Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Pemerintah Belum Serius Kelola Jagung
19 October 2012 [ 28 views ]

Sumber : http://sains.kompas.com (19/10/2012)

BOGOR, Pemerintah belum serius memaksimalkan produksi jagung sebagai salah satu variasi pangan selain beras. Diperlukan komitmen berkelanjutan agar diversifikasi pangan tercapai serta mengurangi ketergantungan pada beras.

Hal ini mengemuka dalam seminar rutin hasil penelitian pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (18/10/2012), di Bogor, Jawa Barat. Pemakalah adalah Suarni (peneliti Balai Penelitian Tanaman Serealia Kementan di Maros, Sulawesi Selatan) dan Suhartini (peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Kementan di Subang).

Suarni mengatakan, jagung memiliki keunggulan dan karakteristik yang tidak dimiliki beras dan terigu. Namun, jagung masih menjadi makanan tambahan, berbeda dengan beras dan terigu yang menjadi sumber pangan masyarakat Indonesia.

Keunggulan jagung di antaranya mengandung asam lemak tak jenuh dan antioksidan. Jagung merah bahkan memiliki mineral besi (Fe), kalsium (Ca), serta vitamin A dan E kadar tinggi. Keunggulan lain, jagung muda dapat dibuat susu, es krim, dan puding, yang tak dapat dibuat menggunakan terigu atau beras.

Ia menjelaskan, konsumsi beras di Indonesia 139 kilogram per kapita per tahun. Angka ini lebih dari dua kali konsumsi dunia, 60 kilogram per kapita per tahun.

Untuk komoditas jagung, Dewan Jagung Nasional memprediksi tahun 2014 dapat menghasilkan 31,3 juta ton. Namun, data tahun 2008 menunjukkan, produksi baru 16,3 juta ton.

”Pemerintah belum serius melakukan diversifikasi pangan. Program hanya pelatihan pengolahan produk dan tidak ditindaklanjuti. Komitmen menghidangkan makanan lokal pada kegiatan hanya seremoni,” ujarnya.

Ia menyebutkan, potensi jagung di Indonesia sangat besar. Balai Penelitian Tanaman Serealia telah mengumpulkan 640 aksesi plasma nutfah dari seluruh Tanah Air. Ada biji jagung berwarna putih hingga jagung berwarna ungu yang memiliki keunggulan masing-masing.

Seorang peserta seminar, mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan, Prof Djoko Darmadjati, mengatakan, diversifikasi pangan bisa dimulai dari keluarga masing-masing.

Djoko menyarankan orangtua mulai memberikan aneka macam makanan, sayuran, dan buah kepada anaknya sejak dini. ”Pembiasaan sejak kecil akan terbawa saat anak tumbuh dewasa,” katanya. (Ichwan Susanto)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856