Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.850 (16%)

Lampung
Rp. 3.725 (15%) ; Rp. 3.625 (17%)

Balaraja
Rp. 4.000 (15%)

Cirebon
Rp. 3.750 (15%) ; Rp. 3.650  (17%)

Semarang
Rp. 3.700 (15%) ; Rp. 3.600  (17%)

Surabaya
Rp. 3.600 (15%) ; Rp. 3.500  (17%)

Makasar
Rp. 3.650 (15%) ; Rp. 3.350  (17%)

Last Update 14 December 2017
Saham BISI

1.790

Last Update 15 December 2017
Kiprah TNI Menanam Jagung
10 February 2015 [ 225 views ]

Seperti yang sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, dalam upaya untuk meningkatkan produksi jagung nasional TNI diharapkan ikut serta sebagai pendamping-pendamping di daerah. Mulai saat itu kemudian TNI ikut serta dalam pengembangan jagung secara nasional. Meskipun pada masa-masa sebelumnya TNI juga sudah melakukan penanaman jagung, tetapi saat ini beberapa daerah mulai melakukan dengan kegiatan kegiatan nyata. Berikut beberapa berita tentang kegiatan TNI dalam ikut meningkatkan penanaman jagung di daerah.

150 Babinsa Surabaya Praktek Menanam Padi, Jagung dan Kedelai

Sumber : http://suaramandiri.com (27/01/2015)

Para Danramil dan Babinsa mengikuti praktek lapangan menanam padi, jagung dan kedelai dilahan percontohan Dinas Pertanian Kota Surabaya. Praktek menanam ini diikuti oleh 150 Babinsa se-wilayah kota Surabaya.

Dalam sambutannya Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Pembibitan Dinas Pertanian Ir. Toeti Liliani menyampaikan rasa terima kasih dengan adanya kerjasama antara Dinas Pertanian dengan Korem 084/BJ. Para Babinsa semuanya mengikuti praktek menanam dengan sangat penuh bersemangat, antusias dan merasa senang sekali. Para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Dinas Pertanian sampai merasa kwalahan karena para Babinsa begitu bersemangat dan aktif belajar menanam padi, jagung dan kedelai, artinya jajaran TNI AD sudah bergerak maju mendahului jajaran pertanian.

150babinsa

Lebih jauh Ir. Toeti Liliani menyebutkan bahwa jika Bapak-bapak Babinsa terus bersemangat belajar menanam maka kendala-kendala kecil yang ada di lapangan akan dapat diselesaikan. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan para Babinsa di lapangan diharapkan terus bekerjasama, kompak, bersinergi sehingga mampu mendampingi, membina dan membimbing para petani untuk bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah mencapai target Swasembada Pangan tahun 2017.

Petugas PPL Bapak Suprianto, Bapak Suparjo, dan Bapak Langgeng pada kesempatan tersebut  memperkenalkan cara bertanam Padi, Jagung dan Kedelai diantaranya model tanam Jarwo ( Jajar Legowo) yaitu cara menanam mundur 20 cm dan lebar 40 cm dan model Sri (pengiritan air) padi yang ditanam sudah berumur 10 hari yang masih ada bijinya.

Hadir dalam acara praktek lapangan menanam, Kepala Dinas Pertanian, Kepala UPTD Balai Pembibitan, Para Pasirem, PPL Dinas Petanian Kota Surabaya, Para Danramil dan Babinsa se-wilayah Surabaya, acara berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

——————–

 

TNI dan Petani Tanam 35 Hektare Jagung di Aceh Utara

 Sumber : http://atjehpost.co (29/01/2015)

Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto diwakili Danrem-011/Lilawangsa Kol. Inf Hipdizah meresmikan penanaman perdana jagung di lokasi Paket 20, Gampong Seureuke, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Kamis, 29 Januari 2015, sore.

“Penanaman jagung di lahan seluas 35 hektar ini dilaksanakan oleh kelompok tani setempat melibatkan 40 petani dibantu sekitar 60 personil TNI. Kegiatan ini kerja sama Kodim 0103/Aceh Utara dengan Pemerintah Aceh Utara,” ujar Kepala Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Aceh Utara Amir Hamzah.

