Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Jagung Bisi 2 di Walenrang Timur Capai 8,8 Ton per Hektar
31 January 2014 [ 73 views ]

Luar biasa perjuangan para petani di Desa Taba, Kecamatan Walenrang Timur (Waltim). Pasalnya, hasil panen perdana padi jenis bisi 2 di atas areal lahan sawah kering tersebut, mencapai 8,8 ton/ hektare.

Jika melirik kebelakang, tahun 2013 kemarin, rata-rata hanya mencapai produksi 6-7 ton/ hektare. Akan tetapi, panen perdana seperti yang dilakukan (kemarin, red) betul- betul hasilnya menggembirakan, yakni 8,8 ton/ hektare. Selain dihadiri Kadis DTPHP, Ir Andi Pangerang, juga turut ambil bagian, para Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), Kepala Balai Pertanian Kecamatan (BPK) Walenrang, Ir Abdullah, Manteri Tani, Kecamatan Walenrang, Manteri Tani, Kecamatan Waltim, Ir Abel Evi Carmelita MP, petani Panik Langkan dan masyarakat Desa Taba, berlangsung dengan penuh keakraban.

Andi Pangerang, usai acara mengatakan, maksimalnya yakni diangka 12 ton/ hektare namun bagi dirinya produksi jagung diatas rata-rata 8,8 ton/ hektare sudah membuktikan kalau petani di Waltim, sudah mengikuti intruksi DTPHP Kabupaten Luwu.

Jagung Bisi 2 lanjut Pak Kadis, merupakan salah satu program unggulan DTPHP Luwu, ketika lahan sawah milik petani tidak berproduksi. Petani harus mampu mengeluarkan ide- ide cemerlang yang tentunya semua itu bisa memberikan pengaruh yang luar biasa bagi kemajuan sektor pertanian di wilayah Walmas dan Luwu. “Pemerintah sudah memberikan semua yang diinginkan petani, nah tinggal bagaimana petani bisa mengaplikasikan apa yang diberikan DTPHP kepada petani, “kata Andi Pangerang, Selasa, 28 Januari 2014.

Tak hanya itu, petani di Walmas dan petani dari luar Pulau Sulawesi, katakan saja bukan pribumi, biasanya lebih manja ketimbang yang bukan putra daerah. Kenyataannya saat ini, putra daerah kalau pergi berkebun, pulangnya tidak membawa apa- apa. Lain dengan yang bukan putra daerah, datang dipenuhi dengan bekal pulangnya membawa lebih banyak barang, seperti rumput untuk makanan hewan ternak. “Kita tetap bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada pemerintah karena tak henti-hentinya memplot bantuan ke petani yang ada di desa, “tutupnya.(ded)

Sumber : http://www.palopopos.co.id (29/01/2014)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856