Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Program GP3K bisa sumbang tambahan produksi jagung sebanyak 1,25 juta ton
13 May 2011 [ 31 views ]

Sumber: http://industri.kontan.co.id (13/05/2011).

JAKARTA. Selain beras, pemerintah akan mendongkrak produksi jagung dan kedelai. Untuk komoditi jagung, sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Kementerian Pertanian melalui program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K), mengalokasikan areal seluas 250.000 hektare (ha).

Dengan kontribusi ini, diharapkan produksi jagung nasional bisa meningkat. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Udhoro Kasih Anggoro mengungkapkan, 250.000 ha ini tersebar di Sumatra Barat, Sumatra Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Gorontalo.

“Rinciannya, PT Pertani memberikan kontribusi seluas 100.000 hektar, PT Sang Hyang Sri seluas 60.000 ha, Inhutani 40.000 ha, dan Perhutani 50.000 ha,” ujarnya kemarin.

Ia menambahkan, seperti program GP3K untuk komoditi beras, pada program sinergi beberapa BUMN bidang pangan seperti Sang Hyang Sri, PT Pusri Holding, Perhutani, dan Inhutani ini juga memberlakukan tiga sistem kerjasama dengan petani untuk mendukung produksi jagung nasional.

Tiga metode ini adalah Pertama, sistem sewa lahan. Kedua, sistem bantuan pupuk dan bibit, dan ketiga adalah sistem bayar panen. Sistem kerjasama ini tergantung daerahnya masing-masing. Nah, nantinya, hasil produksi jagung ini akan dibeli oleh pembeli siaga yaitu PT Berdikari yang juga anak usaha BUMN.

Sekretaris Dewan Jagung Nasional Maxdeyul Sola mengungkapkan program peningkatan produksi jagung melalui sinergi BUMN ini memang bisa mendongkrak produksi jagung nasional tahun ini. Syaratnya, “Penanaman jagung harus dilakukan segera, di saat masih ada musim hujan,” ujarnya kepada KONTAN Jumat (13/5).

Apalagi, setiap tahunnya, siklus produksi jagung dihitung sejak Oktober hingga September tahun berikutnya. Produksi jagung nasional tahun 2011 dihitung mulai dari produksi Oktober tahun 2010 – September 2011. Artinya, “Agar bisa mengejar musim hujan dan bisa berkontribusi terhadap produksi jagung tahun ini, maka penanaman jagung di lahan yang masuk program GP3K ini paling lambat dilakukan pada Juni nanti,” jelas Sola.

Sola menuturkan areal jagung seluas 250.000 ha ini memiliki potensi produksi sekitar 1,25 juta ton. Dengan catatan, tingkat produktivitas tanaman jagung bisa mencapai 5 ton per ha. “Kalau untuk lahan baru, bisa jadi tingkat produktivitasnya belum optimal,” ungkap Sola.

Catatan saja, tahun ini Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan angka ramalan I (Aram I) produksi jagung tahun 2011 ini sebesar 17,93 juta ton. Jumlah ini turun sekitar 438.960 ton atau 2,39% ketimbang produksi tahun 2010 lalu. Berdasarkan angka sementara (Asem) BPS, produksi jagung pada tahun 2010 lalu sebesar 18,36 juta ton.

Dengan penambahan produksi sekitar 1,25 juta ton, artinya tahun ini produksi jagung nasional mencapai 19,18 juta ton. Tapi, pencapaian produksi jagung ini masih lebih rendah dari target produksi jagung tahun ini sebesar 22 juta ton. Tapi, “Setidaknya bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor,” kata Sola.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856