Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.690

Last Update 24 November 2017
Petani Trucuk Klaten Pilih Jagung Hibrida BISI-18
12 August 2015 [ 100 views ]

Petani Trucuk memilih menanam jagung Hibrida BISI-18 selama berlangsung musim kemarau. Tanaman jagung dinilai lebih prospektif dibandingkan tanaman palawija lainnya.

Camat Trucuk, Bambang Haryoko, mengatakan total areal pertanian di Trucuk mencapai 500 hektare. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya ditanami jagung.

“Petani di sini sering kali menanam jagung dibandingkan kedelai atau palawija lainnya. Ini sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Alasannya, tanaman jagung tahan di daerah minim air. Yang terpenting lagi, harga jagung dinilai lebih tinggi dibandingkan kedelai,” katanya. Harga jagung per kilogram berkisar Rp2.600-Rp2.900.

Bambang mengatakan pendapatan yang bisa dikantongi petani per 2.000 meter persegi lahan bisa mencapai Rp3 juta. Nilai tersebut dianggap lebih tinggi dibandingkan menanam kedelai yang hanya menghasilkan Rp1,5 juta dengan luas lahan yang sama.

“Biaya produksi biasanya berkisar separuh dari hasil panen. Hanya, tanaman jagung ini memiliki kelemahan, yakni terlalu banyak menyerap unsur hara. Hal ini menyebabkan kualitas tanah untuk musim tanam berikutnya berkurang karena tidak banyak memiliki unsur hara,” katanya.

Petani jagung asal Mireng, Slamet, 55, mengaku menanam jagung di lahannya seluas 4.000 meter persegi. Usia tanaman jagungnya baru menginjak 12 hari.

“Persoalan yang muncul di usia 12 hari biasanya ulat. Saya harus mewaspadai ancaman hama yang menyerang batang dan daun tanaman jagung ini,” katanya.

Agronomis Klaten PT. Bisi Internasional, Arif R. Rozak, mengatakan tanaman jagung Hibrida BISI-18 memang cocok ditanam saat musim kemarau. Tanaman jagung Hibrida BISI-18 tahan hidup di daerah miskin air.

“Di wilayah Klaten, total lahan yang ditanami tanaman jagung Hibrida BISI-18 mencapai 331 hektare. Itu tersebar di berbagai kecamatan di Klaten, termasuk Kecamatan Trucuk,” katanya.

Sumber : www.solopos.com (11/08/2015)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856