Tanam jagung Kodam acehutara

Mengutip keterangan Dandim Aceh Utara Letkol. Inf. Rosandriyanto, Amir Hamzah mengatakan semua kebutuhan kelompok tani penanaman jagung itu disiapkan melalui kerja sama Kodim dengan Pemkab Aceh Utara.

“Mulai pembersihan lahan, penyediaan bibit, penanaman, pupuk, penyemprotan sampai panen raya nantinya. Ini semua untuk kesejahteraan masyarakat dengan cara memfungsikan lahan tidur,” kata Amir Hamzah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, unsur Muspida, dan para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Aceh Utara.

“Kegiatan ini sebagaimana kerja sama penanaman kedelai di lahan seluas 40 hektar di Gampong Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu pada Desember 2014 dan sudah panen raya pada pertengahan Januari 2015,” ujar Amir.

——————–

 

Walikota Banjar bersama Komandan Kodim 0613 menanam jagung

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com (02/02/2015)

Pemerintah Kota Banjar bersama jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0613/Ciamis berkomitmen sepenuhnya mendukung program ketahanan serta swasembada pangan nasional. Mendukung kegiatan tersebut, pada tahun 2015 ini, areal tanaman jagung diperluas 60 hektare.

Bentuk dukungan program ketahanan pangan nasional dan tercapainya swasembada padi, jagung dan kedelai pada 2015, salah satunya ditandai dengan menanam jagung bersama jajaran Kodim 0613/Ciamis dengan Pemerintah Kota Banjar. Penanaman jagung perdana pada lahan seluas satu hektare dilaksanakan di wilayah Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Senin (2/2/2015).

banjartanamjagung

“Kami sepenuhnya mendukung program swasembada pangan, sebelumnya pemerintah mencanangkan 3 tahun ke depan sudah harus swasembada pangan. Kota Banjar memang sudah surplus, akan tetapi secara nasional masih harus lebih ditingkatkan,” tutur Komandan Kodim 0613/ Ciamis Rudy Jan Pribadi.

Dia mengungkapkan swa sembada pangan tersebut menitikberatkan pada tiga komoditi hasil pertanian yakni padi, jagung, dan kedelai. Untuk kelancaran program swasembada pangan, pihaknya ikut terlibat mulai dari masa tanam hingga panen.

“Kami melibatkan semua unsur di semua tingkatan. Sebelum terjun ke lapangan, personel juga mengikuti pendidikan dan latihan teknis menanam, pemeliharaan sampai dengan panen,” ujarnya.

Sementara itu wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih menyatakan saat ini merupakan momentum yang tepat untuk kembali menggelorakan semangat swasembada pangan. Keberhasilan program tersebut, harus mendapat dukungan dari semua pihak.

“Kekompakan semua pihak, juga menjadi kunci keberhasilan program swasembada pangan. Jangan sampai Indonesia negara agraris justru impor pangan. Indonesia negara maritim, jangan sampai impor garam. Sekarang waktu bangkit bersama,” tutur Ade Uu Sukaesih.

———————

Tentara Diajari Tanam Padi, Jagung dan Kedelai

Sumber : http://www.sorotgunungkidul.com (04/02/2015)

Seratus empatpuluh Bintara Pembina Desa (Babinsa) lingkup Kodim 0730/Gunungkidul, disuluh soal  ilmu tanam padi, jagung dan kedelai, Rabu (04/02/2015). Mereka diharap bisa menjadi pendamping petani dan gapoktan bersama petugas penyuluh lapangan (PPL).

Demikian lebih kurang yang terangkum dari paparan  dua nara sumber, masing-masing Kapten Infantri Romadi dan Serma Tri Agus. Penyuluhan dilakukan guna menindaklanjuti nota kesepahaman dengan Kementrian Pertanian.

gunungkidulTNI

“Tujuan yang ingin dicapai atas pendampingan tersebut adalah untuk keperluan mempercepat tercapainya swasembada pangan,” kata Serma Agus Tri.

Secara teknis para Babinsa dibekali teori penanaman padi, kedelai serta jagung. Khusus tanam padi diperkenalkan teori pengairan. Metode sri jajar legowo 3:1 dan 2:1, serta cara pemupukan yang berimbang.

“Tentara harus mau hiruk pikuk di masyarakat. Bertani bersama warga, meski itu sebatas sebagai pendamping merupakan bagian tak terpisahkan dari manunggaling TNI dan rakyat,” tegas Kapten Inf. Romadi.

