METODE PENGHITUNGAN ESTIMASI PRODUKSI JAGUNG

Ini adalah halaman khusus Internal Corporate, dan tidak untuk di publish.

Metode ini menggunakan pendekatan berat biji jagung per tanaman dan jumlah populasi tanaman jagung di suatu luasan.

Seperti kita tahu bahwa produksi tanaman jagung di representasikan dari kuantitas dan kualitas biji jagung yang dihasilkan. Sehingga dengan menggunakan pendekatan perhitungan berat biji jagung dalam suatu populasi tanaman jagung, diharapkan bisa mendapatkan perhitungan estimasi produksi hasil yang mendekati kenyataan. Faktor Kadar Air juga diperhitungkan untuk mendapatkan konversi hasil ke kadar air yang diperlukan untuk kepentingan Pabrik.

Metode ini mencoba mengakomodasi kepentingan pelaku di lapangan untuk bisa melakukan estimasi hasil di lahan dengan cara perhitungan yang ringkas dan cepat, tetapi mendekati hasil nyata.

WAKTU PELAKSANAAN.

Perhitungan ini bisa dilaksanakan menjelang panen, atau pada saat minimal sekitar 100 hari setelah tanam pada dataran menengah ke bawah, dan sekitar 107 hari setelah tanam pada dataran menengah ke atas. Pada saat perhitungan diharapkan kondisi jagung sudah masuk ke fase pemasakan hingga pengeringan.

PERALATAN YANG DIBUTUHKAN.

    1. Karung secukupnya
    2. Timbangan
    3. Alat Ukur Kadar Air Jagung
    4. Alat Pipil Jagung Sederhana
    5. Pulpen/pensil
    6. Kertas   catatan
    7. Kalkulator
    8. dll.

METODE.

Pendekatan yang pertama adalah pada populasi tanaman dalam suatu lahan. Ada dua metode penghitungan, yaitu dengan menggunakan perhitungan Jarak Tanam dan Luas Lahan yang digunakan, dan menggunakan perhitungan Berat Benih yang Ditanam

Silakan memilih metode mana yang hendak digunakan, karena akan mempengaruhi perhitungan selanjutnya. Apabila kurang jelas silakan baca Petunjuk Perhitungan atau Chatting via WhatsApp.
1. Metode Jarak Tanam
2. Metode Berat Benih
Petunjuk Perhitungan
Chatting WhatsApp - 08113-18-8151