Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.685

Last Update 23 November 2017
Menteri Pertanian Panen Padi dan Tanam Jagung Hibrida dengan Mesin
24 June 2015 [ 850 views ]

Selasa 23 Juni 2015, Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan langsung panen padi dan sekaligus menanam jagung menggunakan mesin. Panen padi dan tanam jagung dilakukan di lahan pertanian milik Kelompok Tani Tirto Mulyo 2 Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.

Menurut Amran, saat menggunakan mesin yang lebih modern, petani mampu mengurangi kehilangan produksi mereka. Jika kehilangan produksi dengan menggunakan manual biasanya 10,2%, maka dengan mesin modern kehilangan produksi bisa berkurang hingga 8%.

mesinpanenpadia

“Kalau menggunakan mesin seperti combine harvester, maka delapan persen dikali 70 ribu ton, berarti kita bisa selamatkan padi hingga lima juta ton. Tak hanya itu, penggunaan mesin juga mampu menurunkan biaya tanam dan produksi hingga 50 persen,” lanjut Amran.

mesinpanenpadi1a

Selain itu penggunaan mesin ini juga bisa meminimalkan biaya produksi. Amran mencontohkan, memanen padi di lahan 1 hektare secara manual membutuhkan waktu hingga dua minggu. Namun bisa dihemat menjadi setengah hari jika menggunakan Rice Combine Harvester.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga langsung melakukan penanaman jagung dengan menggunakan minitraktor 40 HP dan corn planter 4 row. Jagung yang ditanam adalah benih jagung hibrida BISI-18 yang sudah terbukti meningkatkan hasil pertanian dan sudah banyak ditanam petani di Nganjuk.

cornplanter1a

cornplantera

Dengan menggunakan mesin penanam jagung ini, waktu yang digunakan menjadi sangat hemat sehingga biaya produksi juga dapat dihemat. Wahyu Proyogo, SPMAB, General Manager Marketing PT.Corin Mulya Gemilang yang dihubungi terpisah menyatakan bahwa penggunaan mesin tanam jagung Maxxi mampu mempercepat penanaman jagung menjadi hanya 2,5 jam per hektar dan menghemat biaya hingga Rp. 450.000,- per hektar. Selain itu karena menggunakan mesin, maka presisi jarak tanam, masuknya benih ke dalam tanah dan jumlah benih dapat diatur, dan hal ini mampu meningkatkan hasil.

Lebih lanjut menurut Amran, produktivitas pangan terus meningkat setelah ada dukungan kebijakan Presiden Joko Widodo, yang menggelontorkan bantuan pertanian secara besar-besaran. Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2015, tak kurang dari Rp 16,9 triliun dianggarkan untuk membiayai pertanian. Diharapkan pada 2016 jumlahnya meningkat menjadi Rp 30-45 triliun guna mewujudkan swasembada pangan nasional.

Anggaran itu untuk berbagai program pengembangan pertanian, seperti pemberian bibit, bantuan alat-alat pertanian, perbaikan saluran irigasi, dan berbagai program pengembangan lainnya. Amran juga mengatakan, pemerintah fokus untuk pengembangan bahan pokok, seperti beras, padi, jagung, kedelai, bawang merah, gula, sampai daging. Pemerintah merencanakan terus menambah produksi, salah satunya dengan menambah luas tanam. Untuk padi, direncanakan sampai 3 juta hektare, kedelai sampai 700 ribu hektare, jagung sampai 1 juta hektare, dan sejumlah komoditas unggulan lainnya.

Panen raya di Nganjuk meliputi lahan seluas 218 hektare. Padi yang dipanen menggunakan bibit ciherang dan towuti. Lahan panen raya itu merupakan yang terluas secara nasional pada Juni 2015. Kabupaten Nganjuk menempati peringkat keenam dalam daftar pencapaian produksi pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Wibowo Eko Putro menjelaskan, lahan siap panen Nganjuk pada bulan ini sebanyak 213 hektare dengan produksi Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 416.879 ton. Dari jumlah tersebut, maka beras yang dihasilkan untuk Kabupaten Nganjuk sebesar 270.971 ton pada bulan ini. Sementara itu, untuk produksi GKG Jawa Timur pada tahun ini sebanyak 12,3 juta ton dengan jumlah beras yang dihasilkan sebesar 8,1 juta ton. Untuk kebutuhan beras di Provinsi Jawa Timur sendiri, sebut dia, setiap bulannya hanya sebesar 285 ribu ton.

“Setahun kebutuhan 38,6 juta penduduk Jawa Timur sebanyak 3,4 juta ton beras. Sedangkan produksi beras kita setahun sebesar 8,1 juta ton. Artinya, produksi beras kita melebihi kebutuhan yang ada,” papar Amran. Bahkan, lanjut dia, produksi beras selama empat bulan di Jawa Timur mampu penuhi kebutuhan beras penduduk Jawa Timur selama setahun. Itu pun masih ada sisa 600 ribu ton beras. “Kalau produksi setahun, maka akan mampu penuhi kebutuhan Jawa Timur dengan kelebihan beras yang mampu penuhi tujuh juta orang. Maka itu produksi beras Jawa Timur selalu diekspor ke daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat,” pungkas Amran.

Selain melakukan panen raya, Amran memberikan bantuan peralatan pertanian berupa 18 mesin panen (Rice Combine Harvester) dan 12 pompa air. Peralatan tersebut langsung diberikan kepada kelompok tani di Nganjuk dan bisa disewakan kepada kelompok tani lain yang tak mendapat bagian.

Menteri berharap, pemberian bantuan itu bisa bermanfaat. Dengan penggunaan mesin itu, selain bisa mengurangi biaya produksi juga relatif lebih cepat. Petani pun dengan cepat bisa langsung menjemur hasil panen.

“Bantuan ini berdasarkan keunggulan komparatif daerah. Jadi Nganjuk ini unggul untuk komoditas prioritas pangan seperti padi, jagung, dan kedelai,” ujar Amran.

Foto dan berita diolah dari berbagai sumber

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856