Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.685

Last Update 23 November 2017
Mewaspadai Serangan Lalat Bibit Pada Tanaman Jagung
24 July 2013 [ 1,167 views ]

Jika tanaman jagung muda Anda tiba-tiba layu dan menguning, bisa jadi itu merupakan salah satu penanda serangan hama lalat bibit. Hama ini memang mudah tertarik dengan kecambah atau tanaman yang baru tumbuh. Kehadirannya juga patut diwaspadai, karena serangannya bisa menyebabkan kerugian hingga 80%, bahkan bisa juga berakibat puso atau gagal panen.

Lalat bibit atau dalam bahasa latinnya Atherigona exigua, merupakan salah satu hama tanaman jagung yang sangat merugikan jika keberadaannya tidak segera diantisipasi sejak dini. Pasalnya, yang diserang adalah tanaman yang masih muda atau yang baru muncul di permukaan tanah.

lalat bibit

Gejala awal yang bisa dilihat saat tanaman jagung diserang lalat bibit adalah berubahnya warna daun dari hijau normal menjadi kekuning-kuningan. Kemudian, di sekitar batang jagung yang terserang akan membusuk hingga akhirnya tanaman akan layu, kerdil, dan bahkan mati.

Berdasarkan data yang pernah dirilis Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Tahun 2008, hama dari ordo Diptera itu hanya ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera. Keberadaannya juga lebih banyak di musim penghujan, karena hama ini menyukai lingkungan yang lembab. Selain itu, jika kondisi lingkungannya kering, telurnya tidak akan menetas atau kalaupun menetas larvanya akan mati sebelum memakan batang jagung.

Imago AtherigonaSerangan awal lalat bibit itu sendiri dimulai saat serangga dewasa (imago) betina yang memiliki panjang 2,5-4,5 mm meletakkan telurnya secara tunggal di bawah permukaan daun atau pada batang jagung yang ada di dekat permukaan tanah. Jumlahnya berkisar 7-22 butir, bahkan bisa juga hingga 70 butir.

Telur berwarna putih yang memiliki panjang 1,25 mm dan lebar 0,35 mm itu akan menetas selang 33 jam atau maksimal empat hari setelah diletakkan.

Setelah menetas, larvanya akan segera melubangi batang jagung dan membuat semacam terowongan hingga ke dasar batang atau titik tumbuh tanaman. Hal inilah yang akan membuat tanaman menjadi kuning dan akhirnya mati. Kalaupun tanaman jagung tersebut mampu melakukan recovery, pertumbuhannya akan kerdil dan tidak bisa optimal.

Larva yang panjangnya sekitar 9 mm itu pada awalnya berwarna putih krem dan akan berubah menjadi kuning hingga kuning gelap. Stadia larvanya sendiri berlangsung selama 6-18 hari dengan tiga instar atau tiga tahap pertumbuhan larva.

Siklus lalat buahSementara pada fase pupa, hama ini umumnya berada di pangkal batang atau di dekat permukaan tanah. Warna pupariumnya coklat kemerahan hingga coklat dengan panjang sekitar 4,1 mm. Lamanya stadia pupa hingga keluarnya imago berlangsung selama 12 hari. Imago tersebut akan terbang setelah satu jam keluar dari puparium.

Imago Atherigona tersebut sangat aktif terbang dan sangat tertarik dengan kecambah atau tanaman yang baru muncul di atas permukaan tanah. Lama hidupnya bervariasi, antara 5 hingga 23 hari, dan imago betina akan berumur dua kali lebih panjang dibandingkan imago jantan.

Untuk pencegahannya bisa dilakukan dengan menerapkan pola pergiliran tanaman selain jagung dan padi. Selain itu, penggunaan varietas jagung yang memiliki ketahanan terhadap serangan hama ini juga akan lebih memudahkan pencegahan dan pengendalian.

Mengingat siklus hidup lalat bibit hanya berlangsung selama 1-2 bulan di musim hujan, oleh karena itu, menggeser waktu tanam dan melakukan penanaman serempak juga menjadi siasat lain untuk mengatasi serangan hama tersebut.

Sedangkan secara hayati, penggunaan parasit juga sangat membantu. Semisal penggunaan parasitoid Thricogramma spp. yang bisa memarasit telur, atau Opius sp. dan Tetrastichus sp. yang mampu memarasit larva. Sedangkan Clubiona japonicola bisa menjadi predator bagi imago lalat bibit.

Sementara untuk pengendalian secara kimiawi bisa menggunakan insektisida yang diaplikasikan pada benih atau seed treatmen sebelum tanam. Misalnya dengan mencampurkan insektisida Wingran 70WS sebanyak 2-4 gram pada satu kilogram benih jagung sebelum ditanam.

————————————-

WINGRAN 70WS

Nomor Pendaftaran : RI. 01010120031803

WINGRAN 70WS adalah insektisida seed treatment/perlakuan benih yang bersifat  racun kontak dan lambung yang sistemik berbentuk tepung berwarna biru. Digunakan untuk melindungi bibit padi dari serangan hama penggerek batang, hama putih, lalat daun, ganjur dan bibit jagung dari serangan lalat bibit.

IDENTIFIKASI PRODUK :
Nama Produk : WINGRAN 70 WS
Jenis Produk : Insektisida
Bahan Aktif : Imidakloprid 70 %
Nama kimia : 1-(6-Chloro-3-Pyridymetyl)-N-nitroiminomidazolidin 2-ylideneamine
Rumus empiris : C9H10ClN5O2PETUNJUK PENGGUNAAN :

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856