Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Presiden diminta terbitkan Inpres HPP Jagung
10 April 2015 [ 107 views ]

Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan perlunya penerbitan Instruksi Presiden harga pokok pembelian (HPP) komoditas jagung.Instrumen itu diperlukan untuk melindungi jatuhnya harga jagung seiring mulai masuknya masa panen.

Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementan Maman Suherman menjawab kabarbisnis.com di Jakarta, Kamis (9/4/2015).

Menurut Maman, petani jagung di Kabupaten Dompu,Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memasuki masa panen raya. Harga jual jagung yang berlaku sebelumnya  Rp 3.000 per kilogram. Namun, beranjak turun menjadi Rp 2.400-2.600/kg.

hppjagung

Padahal, menurut Maman,Dompu merupakan sentra jagung utama NTB. Luas areal tanam jagung yang akan panen dalam waktu dekat ini sebesar 870 ha.

Namun, total luas hamparan jagung di wilayah tersebut mencapai 31.000 ha.Adapun, luas tanam jagung di provinsi NTB mencapai 130.000 ha dengan target produksi mencapai 785.000 ton

Maman mengakui, sudah ada nota kesepahaman antara petani dengan Gabungan Pengusaha Makan Ternak (GPMT) yang akan menyerap jagung.Namun menurut penuturan industri pakan, kapasitas gudang sudah tidak dapat menampung hasil panen petani. “Kemungkinan mereka masih punya sisa stok tahun lalu,” ujarnya.

Karena itu, menurut Maman, adanya instrumen Inpres seperti halnya pada gabah/beras. Dengan begitu, Perum Bulog mampu meyerap hasil panen jagung petani ketika harganya jatuh. Menurutnya, biaya pokok produksi jagung sebesar Rp 1.500/kg.

Maman menambahkan, kebijakan tersebut menjadi solusi ketika petani memasuki panen raya.Instrumen proteksi tersebut menjadi bantalan, sehingga usaha petani tidak sampai merugi.

Maman melihat, instrumen proteksi itu tidak cukup dinaungi dalam Peraturan Menteri Perdagangan sepertihalnya komoditas kedelai. Adanya,inpres HPP jagung diyakini memiliki keterikatan antar sektoral yang lebih kuat.

Selain itu, dari sisi anggaran pun,Kementeriaan Keuangan (Kemenkeu) lebih leluasa mendistribusikan kepada Perum Bulog menyerap hingga 10% dari total produksi jagung yang tahun 2014 mencapai 19,5 juta ton.

Ditambahkan, serapan Bulog itu akan menjadi dukungan swasembada jagung. Dengan varietas jagung hibrida merupakan syarat bahan baku industri pakan ternak itu lebih berkualitas dibandingkan jagung impor. Tahun ini, Kementan mematok target produksi jagung sebanyak 20,33 juta ton.

Sumber : http://www.kabarbisnis.com (09/04/2015)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856