Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
PT. BISI dan Balitbang Kerjasama Produksi dan Distribusi Benih
1 July 2015 [ 448 views ]

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT. BISI International Tbk dalam memproduksi dan mendistribusikan benih-benih yang dihasilkannya. Acara ini dilakukan pada hari Rabu, tgl 1 Juli 2015 di kantor Badan Litbang.

Kepala Badan Litbang M. Syakir mengatakan kerja sama dengan pihak swasta dilakukan untuk memudahkan diseminasi teknologi dan inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti.  Selama ini, menurut Syakir, banyak inovasi yang dihasilkan tidak dapat sepenuhnya dimanfaatkan secara luas karena tidak ada jaringan yang menghubungkan dengan petani. “Kami terkendala di penggandaan dan penyebaran inovasi,” ujarnya.

Syakir juga mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian guna mewujudkan target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Dirinya juga menjamin kerja sama ini dapat meningkatkan penghasilan petani.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kerja sama ini diawali dengan produksi dan pemasaran benih yang dimiliki Badan Litbang. Karena selama ini pemasaran merupakan kendala yang sulit diatasi oleh Badan Litbang. Oleh karena itu, Badan Litbang menggandeng swasta yang memiliki catatan pemasaran yang baik, yakni PT BISI Internasional.

“Sekarang target kami masih padi, nanti disusul dengan bawang merah, cabai hingga tebu. Baru setelah itu, produksi pupuk hayati juga akan dilakukan,” ujar M. Syakir.

Mengenai harga benih hasil penelitian Badan Litbang yang nantinya diproduksi dan dipasarkan oleh industri benih swasta, dirinya tidak bisa mengintervensi harga benih di tingkat petani. “Nanti kan sama Bisi dijual sesuai harga umum pasar,” kata M. Syakir.

“Kami merespons tawaran kerja sama yang baik dari Badan Litbang ini, dimana kapasitas produksi benih padi BISI dapat mencapai 20 ribu ton per tahun. Sedangkan untuk penggandaan dengan Badan Litbang ini kami targetkan bisa 10 ribu ton,” ungkap Direktur Utama PT BISI Internasional, Jemmy Eka Putra usai Penandatanganan Nota Kesepahaman.

“Kami juga akan mengenalkan benih padi inbrida temuan terbaru dari Badan Litbang kepada masyarakat petani padi dalam rangka proses diseminasi teknologi,” tambah Jemmy.

Dalam kerja sama ini, Badan Litbang dan PT. BISI akan segera menetapkan target pemasaran produk, kuantitas yang disiapkan, serta jenis varietas yang dibutuhkan di setiap daerah. Kedua belah pihak juga akan menyiapkan benih tanaman yang potensial dikembangkan di wilayah tidak subur, termasuk di wilayah rawa dan tegalan serta lahan kering. Selain berperan memproduksi benih yang dikembangkan oleh Badan Litbang, PT. BISI juga bertanggung jawab memperkenalkan benih tersebut kepada petani.

Di bidang pupuk hayati, kedua belah pihak akan bermitra melakukan evaluasi produk pupuk hayati yang dinilai potensial dikembangkan di Indonesia. Proses produksi dan pemasarannya juga akan dilakukan oleh PT. BISI.

Jemmy mengatakan hingga akhir tahun ini pihaknya akan merealisasikan setidaknya 5.000 ton benih padi inbrida, atau 50% dari kesepakatan awal menyediakan 10.000 ton benih.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856