Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.685

Last Update 23 November 2017
Show Teknologi BISI 2016
4 August 2016 [ 114 views ]

Untuk kesekian kalinya, sebagai salah satu produsen benih terkemuka di Indonesia, PT BISI International, Tbk. melakukan ‘open house’ dalam bentuk ‘farm field day’ sebagai bagian dari upaya perusahaan mendekatkan diri dengan mitra utamanya, yaitu para petani, pedagang, dan pegiat tani. Transfer teknologi sekaligus pengenalan beragam produk benih bermutu menjadi tujuan utama dari kegiatan tersebut.

Selama lebih dari sepekan, dari tanggal 25 Juli hingga 2 Agustus 2016, acara yang utamanya dipusatkan di unit II produksi PT BISI yang ada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini begitu semarak dipenuhi para tamu undangan. Tidak kurang dari 1.250 peserta dari dalam dan luar negeri secara terjadwal dan bergantian mengunjungi lokasi FFD.

ffd2

“Sebagian besar peserta merupakan para petani mitra kita dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara, totalnya ada 1.150 orang. Sedangkan selebihnya (100 orang) adalah para customer kita dari luar negeri, yaitu dari Thailand, Vietnam, Philipina, China, dan India,” ujar Zainuri, Manager Pengembangan Produk Benih Sayuran yang juga sebagai Ketua Panitia FFD.

Selain di Kediri, gelaran FFD juga diadakan di Pujon, Malang, tepatnya di farm riset dataran tinggi PT BISI di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. “Bagi petani dataran tinggi, mereka kita arahkan juga untuk mengunjungi lokasi FFD yang ada di farm riset dataran tinggi kita di Pujon. Di sana telah ditanam beragam varietas unggul khas dataran tinggi dari PT BISI,” terang Zainuri.

Multimedia

FFD yang digelar tahun ini terasa berbeda dari sebelum-sebelumnya. Tidak lain adalah dikenalkannya fasilitas baru berupa “BISI Multimedia Adventure” yang memuat segala informasi lengkap perusahaan mulai dari sejarah, kegiatan riset dan penelitian, hingga cakupan bisnis dan ragam produk unggulan yang dihasilkan produsen benih terbesar di Indonesia ini. Semua informasi tersebut dikemas dalam satu media interaktif yang sangat mudah diakses oleh para pengunjung dengan “sekali sentuh”.

“Melalui BISI Multimedia Adventure ini pengunjung akan lebih mudah mengakses beragam informasi dari PT BISI yang semuanya sudah dirangkum dalam perangkat multimedia. Istilahnya, hanya dengan menyentuh, informasi lengkap akan tersaji,” ujar Doddy Wiratmoko, Manager Pengembangan Produk Benih Jagung.

multimedia

Tak ayal, fasilitas baru tersebut menarik perhatian dan memberikan wawasan lebih para pengunjung FFD. Tidak sedikit dari mereka yang baru mengetahui kalau PT BISI memiliki produk lengkap dalam dunia usaha tani, mulai dari benih hingga pupuk dan pestisidanya.

Seperti Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Widodo Imam Santoso, yang baru mengetahui kalau BISI juga memproduksi benih sayur dan buah hibrida serta memiliki pabrik formulasi pestisida sendiri. “Selama ini yang saya tahu BISI hanya memproduksi benih jagung dan padi. Ternyata juga ada benih sayur, buah, dan bahkan pestisidanya juga. Ini luar biasa, lengkap sekali produknya BISI,” ujarnya saat mengunjungi BISI Multimedia Adventure.

Urban farming

Di samping sebagai sarana transfer teknologi dan pengenalan beragam produk bermutu dari PT BISI yang terkenal dengan merek dagang “Cap Kapal Terbang” ini, FFD 2016 juga dijadikan media untuk menyampaikan konsep urban farming atau pertanian perkotaan yang saat ini tengah ngehit di kalangan masyarakat perkotaan yang ketersediaan lahannya sangat terbatas dan atau tidak terpakai.

