Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Jagung Hibrida BISI 816 Menguntungkan Petani Temanggung
24 January 2013 [ 121 views ]

Sumber : http://www.temanggungkab.go.id (22/01/2013)

Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi melakukan panen perdana  jagung hibrida varietas Bisi  816  di Desa Gesing Kecamatan Kandangan Selasa (22/1). Panen perdana  ditandai dengan pemetikan buah jagung di lahan milik petani disaksikan, Kepala  Bapeluh, Camat Kandangan dan pejabat terkait.

Bupati Hasyim Afandi  dalam sambutannya mengatakan menyambut positif upaya Badan Pelaksana Penyuluhan  Kabupaten Temanggung  mengembangkan jagung  hibrida varietas Bisi 816  di Gesing. Hal tersebut  dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi jagung sekaligus  kesejahteraan petani.   Dia mengharapkan agar budidaya  penanaman jagung  hibrida Bisi 816  terus dikembangkan di masa mendatang. Menurutnya  petani era sekarang sudah waktunya mengubah paradigma pikiran lama. Kalau  pada jaman dulu ungkapnya, petani hanya berpikir sederhana misalnya menanam jagung berbuah jagung. Namun untuk saat ini paradigma itu harus diubah  dengan menanam cengkir ( Kencenge pikir) yaitu  tidak lagi menanam jagung berbuah jagung, melainkan menanam jagung harus berbuah uang. Filosofi itu artinya petani  mesti  berpikir produktif, dalam bercocok tanam  selektif memilih jenis tanaman pertanian varietas unggul dan prospek pasarnya  cerah seperti jagung  hibrida Bisi 816  guna menghasilkan uang.Dengan demikian petani dapat menikmati keuntungan  sehingga hidupnya sejahtera.

“Dengan mengembangkan pola berpikir kreatif, inovatif dan produktif, petani tahu persis komoditas apa yang ditanam dan kapan harus menanam supaya pada saat panen  mudah dijual dan harganya mahal. Kesalahan yang acap kali dilakukan petani pada umumnya kurang memperhatikan jenis tanamam dan waktu penanaman. Pada saat panen jumlahnya  melimpah otomatis  harganya murah  sehingga merugi“ tandasnya seraya menambahkan hasil pengembangan inovasi berbagai komoditas pertanian unggulan kini sudah mulai membuahkan hasil memberi peluang petani meningkatkan penghasilannya.

Ketua kelompok Tani Ngudi Rejeki  II desa Gesing Imron    menjelaskan,  jagung  bisi 816  yang dipanen merupakan  program demplot pengembangan  penanaman jagung  tahun 2012 dibawah binaan Bapeluh Temanggung . Lahan yang ditanami seluas 7 hektar dikelola oleh 40 anggota tani. Berdasarkan ubinan rata-rata setiap hektar menghasilkan jagung petik basah  antara  12 – 14 ton. Jika dikeringkan mencapai 8 – 10 ton. Diutarakan,  menanam jagung bisi 816  jauh lebih menguntungkan  karena produksinya  jauh lebih banyak bila dibanding jagung lokal. “Harga  jual jagung pipilan kering saat ini Rp. 3.200/kg. Jika satu hektar  mencapai 10 ton maka petani mendapat penghasilan Rp. 32 juta. Oleh karena itu penanaman jagung tersebut akan terus dilakukan dan dikembangkan di masa-masa mendatang“ tuturnya.

Dia mengutarakan, keunggulan jagung  hibrida bisi 816  selain tahan penyakit bulai, karat daun dan  hawar daun, juga   tongkolnya  besar dan seragam, biji muput sampai ujung  serta nacap dalam. Disamping itu  janggel kecil dan rendemen tinggi, bisa dipanen umur 99 hari serta   kebutuhan benih  cukup 20 kg /hektar. (Hms13/Edy Laks)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856