Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Meskipun Kemarau Panjang, Petani Desa Jepangrejo Blora Masih Bisa Panen Jagung BISI -18
11 September 2015 [ 156 views ]

Musim kemarau panjang yang melanda seluruh Indonesia menyulitkan sebagian petani yang menanam jagung. Termasuk juga yang terjadi pada Gapoktan Ngalab Berkah Desa Jepangrejo Kecamatan Blora, yang menjadi lokasi diadakannya acara panen raya jagung hibrida BISI-18 pada tanggal 10 September 2015. Panen jagung Hibrida BISI-18 tidak terlalu maksimal karena kekurangan air sepanjang musim.  Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Blora, Kepala Dinas Pertanian Blora, Camat, Muspika, Dinas terkait di Kab.Blora dan masyarakat petani.

jagungblora

Susahnya air membuat tanaman jagung tumbuh dengan tidak sempurna, apalagi dengan hanya bisa mengandalkan air yang dikocorkan ke setiap tanaman jagung.  Abdul Azis, Market Development dari PT. BISI membenarkan hal tersebut, “Air kurang dari mulai tanam hingga menjelang panen, dan petani juga hanya bisa melakukan pemupukan cuma satu kali, itupun juga harus dikocor dengan air.”

Meski demikian, Gapoktan Ngalab Berkah masih bersyukur karena pada musim kemarau ini tanah di desa Jepangrejo masih bisa ditanami jagung  BISI-18 dan berhasil sampai panen.  Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Blora Sukaryo mengatakan, ”Meski belum maksimal, alhdulillah masih ada pendapatan yang bisa diterima para petani. Jika dihitung-hitung dari areal tanaman jagung seluar 224 hektare dengan rata-rata produktivitas 65 kuintal per hektare pipil kering, hasil produksi yang dapat dicapai sebesar 1.456.000 kilogram”

Lebih lanjut Sukaryo menjelaskan bahwa dari hasil itu jika dihitung nilai jual di tingkat petani sudah cukup bagus. Sebab saat ini harga jual di tingkat petani mencapai Rp 3.150, per kilogram. Harga ini relatif tinggi jika dibanding harga jagung pada sebelumnya yang hanya mencapai Rp 2.500-2.800 perkilo.

Gapoktan Ngalab Berkah masih beruntung karena dengan menanam jagung Hibrida BISI-18 mereka masih bisa panen, sedangkan sebagian lain malah sudah tidak bisa panen. “BISI-18 ini memang masih mampu ditanam pada daerah kekeringan” jelas Abdul Azis. “Potensi jagung BISI-18  bisa mencapai 12 ton pipil kering per hektar, apabila dalam kondisi cukup air, pasti petani bisa panen dengan baik” lanjutnya.

Kondisi kekeringan ini tidak menyurutkan petani masyarakat desa Desa Jepangrejo Kecamatan Blora. untuk terus menanam jagung, terutama jagung hibrida BISI-18. Karena sudah terbukti saat ini meskipun kurang air tetapi tetapi masih tetap bisa panen, demikian ungkapan Hariyadi, ketua Gapoktan Ngalab Berkah.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Perikanan dan Peternakan (Dintanbunakikan) Blora, Reni Miharti mengatakan, meski ada yang hasilnya kurang maksimal, pihaknya optimistis target produksi jagung akan terpenuhi karena luas lahan jagung cukup luas.

‘’Seperti di Jepangrejo karena kurang air hasilnya turun, karena kemarau tahun ini cukup panjang,’’ katanya. Namun demikian di beberapa desa pasokan air cukup sehingga jagung tumbuh baik. Produksi jagung pada 2015 ditargetkan 331.787,00 ton, hingga Agustus realisasinya baru mencapai 53,05 persen atau 176.006 ton.

Foto : Abdul Azis

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856