Pada gelaran FFD kali ini, konsep kebun mini yang sudah menjadi ciri khasnya, kembali ditampilkan di petak lahan milik perusahaan yang berada di sekeliling pabrik. Terdapat 177 varietas dari 18 jenis tanaman, mulai dari jagung, padi, cabai, timun, melon, semangka, paria, hingga sawi dan kacang panjang,  ditanam dengan teknologi spesifik lokasi, sesuai dengan kondisi lingkungan dan agroekologi setempat.

ffd1

“Varietas yang ditanam di kebun mini ini sebagian besar merupakan varietas baru hasil penelitian dan pengembangan tim riset kita. Selain itu juga ditanam varietas-varietas yang selama ini sudah komersil dan sudah banyak dikenal petani. Sehingga para peserta bisa membandingkan masing-masing varietas yang ada dan memilih yang paling sesuai,” ujar Zainuri.

Sukirno, salah seorang peserta FFD asal Sebangau, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mengungkapkan rasa senangnya sekaligus kekagumannya bisa mengikuti even besar tersebut. Ia mengaku senang bisa melihat sendiri beragam tanaman unggul sekaligus model budidayanya secara lengkap, sehingga bisa dijadikan rujukan sekaligus model untuk dikembangkan di daerahnya.

“Biasanya saya tanam kacang panjang, jagung manis, dan semangka. Ternyata yang dimiliki BISI banyak juga jenisnya, jadi saya punya banyak pilihan untuk saya coba kembangkan di daerah saya nanti,” ujar Sukirno.

ffd3

Sementara menurut Bahar, peserta dari Pinrang, Sulawesi Selatan, teknologi yang diterapkan di kebun mini FFD tersebut telah menginspirasinya untuk membuat hal serupa di lahan miliknya. “Yang menarik adalah, dari satu lahan bisa ditanam beragam jenis tanaman yang menghasilkan dan memberi manfaat. Setelah tadi berdiskusi langsung dengan para petugasnya di lahan, saya semakin tertarik untuk mencobanya di rumah,” terang Bahar.

All in one

Rangkaian kegiatan FFD 2016 kali ini tidak hanya menampilkan teknologi budidaya tepat guna, namun juga menjadi media edukasi bagi para peserta dan pengunjung untuk mengetahui secara menyeluruh semua hal yang berkaitan dengan produksi benih PT BISI. Pasalnya, semua divisi yang terkait, mulai dari tim riset dan pengembangan, tim kontrol kualitas, tim prosesing, tim bioteknologi, hingga tim marketing membuka stand pameran yang bisa langsung diakses dan dijadikan media interaksi oleh para peserta FFD.

pameran

Di stand pameran yang berada satu lokasi dengan tempat diskusi, para peserta tampak sangat antusias. Masing-masing stand yang menyajikan beragam informasi lengkap dari masing-masing divisi menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka.

“Ternyata proses untuk menghasilkan benih bermutu itu tidak mudah. Tahapan-tahapannya banyak dan benar-benar ketat kontrolnya,” terang Akib kepada Abdi Tani sesaat setelah petani asal Malino, Sulawesi Selatan ini mengunjungi stand pameran.

Selain itu, lanjut Akib, kegiatan riset dan penelitian yang dilakukan PT BISI juga luar biasa. “Saya tadi keliling melihat kebun tempat ditanamnya varietas bermutu dari BISI. Kemudian berkunjung ke masing-masing stand, dan semakin tahu kalau kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan BISI sangat luar biasa. Prosesnya sangat bagus. Sudah ada juga yang khusus mengembangkan tanaman melalui bioteknologi, jadi menurut saya benar-benar luar biasa,” ungkap Akib.

biotek1

Bukan hanya itu, apa yang didapat para peserta FFD 2016 terasa makin lengkap dengan adanya sesi diskusi sebagai penutup rangkaian kegiatan setiap harinya. Diskusi ini menghadirkan para pakar PT BISI yang ahli di bidangnya masing-masing. Tak ayal, sesi ini pun dimanfaatkan para peserta untuk saling berbagi pengalaman, bertanya ataupun sekedar curhat seputar dunia pertanian yang mereka jalankan.

diskusi1

“Senang dan puas rasanya bisa diberi kesempatan ikut acara seperti ini. Banyak pengetahuan yang bisa saya dapat. Bukan hanya dari BISI, tapi juga dari pengalaman petani lainnya yang menggunakan produknya BISI,” ujar Wildan, petani peserta dari Dompu, Nusa Tenggara Barat.

 

 

aplikasi-pertanian-bisi

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856