Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Panen Raya 3.081 ha Jagung Hibrida BISI Bersama Wamentan di Dompu
23 March 2011 [ 116 views ]

Sumber: Majalah Abdi Tani

“Bagaikan emas di tanah lapang”, itulah yang diungkapkan oleh Wakil Menteri Pertanian RI Bayu Krisnamurthi saat melakukan panen raya secara simbolis 3.800 ha jagung hibrida produksi PT. BISI International Tbk (PT. BISI) di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) (20/3/2011). Ungkapan itu disampaikan Bayu karena merasa kagum dengan begitu luasnya hamparan tanaman jagung yang siap panen di Manggelewa itu.

Dalam kesempatan itu, Bayu didampingi oleh Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi, Wakil Gubernur NTB H. Badrul Munir, Deputi Pengembangan Sumber Daya Kementerian PDT Jamaludin Malik, Bupati Dompu Bambang M. Yasin, dan sejumlah pejabat terkait. Hadir pula mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Adi Sasono dan sejumlah pengusaha nasional yang bergerak di bidang pakan ternak.

Menurut Bupati Dompu Bambang M. Yasin, panen raya itu merupakan bagian dari program peningkatan populasi sapi, jagung, dan rumput laut (PIJAR) dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta menekan angka kemiskinan di Dompu hingga di bawah 21 persen.

“Ini adalah titik awal bangkitnya masyarakat Dompu dalam memperbaiki ekonomi. Program pengembangan sapi, jagung, dan rumput laut atau PIJAR adalah langkah kami dalam mengatasi kemiskinan selama ini,” ujar Bambang.

Bambang menyebutkan, potensi lahan di Dompu yang bisa dikembangkan untuk pertanian mencapai 119.000 hektar. Sementara itu, pada musim tanam kali ini, luas areal penanaman jagung di Dompu mencapai 14.000 hektar, dimana 3.081 hektar di antaranya ditanami empat jenis varietas jagung hibrida produksi PT. BISI (BISI-2, BISI-12, BISI-16, dan BISI-816) yang dijadikan lokasi panen raya bersama Wamentan di Manggelewa tersebut. Jumlah itu telah melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebanyak 10.000 hektar.

“Animo masyarakat Dompu terhadap komoditi jagung sangat bagus, terbukti dari 10.000 hektar luas lahan yang kami targetkan, membengkak menjadi 14.000 hektar, dengan tingkat produktivitas mencapai delapan ton per hektar,” kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, luas penanaman jagung di Dompu tiap musimnya akan terus ditingkatkan. Jika pada musim tanam sekarang luas penanamannya telah mencapai 14.000 hektar, maka hingga akhir tahun ini luas penanamannya akan ditingkatkan lagi menjadi 30.000 hektar.

“Perkiraan produksi jagung yang kami panen untuk musim tanam 2010/2011 ini sebesar 105 ribu ton dengan asumsi produksi tujuh ton per hektar pipilan panen, dengan nilai produksi Rp. 210 milyar,” kata Bambang.

Hal itu, lanjut Bambang, akan terus ditingkatkan dan pada tahun 2015 mendatang luas tanamnya diasumsikan mencapai 108.337 hektar dengan produksi sebesar 800,359 ton atau senilai Rp. 1,6 triliun.

Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Dompu itu pun mendapat apresiasi positif dari Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi. Pasalnya, kabupaten yang memiliki luas wilayah sekitar 2.300 km2 ini merupakan satu-satunya kabupaten di NTB yang berani melanjutkan program pemerintah provinsi dan pusat dalam mengembangkan komoditas jagung.

“Biasanya kalau saya berkunjung ke daerah, wakil gubernur akan mengisi di daerah lain. Tapi kali ini saya dan wagub datang bersama-sama. Ini juga bentuk apresiasi kami kepada Pemkab Dompu,” ujar Majdi.

Majdi juga mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan yang menyebutkan bahwa dari hasil pengembangan jagung di Kabupaten Dompu itu telah menciptakan perputaran uang hingga Rp. 210 milyar. “Kalau ini ditingkatkan, bukan suatu keniscayaan daerah ini akan keluar dari ketertinggalan,” lanjutnya.

Majdi menilai, peningkatan komoditas jagung, rumput laut, dan pengembangan bumi sejuta sapi yang dikemas dalam program PIJAR itu merupakan salah satu strategi yang tepat dan cepat untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi setempat dan menekan angka kemiskinan di daerah itu.

Sementara itu, Wamentan Bayu Krisnamurthi juga menyambut baik apa yang telah dicapai oleh Pemkab Dompu. Menurutnya, hal itu bisa dijadikan momentum untuk menarik banyak investor menanamkan modalnya di Dompu. Sehingga komoditas jagung itu bisa dikelola dengan lebih baik dan sistematis yang ujungnya menjadi alat utama untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Bayu juga mengatakan, hadirnya Adi Sasono dan sejumlah pengusaha nasional yang bergerak di bidang pakan ternak bisa dimanfaatkan pemerintah setempat untuk memulai langkah besar dalam pengembangan komoditas jagung di Dompu, misalnya dengan mendirikan pabrik pengolahan pakan ternak di Dompu.

“Selama produksi dan ketersediaan jagung tetap ada, maka para investor juga akan mendukung,” tegas Bayu.

Hingga saat ini, menurut Bayu, permintaan jagung, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar dunia masih sangat besar. Selain sebagai bahan baku utama dalam industri pakan ternak, komoditas jagung juga dikembangkan menjadi sumber energi hayati (biofuel) pengganti bensin.

“Yang lebih hebat lagi, jika peraturannya keluar, jagung itu akan jadi bahan dasar plastik. Nanti akan ada syarat, plastik harus bisa hancur di tanah. Jadi tidak bikin polusi tanah, tidak jadi sampah di tanah. Itu bisa dibikin dari jagung,’’ ungkapnya.

Hal itu merupakan peluang besar bagi Dompu untuk ikut serta mengambil bagian di dalamnya. Oleh karena itu, Bayu berharap masyarakat Dompu bisa menciptakan situasi yang kondusif untuk membuka pintu investasi yang luas bagi para pengusaha.

Menyikapi hal itu, Bambang telah membuat komitmen dengan sejumlah penyedia jasa angkutan laut untuk memuat semua hasil panen petani Dompu dan memanfaatkan segenap potensi dan sarana yang ada di Pelabuhan Soro Kempo. Selain itu, Pemkab Dompu juga akan melakukan perbaikan dan pengembangan sarana pelabuhan yang ada agar kapal bermuatan 200 hingga 800 ton bisa bersandar.

“Mulai hari ini kita tidak perlu khawatir, karena berapapun jagung dan rumput laut yang kita miliki sudah ada yang bersedia membelinya,” ujar Bambang.

Di penghujung acara, Wamentan bersama Gubernur secara simbolis memberikan bantuan benih jagung super hibrida BISI 816 kepada sejumlah kelompok tani yang ada di Kabupaten Dompu. (Disarikan dari berbagai sumber)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856