Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Produksi Padi-Jagung Gorontalo Lampaui Nasional
23 May 2011 [ 165 views ]

Sumber: http://www.infopublik.kominfo.go.id (23/05/2011).

Gorontalo, Info Publik Pencanangan program agropolitan di Provinsi Gorontalo oleh Gubernur beternyata telah memberikan dampak nyata dan signifikan terhadap peningkatan dan perkembangan produksi padi dan jagung di provinsi tersebut.

Pada tahun 2001 ketika Provinsi Gorontalo berdiri, produksi jagung hanya 81.720 ton dan produksi padi hanya 158.870 ton. Selanjutnya pada 2010 produksi jagung mencapai 679.168 ton (meningkat 731 persen) dan produksi padi mencapai 253.563 ton (meningkat 59.60 persen).

Semua keberhasilan pembangunan di sektor pertanian tersebut tidak lepas dari peran serta seluruh stakeholder yang ada di Provinsi Gorontalo serta komitmen Gubernur Gorontalo Dr.Ir. Gusnar Ismail, MM untuk terus melanjutkan pengembangan pembangunan pertanian di Gorontalo.

Gubernur Gusnar Ismail mengungkapkan, strategi yang dilaksanakan Pemprov Gorontalo untuk menggenjot produksi jagung dan padi antara lain melalui pemberian bantuan benih jagung dan padi secara gratis kepada petani, di mana jumlah bantuan benih jagung dan padi baik yang bersumber dari APBD Provinsi dan APBN dari tahun ketahun mengalami kenaikan.

Selain strategi tersebut Pemprov Gorontalo juga terus menambah areal pertanaman baik untuk padi dan jagung. Pada tahun 2010 perluasan areal Lahan Kering sebanyak 200 ha dan Optimasi Lahan Kering sebesar 50 ha.

Pada 2011 kegiatan perluasan areal mengalami peningkatan, yaitu perluasan lahan kering sebesar 300 aa dan optimasi lahan sebesar 200 aa, sedangkan untuk penambahan luas tanam komoditi padi pada tahun 2010 dilakukan kegiatan cetak sawah 100 ha dan pengembangan Irigasi Tersier sebesar 1.544 ha.

“Kegiatan ini juga pada tahun 2011 juga mengalami peningkatan yaitu cetak sawah sebesar 1.300 ha dan pengembangan irigasi tersier sebesar 3.272 ha,” kata Gubernur, akhir pekan lalu.

Selain itu, Gubernur juga mengungkapkan, produksi komoditi padi dan jagung di Provinsi Gorontalo pertumbuhannya di atas pertumbuhan nasional dan regional Sulawesi.

Pada  2011 ini pertumbuhan produksi jagung Gorontalo sebesar 44,15 persen, sementara pertumbuhan produksi jagung regional Sulawesi sebesar 3,49 persen dan pertumbuhan produksi jagung nasional sebesar 2,39 persen.

“Sedangkan untuk komoditi padi pertumbuhan produksi di Gorontalo sebesar 17,29 persen, pertumbuhan produksi padi regional Sulawesi sebesar 4,10 persen dan pertumbuhan produksi Nasional sebesar 1,40 persen,” kata Gubernur Gusnar Ismail yang juga Ketua HKTI Provinsi Gorontalo.

Sedangkan untuk ketersediaan beras di Provinsi Gorontalo, Gubernur mengungkapkan, dari tahun ke tahun terus mengalami surplus beras. Pada tahun 2009 Gorontalo mengalami surplus komoditi padi sebesar 45.364,90 ton dan pada tahun 2010 mengalami surplus beras sebesar 38.896,88 ton.

“Melihat kondisi ini, maka Provinsi Gorontalo tidak akan mengalami kekurangan cadangan pangan beras, apalagi pada tahun 2011 ini kita menargetkan produksi padi sebesar 297.396 ton,” tegas Gubernur Gusnar Ismail yang meraih penghargaan Presiden karena berhasil meningkatkan produksi beras di atas 5 persen. (MC Gorontalo/toeb)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856