——————–

 

Kasdim 0712/Tegal Tinjau Lokasi Penanaman Jagung

Sumber : http://www.tniad.mil.id (05/02/2015)

Rabu (4/2) di Desa Marga ayu Kec. Margasari Kasdim 0712/Tegal Mayor Inf Yuli Setiyono S.Pd, Danramil 17/Margasari Kapten Arm Suroso bersama ADM, KPH Balapulang yang diwakili oleh Wakil ADM KPH Balapulang Bpk.Mugni S.Hut dan Aparat Desa Marga Ayu serta perwakilan petani melaksanakan peninjauan lokasi yang akan dijadikan lahan penanaman jagung yang diprakarsai oleh Kodim 0712/Tegal dan KPH Balapulang serta Gapoktan dan masyarakat sekitar hutan Desa Marga Ayu Kec Margasari.

kasdimtegal

Kegiatan ini dalam rangka menindak lanjuti program ketahanan pangan yang tengah digalakan oleh pemerintah. Luas lahan yang akan ditanami jagung + 9 Ha dan berada dipetak 137 wilayah KPH Balapulang yang berada diperbatasan antara Desa Marga Ayu kec. Margasari Kab. Tegal dengan Desa Songgom Kec. Songgom Kab. Brebes.

Penanaman jagung secara bersama dan dalam lahan yang cukup luas ini direncanakan akan dilaksanakan setelah panen jagung petani pada bulan ini kemudian juga akan dilaksanakan secara simbolis oleh Forkopimda dan ADM KPH Balapulang oleh karenanya perlu dipersiapkan secara matang segala sesuatunya guna menunjang kelancaran kegiatan yang dimaksud.

———————

 

Demplot Jagung TNI, Pemko Kejar Produksi 15 Sampai 20 ton/Ha

Sumber : http://www.padangtoday.com (09/02/2015)

Mewujudkan mimpi produksi 15 sampai 20 ton per hektar, bukanlah mustahil. Walikota Riza Falepi dan Dandim 0306/50 Kota, Letkol Inf. Trisno Widodo, mencanangkan target tersebut di depan ratusan prajurit TNI, anggota kelompok tani serta jajaran Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut), pengurus JKMP4 (Jaringan Komunitas Masyarakat Pertanian, Perikanan dan Peternakan) dan komunitas lainnya. Keduanya meminta, target jagung tersebut harus mampu dikejar, untuk memelihara ketahanan pangan nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Riza Falepi bersama Dandim Trisno Widodo, saat  melakukan penanaman jagung di hamparan percontohan milik  Kodim 0306/50 Kota, di Kelurahan Ompang Tanah Sirah,  Kecamatan Payakumbuh Utara, Senin (9/2). Penanaman perdana jagung hibrida itu dilakukan Walikota Riza Falepi bersama Dandim Trisno Widodo.

payakumbuhjagung

Kapolresta Payakumbuh AKBP Yuliani, SH bersama Wakil Ketua Pengadilan Negeri Eko Agus Siswanto, SH,  Kajari Payakumbuh diwakili Mursal, SH, Dan Denzipur 2, Mayor CZI Alfi M, Dan Yonif 131/BS diwakili Kapten Inf. Rudi, serta Ketua Persit KCK Ny. Trisno Widodo, juga ikut menanam benih. “Saat panen, tiga bulan mendatang, Jangan lupa  mengundang kami pak Dandim,” ucap  Ibu Kapolresta.

”Sudah pasti, kita makan rebus jagung bersama,” sambut Trisno, letnan kolonel yang akrab dengan rakyat ini.

Bersamaan dengan  penanaman demplot jagung itu, Walikota Riza Falepi juga melantik pengurus JKMP4 Payakumbuh yang dipimpin duet ketua Yudi Thamrin bersama sekretarisnya Bujang Niar. Kehadiran JKMP4 di tingkat kota, akan dilanjutkan pada setiap kecamatan di Payakumbuh.

”Kami siap bersinergi dengan anggota TNI dan jajaran pertanian serta kelompok tani, untuk meningkatkan produksi pertanian, peternakan dan perikanan di kota ini,” sebut Yudi didampingi Humas JKMP4 Bayu Risla Vesky.

