Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Meski Minim Air, Desa Purwosari-Kebumen Berhasil Panen Jagung BISI 18
14 September 2015 [ 144 views ]

Kelompok Tani Tri Murni Desa Purwosari, Kecamatan Puring, panen jagung super hibrida BISI-18 Cap Kapal Terbang, Sabtu (12/9). Hasil panen pun luar biasa, mencapai  288 ton dari lahan seluas 24 hektar.  Panen ini, sekaligus mendukung peningkatan produksi jagung yang ada guna memenuhi kebutuhan di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Ketua Kelompok Tani Tri Murni, Murdilan, mengatakan panen jagung dari program Yaro-yaro yang dilakukan kelompok tani tersebut, per 100 ubin  rata-rata dapat menghasilnya 12,7 kwintal jagung pipil kering. “Program Yaro-yaro dari BISI-18 Cap Kapal Terbang, itu program yang diberikan kepada petani dengan cara membayar separo-separo. Separo diawal saat akan tanam dan separonya lagi setelah panen,” terang Murdilan, disela-sela acara panen perdana, Sabtu lalu.

Murdilan mengungkapkan dengan panen jagung tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan swasembada jagung, apalagi Kebumen juga merupakan salah satu sentra tanaman jagung. Meski sempat terkendala minimnya air untuk menyirami tanaman jagung, pihaknya merasa bersyukur dengan panen jagung kali ini, dimana peningkatan produksinya cukup tinggi. Sehingga membanggakan bagi petani.

Menurutnya, jumlah petani yang terlibat dalam produksi jagung tersebut mencapai 150 orang dengan menggarap lahan mencapai lebih dari 24 hektar.  Ia mengaku, selain hasil panen melimpah, petani setempat juga tidak mengalami kendala dalam pemasaran hasil panen. “Karena pembeli datang sendiri. Selama ini berapapun adanya jagung, selalu habis dibeli,” ungkapnya.

Hanya saja, kata dia, harga yang berubah-ubah menyebabkan petani tidak dapat memprediksi penghasilannya. “Sekarang harganya antara Rp 2.850 sampai Rp 3.100 per kilogram,” imbuhnya.

Hadir pada panen perdana tersebut, Kepala UPT Dinas Pertanian dan Peternakan Wilayah  Petanahan dan Puring, Santoso, Agronomis BISI-18 Cap Kapal Terbang, Sipartulah, serta ratusan anggota kelompok tani setempat.

Sipartulah, menjelaskan keunggulan yang dihasilkan dari jagung benih BISI-18 Cap Kapal Terbang, diantaranya hasil panennya cukup menggembirakan yang bisa mencapai 12,5 ton per pipil kering per hektar. Selain itu, pertumbuhan dan vigor tanaman kuat, tahan penyakit karat daun, umur panen 97-100 hari, tongkol relatif seragam di setiap tanaman. Kemudian kelobot tipis menutup rapat sampai ke ujung tongkol, hingga rendemen cukup tinggi. “Benih jagung ini baik ditanam pada musim hujan maupun kering,” terangnya.

Sumber : http://www.kebumenekspres.com (13/09/2015)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856