seberat 1,25 kuintal dengan kadar air rata-rata 27,5%.

Sementara dari penimbangan tiga tongkol jagung yang dipilih secara acak diperoleh hasil, berat gelondongan 868 gram dan berat pipilan 720 gram. Sehingga rendemennya mencapai 82,9%.pedagangprobolinggo

“Jadi kalau misalkan dari satu hektar mendapat 10 ton gelondongan, maka petani bisa mendapatkan hasil pipilan lebih dari delapan ton,” ujar Doddy Wiratmoko.

Menurut Doddy, tingginya rendemen BISI 18 itu disebabkan oleh karakter fisik dari tongkol jagung tersebut. Jagung produksi PT. BISI International Tbk. ini memiliki ukuran tongkol yang sangat seragam dalam satu hamparan. Kemudian, setelah dipipil, ukuran janggelnya lebih kecil. Yang berarti pula proporsi biji terhadap janggel tersebut lebih besar, sehingga rendemennya pun bisa lebih tinggi.

 

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856