Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Mentan Sesalkan Impor Jagung Pabrik Pakan Ternak
30 March 2012 [ 54 views ]

Sumber : www.neraca.co.id (29/03/2012)

Jakarta – Kementerian Pertanian menyesalkan tindakan pabrik pakan ternak dalam negeri masih mengimpor jagung dari luar sebagai bahan baku padahal produksi nasional masih mencukupi. Produksi jagung nasional saat ini mencapai 17-18 juta ton sedangkan kebutuhan dalam negeri hanya sekitar 5 juta ton per tahun.

Menteri Pertanian Suswono mengaku menyesal dengan tindakan pabrik pakan ternak masih mengimpor jagung di tengah produksi dalam negeri masih mencukupi. Menurut dia, impor jagung dalam negeri saat ini mencapai lebih dari dua juta ton per tahun yang sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pakan ternak. Suswono mengatakan, potensi produksi jagung dalam negeri masih tinggi, sehingga pemerintah menargetkan pada 2014 tak akan ada impor komoditas pangan tersebut.

Di tempat berbeda, Ketua Umum Asosiasi Produsen Pakan Indonesia (APPI) Sudirman memaparkan kalau saat ini pasokan jagung untuk bahan baku industri pakan ternak Indonesia masih minim. Akibatnya, Indonesia masih harus mengimpor dari Amerika Serikat (AS), Brazil, dan Argentina. Lebih jauh lagi Sudirman mengatakan, impor jagung Indonesia terus meningkat. Di 2009 jumlahnya 400 ribu ton dan di 2010 jumlahnya sebanyak 1,5 juta ton.

“Di 2011 impor pakan ternak meningkat karena industri nasional tidak baik. Impor jagung di 2009 mencapai 400 ribu ton. lalu di 2010 sebanyak 1,5 juta ton. Harga jagung juga naik. Harga impor jagung untuk April nanti Rp 3.300 per kg, padahal 3 bulan lalu Rp 2.300,” ungkap Sudirman.

Sudirman mengatakan, dari 10,3 juta ton konsumsi pakan ternak di 2010, sebanyak 50% berasal dari jagung. “Industri dalam negeri sebenarnya tidak suka impor. Pemerintah meningkatkan produksi tapi sulit karena banyak faktor, salah satunya infrastruktur,” terangnya.

Karena itu, APPI meminta kepada pemerintah untuk membebaskan bea masuk jagung dari 5% menjadi 0% sehingga para produsen diringankan, dan harga jual makin murah. “Pemerintah harusnya memperhatikan nasib peternak. Ada bahan baku yang tidak diproduksi di Indonesia, jadi harus bebas bea masuk. Bea masuk bukan untuk instrumen pendapatan negara tapi untuk proteksi,” tukasnya. (Iwan)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856