Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.690

Last Update 24 November 2017
HPP Jagung Sudah Disiapkan Draft Untuk Diterbitkan Inpres
21 April 2015 [ 69 views ]

Tuntutan petani agar segera ditetapkannya HPP (harga pembelian pemerintah) untuk komoditi tanaman pangan, khususnya jagung dan kedelai segera terealisasi. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan draf usulan HPP baru yang akan direalisasikan dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres).

“Untuk HPP jagung sudah disiapkan draft untuk diterbitkan Inpres. Bulan ini Inpres tersebut akan keluar bersamaan dengan panen raya jagung yang berlangsung di sejumlah daerah. Kenaikan HPP jagung sesuai dengan kebijakan yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo awal April lalu,” kata Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Hasil Sembiring, Selasa (21/4).

Ia mengatakan, sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan harga pembelian pemerintah untuk jagung basah pipilan atau baru panen Rp 2.000 per kilogram dan jagung pipilan kering Rp 2.700/kg. Usulan penetapan pembelian jagung itu dilakukan dengan syarat pengaturan kadar air sebesar 16 persen.

Selain penetapan HPP jagung, Kemtan juga memastikan Bulog akan menyerap hasil panen jagung dari petani. “Arahan dari kami dan telah disetujui oleh Perum Bulog, yakni Bulog dapat menyerap jagung petani saat panen selama setahun ini sekitar 2 juta ton,” katanya.

Sedangkan HPP kedelai kini masih dalam tahap usulan ada kenaikan sekitar 6 persen dari harga tahun lalu. Jika HPP kedelai tahun lalu tahun lalu sebesar RP 7.500 per kg, maka HPP baru nanti sebesar Rp 8.400 per kg.

Namun HPP kedelai baru tersebut diperkirakan akan meluncur awal Mei mendatang menyusul musim panen pada bulan Juni. “Kenaikan HPP ini penting karena pemerintah prihatin dengan produksi kedelai yang masih melandai. Dengan HPP baru diharapkan minat petani tanam kedelai bisa meningkat agar produksi juga terus bertambah,” ungkapnya.

Menurutnya, kalaupun ada naik produksi kedelai saat ini tidak sampai menyentuh angka 1 juta ton. Padahal kebutuhan kedelai setiap tahun mencapai 2,2 juta ton. Sehingga hampir separuh lebih kebutuhan kedelai dipenuhi dari kedelai impor.

Rendahnya minat petani untuk menanam kedelai diyakininya karena HPP yang rendah dan kalah dari HPP beras. Akibatnya, petani lebih suka menanam padi ketimbang kedelai. Harga kedelai di beberapa daerah misalnya begitu murah.

Ia menceritakan, ada usulan dari salah satu Bupati yang berkirim surat ke Kementan dan mendesak untuk segera menetapkan HPP kedelai. Ia menyebut harga jual kedelai tingkat petani masih dikisaran Rp 3.500 sampai Rp 4.000 per kg. “Kami sudah sudah buat draft-nya dan usulan sudah ke Presiden. Jadi tunggu saja dalam waktu dekat, Instruksi Presiden (Inpres) kedelai akan keluar,” tegasnya.

Sumber : http://kominfo.jatimprov.go.id (21/04/2015)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856