Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Panen Jagung BISI-2 di Desa Bojong Nangka
2 November 2014 [ 67 views ]

Pada awal bulan September lalu, Tim Tanaman Pangan yang dipimpin Ir. Puji Astuti, MM mengunjungi Kelompok Tani Harapan Sejahtera III di bawah komando Abu Bakar yang melakukan  panen jagung BISI-2 di Desa Bojong Nangka Kecamatan Petir.

Abu Bakar mendapat bantuan SLPTT Jagung Hibrida seluas 10 Ha Kawasan Pengembangan dari Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.

jagungbisi2bojongnangka1

Walaupun mendapatkan bantuan benih subsidi, Kelompok Tani Harapan Sejahtera III menggunakan benih dengan membeli sendiri dikarenakan varietas yang tersedia dari benih subsidi kurang akrab di kalangan petani di desa Bojong Nangka. Mayoritas petani di Kecamatan Petir menggunakan benih varietas BISI-2.

Dalam kegiatan panen ini, Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) juga diundang untuk bersama-sama melakukan ubinan.

Dari hasil timbangan pipilan biji kering dengan kadar air rata-rata 27% diperoleh berat rata-rata 4 kg. Bila dikonversi ke dalam hektar dengan kadar air 16%, maka produktivitas di lokasi Keltan Harapan Sejahtera III ini sekitar 4,23 ton per hektar.

jagungbisi2bojongnangka2

Rata-rata produktivitas jagung Kabupaten Serang adalah 3,23 ton/ha sedangkan produktivitas rata-rata jagung Provinsi Banten adalah 3,19 ton/ha. Hasil yang dicapai oleh Keltan Harapan Sejahtera III ini melampaui rata-rata produktivitas Kabupaten Serang dan Provinsi Banten namun masih di bawah produktivitas yang pernah dicapai oleh Keltan Harapan Sejahtera V ketika panen raya jagung pipilan kering dengan Ibu Wakil Bupati Serang, Hj. Ratu Tatu Chasanah pada tahun 2013 yang mencapai 5,7 ton/ha. Angka produktivitas ini pun masih di bawah rata-rata nasional yang berkisar pada level 4,8 ton/ha.

Namun apa yang telah dicapai oleh Abu Bakar dengan anggotanya perlu mendapat apresiasi yang tinggi karena telah dapat mencapai angka produktivitas yang cukup tinggi. Karena itu DPKPP Kabupaten Serang akan mengupayakan agar Keltan Sejahtera III dapat memperoleh alat pemipil jagung mekanis dan bantuan benih jagung hibrida apabila di awal musim hujan pada bulan November bersemangat kembali untuk menanam jagung hibrida dan panen hingga pipilan kering.

jagungbisi2bojongnangka3

Berdasarkan data spasial atau peta penggunaan lahan Kabupaten Serang dan peta baku lahan sawah yang dirilis oleh Kementerian Pertanian, dari luas wilayah Desa Bojong Nangka 92 ha, luas lahan sawah hanya berkisar sebesar 19,37 ha, sedangkan luas lahan kering/kebun mencapai  44,98 ha. Sisanya adalah pemukiman.

Bila melihat luas lahan kering tersebut, Desa Bojong Nangka sangat tepat bila kegiatan pengembangan komoditi tanaman pangan difokuskan pada komoditi palawija. Kemungkinan terjadinya konflik komoditi dalam menghadapi musim hujan lebih kecil dibandingkan dengan desa-desa di wilayah pantura yang mayoritas menanam padi.

Pola budidaya yang dikaitkan dengan karakteristik wilayah perlu mendapat perhatian petugas pertanian lapangan dalam menyusun pola tanam yang dilakukan oleh kelompok tani sehingga alokasi bantuan baik yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten dapat memperoleh hasil yang optimal. Contohnya adalah Desa Bojong Nangka, kedepannya  kegiatan budidaya komoditi padi tidak lagi dialokasikan di desa ini dan diutamakan untuk pengembanngan komoditi palawija seperti jagung pipilan kering dan kedelai.

Data spasial luas baku lahan sawah per desa sudah pernah didistribusikan kepada Ka.UPTD PKPP Kecamatan se-Kabupaten Serang, namun tampaknya penggunaan data ini sebagai dasar dalam merencanakan pola tanam komoditi tanaman pangan belum seperti yang diharapkan.

Tim Tanaman Pangan saat ini sedang meng-update luas baku lahan sawah sesuai dengan pemekaran desa-desa baru dan menyesuaikan dengan Peta LP2B yang sedang disusun oleh Fakultas Pertanian UNPAD sebagai dasar bagi penyusunan sasaran indikatif tanaman pangan MT 2014/2015 dan MT 2015.

Petugas pertanian lapangan juga dibekali dengan kemampuan membaca peta digital dengan perangkat lunak GIS, di samping menyegarkan kembali (refreshing) metode pengumpulan data Statistik Pertanian.

Dari hal ini diharapkan diperoleh data yang lebih presisi dalam merencakan kegiatan pertanian tanaman pangan di masa datang yang pada gilirannya akan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran pula sehingga penggunaan dana pembangunan dapat efektif dalam memberikan daya dorong peningkatan kesejahteraan petani. ZD.

Sumber : http://disperta.serangkab.go.id (29/10/2014)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856