Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Petani Lenangguar-NTB Panen Perdana Jagung BISI 222
8 April 2014 [ 122 views ]

Lenangguar, Gaung NTB – Pemerintah Kecamatan Lenangguar bersama petani setempat yang dibantu PT BISI Internasional Tbk, menggelar panen perdana Jagung Bisi 222 di lokasi Buin Balit Dusun Rate, Desa Tatebal Kecamatan Lenangguar, Sabtu (5/4).

Panen perdana tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir Talifuddin M.Si, Kepala BP4K Sumbawa Tarunawan S.Sos, Camat Lenangguar, Tajuddin SH, dan Marketing Eksekutif FC NTB PT BISI Internasional Tbk, Tohri, serta dihadiri kepala desa se Kecamatan Lenangguar dan sejumlah kelompok tani setempat.

Dalam kesempatan itu Camat Lenangguar Tajuddin SH, mengatakan, panen perdana dan kerjasama dengan PT BISI ini berangkat dari niat ingin merubah masyarakat terutama petani dalam meningkatkan kesejahteraannya. Salah satu komoditi yang dapat mempercepat untuk terjadi perubahan itu adalah jagung.

Di beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa jelas Tajuddin, sudah mulai tanam jagung, dan salah satu yang membuatnya prihatin bahwa hampir setiap hari ada sekitar 50 truk melalui jalan Lenangguar membawa hasil pertanian dari kecamatan lain.

“Yang menjadi keprihatinan saya, mengapa hasil pertanian itu bukan berasal dari Kecamatan Lenangguar,” katanya.

Karenanya pada tahun pertama ini dia mulai melakukan terobosan baru dengan menambah aktifitas petani setempat dengan menanam jagung.

Berkat subdisi bibit gratis dari Disperta Sumbawa untuk 100 hektar, petani setempat berhasil menaman jagung, meski lokasinya masih sporadis, ada yang 2 hingga 5 hektar pada masing-masing kelompok tani, sehingga panen kali ini dinamakan panen perdana.

Namun untuk bulan yang sama pada tahun depan, Tajuddin memastikan akan menggelar panen raya, karena diyakini petani Lenangguar akan menanam jagung secara total.

Untuk diketahui sebut Tajuddin, kawasan Buin Balit Dusun Rate dan beberapa wilayah lain di Kecamatan Lenenangguar–di luar sawah irigasi, sangat bagus untuk ditanam jagung.

Pada sosialisasi awal, petani merasa pesimis untuk menanam jagung dengan alasan banyak babi dan monyet yang akan menjadi hama tanaman.

Namun ternyata di lokasi Buin Balet yang berdekatan dengan hutan, tidak ada babi atau monyet, karena ada teknis untuk mengusir hewan seperti yang pernah diterapkan di Kecamatan Labangka, yakni dengan memasang keroro dan jaring di sekitar pagar. “Apa yang dikhawatirkan oleh petani ternyata tidak terbukti,” imbuhnya.

Ke depan, Tajuddin berharap Disperta Sumbawa kembali memberikan bantuan bibit, bukan lagi untuk 100 hektar tetapi untuk 500 hektar khusus bagi petani di Kecamatan Lenangguar. “Saya yakin dengan panen perdana ini, menjadi awal yang baik bagi petani untuk menanam jagung,” ujarnya optimis.

Pada kesempatan itu, Tajuddin juga mengundang sejumlah petani jagung dari Labangka yang telah menjadi pengusaha jagung, yang nantinya akan membeli jagung petani Lenangguar. Selain itu juga didatangkan pengusaha yang akan membantu petani memberikan modal dan bibit kepada petani yang nantinya menanam jagung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sumbawa, Ir Talifudin M.Si, menyampaikan apresiasi kepada Camat Lenangguar dan petani yang telah menggelar panen perdana jagung di Kecamatan Lenangguar.

Sejak memberikan bibit untuk 100 hektar kepada petani Lenangguar melalui camatnya, Talifuddin sudah merasa yakin bahwa bibit itu tidak akan sia-sia. “Camat Lenangguar (Tajuddin) ini sudah membutikan keberhasilannya dalam mengajak petani untuk menanam jagung, seperti di Kecamatan Labangka maupun di Kecamatan Utan,” pujinya.

Selain itu Camat Lenangguar ini juga telah memiliki jaringan atau akses yang luas terhadap pengusaha jagung, sehingga petani tidak akan kesulitan untuk mendapatkan modal, bibit atau pemasaran.

Karenanya yang sudah dimulai oleh Camat Lenangguar ini dapat ditindaklanjuti secara serius oleh para petani setempat, sebab komoditi ini sangat menjanjikan untuk peningkatan kesejahteraan.
“Kalau beberapa tahun lalu, orang tua kita naik haji dengan ternak, maka sekarang ini sudah banyak petani yang naik haji karena jagung,” jelasnya.

Selaku dinas terkait, pihaknya akan memberikan dukungan kepada petani dalam mengembangkan jagung ini terutama pemberian bantuan bibit dan fasilitas pertanian.

Pada kesempatan yang sama, Marketing Eksekutif FC NTB PT BISI Internasional Tbk, Tohri, menyatakan perusahaannya siap menyediakan benih yang unggul bagi petani, apalagi
lahan di Lenangguar sangat bagus untuk menanam jagung.

“Jangan sampai lahan yang bagus ini dimanfaatkan oleh orang dari luar Lenangguar, maka petani di sini akan rugi,” katanya.

Apalagi sekarang ini kata Tohri, Camat Lenangguar sudah memulai, maka harus diteruskan oleh petani. Untuk diketahui lanjut Tohir, bahwa menanam jagung tidak susah, karena perawatannya tidak sulit. Mulai tanam cukup pemupukan 2 kali, sementara untuk pengairan cukup air hujan dan langsung menunggu panen. “Jagung tidak perlu dikawal, seperti tanaman holtikultura lainnya,” jelas Tohri. Untuk itu, PT BISI Internasioal siap memberikan bantuan baik bibit maupun tenaga teknis yang akan membantu petani.

Demikian juga dengan bibit, berapapun yang diperlukan oleh petani, PT BISI Internasional bersedia memberikannya. “Kami siap memberikan bantuan benih sebanyak yang dibutuhkan petani, demikian juga dengan petugas juga sudah disiapkan untuk membantu petani,” demikian Tohri.

Sumber : http://www.gaungntb.com (08/04/2014)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856