Sumatera Barat butuh jagung  350 ton lebih per hari, guna memenuhi pakan ayam lebih kurang 7,2 juta ekor ayam petelur. Dari data tersebut, 75% di antaranya, usaha peternakan itu berada di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Sementara, produksi jagung di Payakumbuh sendiri baru mampu sekitar 1.500 ton dengan total tanam lahan seluas lebih kurang 300 hektar. Tahun 2015 ini, sebut walikota, pemko melalui Distanbunhut di bawah pimpinan Iqbal Bermawi, M.Si,  mentargetkan tanam seluas 475 hektar dengan produksi 1.966 ton.

Namun demikian, walikota mengintervensi Distanbunhut untuk menggenjot produksi itu.

”Jika mengacu dengan target minimal  10 ton rata-rata per hektar, dengan luas tanam 475 hektar, maka produksi jagung kota ini tahun 2015, akan berjumlah 4.750 ton. Walikota Riza menegaskan,  Distanbunhut bersama  jajarannya harus mampu mengejar target realistis dimaksud. “Apalagi dalam mengejar peningkatan produksi ini, pemko sudah dibantu anggota TNI dan JKMP4. Lakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi  yang lebih baik di lapangan,” katanya.

Dandim 0306/50 Kota Trisno Widodo, mengatakan, untuk mengejar swasembada pangan ini, pihaknya siap diganggu pemko dan masyarakat petani.

”Kapan dan dimana saja, kami prajurit TNI siap membantu masyarakat petani dalam memacu produksi  beras, jagung dan kedele. Malahan, kami siap masuk sawah, masuk kolam ikan dan masuk kandang ternak, guna meningkatkan produksi untuk ketahanan pangan,” tegasnya.

Menurut Trisno Widodo, tugas tambahan yang diembang prajurit TNI, bukan mengambil pekerjaan pemko atau Distanbunhut. Melainkan, membantu pemko dan masyarakat petani, agar mampu mengaplikasikan swasembada pangan, meliputi padi, jagung, kedele, gula dan daging sapi, seperti diamanahkan Presiden RI Joko Widodo, simpulnya.

Sebelum bertanam, prajurit tersebut bersama Kasdim Mayor Inf. M. Kasni dibekali dengan pelatihan teknis, sehingga begitu tampil di lapangan seluruh prajurit tidak gagap. Selain memakai bibit jagung berkualitas, demplot itu juga memakai kohe (kotoran hewan) sebagai  pupuk organik.

——————–

Tentara Tanam Jagung Organik

Sumber : http://news.padek.co (10/02/2015)

Guna mendukung swasembada pangan, Komandan Kodim 0308 Pariaman Letkol Inf Persada Alam melakukan tanam perdana jagung organik di Korong Aia Tajun Jambak, Lubukalung, Padangpariaman.Palawija yang ditanam di lahan seluas satu hektare itu akan dikelola babinsa bersama warga setempat.

Tanam perdana jagung organik itu juga dihadiri Kapolres Pariaman AKBP Rudi Yulianto, Tim JKMP4 Padangpariaman dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Padangpariaman Yurisman serta sejumlah unsur terkait.

tentara

Letkol Inf Persada Alam berharap jagung ini memberikan hasil lebih banyak dibandingkan tanaman yang ditanam selama ini.

Di bawah panduan tim ahli dan JKMP4, metode yang digunakan untuk tanam perdana ini, adalah metode organik, sehingga hasil yang diharapkan biasanya jauh lebih banyak dibandingkan non-organik.

Untuk program ini, ada 12 orang babinsa yang langsung turun dan mengawasi demplot jagung tersebut. Sehingga pengelolaannya lebih maksimal, tentunya dibantu oleh tim JKMP4 Padangpariaman.

“Anggota kita didampingi para ahli dalam pengelolaan. Mereka akan memandu langsung hal apa saja yang harus dilakukan para anggota kita. Sehingga setelah panen nanti beberapa anggota dan JKMP4 dapat menyosialisasikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Padangpariaman Yurisman mengungkapkan, beberapa waktu lalu hasil panen jagung petani  mencapai 6,9 ton per hektare. Dengan adanya program ini, dia berharap kerja sama Dinas Pertanian dengan pihak TNI dan JKMP4 dapat menghasilkan panen lebih besar.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856