Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Petani Bawang Banting Setir Tanam Jagung
8 December 2011 [ 44 views ]

Sumber : cirebonnews.com (08/12/2011)

GEBANG,(CNC).- Harga bawang yang cenderung terus merosot membuat para petani bawang di daerah Gebang Kab. Cirebon mengalami kebingungan untuk menanam bawang kembali. Sambil menunggu harga bawang stabil, banyak di antara petani kini beralih menanam jagung sebagai alternatif.

Sebagaimana dilakukan oleh Amir (36 tahun) petani bawang asal Gebang. Amir menuturkan kepada CNC, Kamis (8/12) bahwa dalam tiga kali musim panen bawang sekarang ini, harga bawang memang terus merosot.

“Sekali tanam bawang dengan luas satu hektar, butuh modal sekitar 45-50 juta, saya dapat melelang sekitar 60-70 juta per hektar, namun dalam penjualan per hektar dalam tiga kali musim panen ini hanya dapat pemasukan antara 15-20 juta,” jelas Amir. Bukan untung menurut Amir didapatkan para petani malah banyak berhutang pada toko obat antara 35-45 juta.

“Untuk sementara waktu saya berhenti menanam bawang menunggu sampai harga stabil, biar saya tidak mengalami kerugian terus-menerus. Dalam masa penantian ini saya sementara menanam jagung,” tuturnya dengan semangat.

Menurut Amir, menanam jagung tidak membutuhkan modal yang besar, dalam satu hektar dibutuhkan modal 15 juta, dan saat panen bisa menjual jagung per hektar antara 18-20 juta. “Meskipun keuntungan tidak begitu banyak saya bersukur, daripada saya harus menanam lagi bawang dan di dera kerugian hingga puluhan juta.” keluhnya.

Amir sangat berharap kepada pemerintah agar lebih serius memikirkan nasib para petani bawang, terutama dalam menangani harga bawang. “Hentikan bawang impor, utamakan bawang dalam negeri, agar para petani bawang kita bisa tetap bertahan hidup, jangan hanya mementingkan segelintir importer yang berimbas pada para petani bawang.” Ujar Amir.

Dengan harga bawang stabil menurut Amir, petani akan bergairah menanam kembali bawang sebagai usaha utama sehingga mereka dapat membayar hutang yang sudang menggunung tersebut. Hal senada juga diungkapkan para petani bawang lainnya yang sama beralih menanam jagung. (Nawawi/Job)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856