Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Penggunaan Benih Jagung Hibrida Regenerasi pada Usahatani Jagung
27 August 2014 [ 150 views ]

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penggunaan benih hibrida turunan atau recycled hybrid masih menjadi pilihan petani khususnya pada pertanaman musim tanam kedua. Alasannya pun sederhana, harga benih hibrida mahal dan resiko gagal panen yang disebabkan kekurangan air pada pertanaman di musim kemarau.

Untuk menghindari kerugian, petani cenderung lebih memilih menanam generasi kedua (F2) dari pertanaman sebelumnya. Bahkan pada daerah tertentu, petani bahkan menanam generasi ketiga dan keempat. Tidak seperti tanaman padi, sistim penyerbukan tanaman jagung yaitu dengan sistim penyerbukan silang. Sehingga peluang kontaminasi atau pencampuran dengan tanaman lain sangat besar. Hal inilah yang mendasari mengapa jagung hibrida disarankan hanya boleh ditanam sekali saja, ungkap peneliti Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitseral) Maros Fauziah Koes.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan turunan hibrida silang tunggal berpotensi menurunkan hasil sampai 42%, selain itu juga terjadi penurunan sejumlah parameter pertumbuhan seperti pertumbuhan fenotifik tanaman, hasil biji, mutu hasil, dan menurunkan daya simpan. Pada jagung hibrida silang tiga jalur, penurunan hasil relatif lebih kecil karena perbedaan sumberdaya genetik dimana hibrida silang tiga jalur dibentuk dari persilangan antara varietas dengan galur.

Hasil penelitian Balitsereal menunjukkan bahwa penggunaan benih turunan pada pertanaman jagung hibrida silang tiga jalur menurunkan hasil sebesar 21,82%. Mempertimbangkan tingkat penurunan hasil maka jagung hirida silang tiga jalur sebaiknya ditanam maksimal sampai generasi kedua.

Sumber : http://www.litbang.deptan.go.id (26/08/2014)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856