Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.690

Last Update 24 November 2017
Suka Tatti, BISI-226 membuatnya terkaget-kaget
15 August 2017 [ 372 views ]

Awalnya dia benar-benar terpaksa menanam BISI 226. Meski begitu, hasil panen yang didapatnya dari jagung super hibrida baru itu membuatnya terkaget-kaget, dan senyum kepuasan akhirnya benar-benar muncul dari bibirnya.

Dialah Suka Tatti, salah seorang petani jagung dari Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Ia merupakan petani jagung di lahan tadah hujan berbatu di kawasan pegunungan bagian selatan Sidrap.

Sebagai petani jagung di lahan ‘marginal’, ia sangat paham dengan karakter varietas jagung yang sesuai dengan tipikal lahan di daerahnya yang berbatu. Oleh karena itu, ia tidak serta merta berkenan menanam varietas baru yang belum sepenuhnya ia ketahui karakternya dan kesesuaiannya dengan lahan di daerahnya.

Seperti saat diminta untuk mencoba menanam varietas jagung super hibrida BISI 226, ia tidak langsung meng’iya’kan. Tapi lantaran yang meminta adalah teman baiknya, Suka pun dengan ‘terpaksa’ menanam varietas jagung hibrida terbaru produksi PT BISI International, Tbk. itu.

“Pada musim tanam kedua yang lalu, saya menanam varietas (BISI) 226. Itupun atas paksaan dari teman, Pak Yanto Arbanu. Akhirnya, dengan terpaksa saya tanam sebanyak 10 kilogram (benih) BISI 226,” kisah Suka.

Musim tanam kedua (MT 2) merupakan musim tanam jagung yang dinilai lebih ‘sulit’ dibanding musim tanam pertama, terlebih bagi petani di lahan marginal tadah hujan seperti di daerahnya Suka. “Musim tanam kedua lebih ekstrim dan menantang, karena berlangsung di musim kemarau atau orang bugis menyebutnya dengan istilah pallori. Berbeda dengan musim tanam pertama yang kondisinya normal karena berlangsung saat musim hujan,” terang Yanto Arbanu, petugas lapang PT BISI di Sidrap.

Karena ditanam di musim yang lebih sulit itu pula, Suka tidak langsung memenuhi permintaan temannya tersebut untuk menanam BISI 226. Meski begitu, keraguan Suka terhadap jagung hibrida baru tersebut akhirnya terbantahkan oleh hasil panen yang didapatnya.

Dari hasil tanam sebanyak 10 kg benih BISI 226 di lahan seluas 0,8 ha, hasil panennya ternyata di luar dugaan. Suka sendiri sampai tidak percaya dengan hasil panennya itu.

Alhamdulillah, setelah panen saya dikagetkan sama orang yang panen di kebun, karena saya tidak datang ke kebun waktu itu. Mereka mengatakan hasil panen kebun saya sekitar 5 ton dan 100 kg (5,1 ton-red.). Saya masih belum percaya. Setelah saya terima nota dari PT Japfa barulah saya percaya ternyata memang hasilnya benar sebanyak itu,” ujar Suka sembari tersenyum.

Menurut Suka, hasil panen sebanyak itu di MT 2, dengan kondisi lahan berbatu dan berbukit, sangat luar biasa. Pasalnya, rata-rata produksi jagung di desanya saat MT 2 paling tinggi hanya 2,5 ton untuk luasan 0,8 ha.

“Ini merupakan hasil panen di desa saya yang tertinggi pada musim tanam kedua. Biasanya paling tinggi 2,5 ton,” ungkap Suka.

Lebih lanjut Suka mengatakan, jagung super hibrida BISI 226 memang memiliki karakter tanaman yang lebih unggul dari jagung lainnya. Selain sangat tahan bulai, tanaman jagung hibrida satu ini juga sangat kokoh dan batangnya besar, sehingga wajar kalau tongkol yang dihasilkannya ‘super’ besar dan hasil panennya juga lebih tinggi.

Untuk perawatannya sendiri, kata Suka, tidak jauh beda dari biasanya. Ia hanya menambahkan paket pupuk dan pestisida khusus jagung, yaitu BOOM Jagung untuk mengoptimalkan hasil panen jagungnya.

“Pemupukan awal (15 hst) dengan 150 kg NPK, dan tiga hari setelahnya saya aplikasikan BOOM Jagung. Dua minggu kemudian saya pupuk lagi dengan 100 kg Urea dan saya aplikasikan BOOM Jagung untuk kedua kalinya,” terang Suka.

Paket pupuk dan pestisida lengkap dari BISI tersebut diakui Suka sangat membantu untuk meningkatkan hasil panen tanaman jagungnya. Pasalnya, dalam satu paket sudah berisi pestisida dan pupuk sebagai pelindung dan pemacu pertumbuhan tanaman. Satu paket BOOM Jagung berisi: fungisida Recor Plus 300EC, pupuk majemuk Multi Jagung, ZPT Bigest 40EC, dan perekat perata Besmor Jagung 600SL.

“BOOM Jagung itu kalau saya lihat kandungannya sangat lengkap. Selain fungisida dan ZPT, juga ada pupuk majemuk yang mengandung unsur hara makro NPK dan unsur-unsur lain yang dibutuhkan tanaman, seperti seng dan besi,” terang Suka.

Pengaplikasiannya sendiri menurut Suka juga terbilang mudah, cukup disemprotkan pada seluruh bagian tanaman jagung. Satu paket BOOM Jagung biasa ia gunakan untuk enam tangki semprot.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856