Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Menanam Intani 602, Mendukung Swasembada Pangan
14 August 2017 [ 0 views ]

Swasembada pangan berkelanjutan, khususnya beras, masih menjadi fokus perhatian pemerintah. Beragam upaya terus dilakukan untuk bisa mewujudkan dan mempertahankannya. Salah satunya dengan teknologi padi hibrida yang memiliki produktivitas lebih tinggi.

Pada tahun 2017 ini, pemerintah telah mematok target produksi padi sebanyak 77 juta ton GKG atau naik lima juta ton (3,9%) dari capaian produksi di tahun sebelumnya. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, terus menggenjot produksi dengan melakukan sejumlah terobosan, mulai dari perbaikan saluran irigasi, penyediaan teknologi citra lansat, penerapan teknologi jarwo super, bantuan benih dan alsintan, pengawalan petugas lapang, hingga penyediaan asuransi pertanian.

Di tengah keterbatasan lahan dan sulitnya penambahan luas areal tanam baru, optimalisasi lahan yang ada menjadi sebuah keharusan untuk menggenjot produksi. Salah satunya dengan menggunakan varietas padi hibrida yang memiliki produktivitas lebih tinggi dari padi biasanya.

“Saat ini perluasan lahan tanam sudah sangat terbatas, dan pupuk juga terbatas. Dengan menggunakan benih hibrida, meskipun lahannya terbatas, tapi produktivitasnya bisa meningkat 20-25 persen per hektar,” ujar Tejo Iswoyo, GM Marketing Central Area PT BISI International, Tbk..

Sebagaimana dibuktikan oleh Supadi, petani padi di Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan menggunakan benih padi hibrida Intani 602, produk dari PT BISI International, Tbk., produktivitas padi di petakan sawah miliknya meningkat lebih dari 20%.

“Biasanya satu kotak (400 m2) itu paling bagus bisa dapat 9 sak gabah (± 360 kg), tapi dengan Intani (602) ini bisa dapat 11 sak atau sekitar 440 kilogram. Lumayan peningkatannya, kalau dihitung kan lebih dari 20 persen itu. Padahal cara tanam dan perlakuannya sama saja seperti biasanya,” terang Supadi.

Demikian halnya dengan Muslim, petani padi asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Bulus Pesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Di musim tanam kedua (MT II), Intani 602 yang ditanamnya di lahan seluas 100 ubin atau sekitar 1.400 m2, bisa menghasilkan 1,2 ton GKG.

“Musim MT II ini termasuk musim tanam yang lebih sulit, karena lebih banyak hama dan masalah ketersediaan air irigasi. Alkhamdulillah Intani 602 saya ini hasilnya bagus, bisa dapat 1,2 ton. Biasanya saat MT II panenan paling bagus sekitar 9 kuintal per 100 (ubin)-nya. Bahkan, padi milik Pak Lurah dari 400 ubin, hanya bisa dapat hasil 4 kuintal, banyak yang rusak karena serangan hama, terutama wereng,” ujar Muslim.

Tingginya produktivitas padi hibrida Intani 602 itu menurut Sutarto, petani padi di Desa Bumiraharjo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, Lampung, didukung oleh performa tanamannya yang berbeda dan lebih baik dibanding padi biasa. Menurutnya, padi hibrida tersebut memiliki performa tanaman yang lebih kokoh dengan anakan yang banyak serta malai yang panjang dan bulir yang banyak.

“Dibanding padi biasanya jauh berbeda. Tanamane lebih kokoh dan tahan roboh. Saya amati juga lebih tahan dari serangan wereng dan penyakit. Terus malainya itu lebih panjang dan bulirnya banyak sekali. Rata-rata 230 bulir per malai,” terang Sutarto yang produktivitas Intani 602 miliknya saat panen mencapai 8,87 ton gabah kering panen per hektar.

Hal itu juga dibenarkan Misraji, petani padi di Desa Plumpang, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur yang sudah membuktikan sendiri performa Intani 602 di sawah miliknya. Menurutnya, padi hibrida terbaru dari BISI tersebut dari awal tumbuh hingga panen sudah berbeda. Dengan perlakuan tanam yang sama seperti padi lainnya, Intani 602 memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik.

“Selain pertumbuhannya bagus, malai yang keluar juga lebih banyak. Sehingga hasil panennya pun akhirnya juga bisa lebih banyak. Yang penting lagi, bentuk gabahnya juga bagus, panjang-panjang, sehingga langsung disukai pedagang,” terang Misraji.

Bukan hanya bentuk gabahnya yang sudah sangat menjual, tapi rasa nasinya pun juga sangat disukai. Tekstur pulen dan aroma nasinya yang cenderung lebih harum menjadi daya tariknya.

“Rasa nasinya enak, pulen, dan wangi,” ucap Misraji. Demikian juga dengan yang disampaikan para peserta panen raya Intani 602 seluas 2 ha di Desa Bumiraharjo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah (27/7/2017). “Semua mengaku suka dengan rasa nasinya, lebih enak, pulen, dan saat dingin tidak mengeras. Saya sendiri suka dengan nasinya,” ujar Sutarto.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856