Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Hebohnya BISI-226 di Perbukitan Enrekang
14 August 2017 [ 80 views ]

Tongkol ‘super’ besar dan rendemen yang ternyata juga tinggi menjadi penanda awal yang membuat para petani jagung langsung jatuh hati dengan varietas BISI 226. Layaknya pendatang baru yang membawa beragam kelebihan, varietas jagung super hibrida terbaru dari PT BISI International, Tbk. itu tidak serta merta ‘diiyakan’ oleh para petani. Mereka terlebih dulu menunggu hasil nyata di lapangan.

“Setelah tahu bagaimana tanaman dan hasilnya, di kampung saya ini dalam dua musim tanam terakhir ini rata-rata petani sudah menanam (BISI) 226,” ucap Sardi atau yang lebih akrab disapa Hebron, petani asal Desa Tuara, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Hebron sendiri juga sudah menanam BISI 226 di lahannya yang berbukit dan berkerikil. Meskipun tidak banyak, tapi sejak awal tanam ia benar-benar mengamati performa jagung tersebut. “Saya hanya tanam empat kilogram benih BISI 226 di lahan berbukit dan berkerikil,” terangnya.

Menurut Hebron, potensi BISI 226 seperti yang tertera dalam kemasan benar-benar bisa muncul dan terbukti di lahannya. “Di lahan berbukit dan berkerikil saja hasilnya bisa bagus. Dari empat kilogram benih, saya bisa dapat 2.487 kilogram pipil basah kadar air 26%,” ujarnya.

Dengan hasil sebanyak itu, lanjut Hebron, tiap kilogram benih BISI 226 rata-rata bisa menghasilkan lebih dari 6 kuintal pipil basah atau setara 12,4 ton per hektar lahan. Padahal hasil panen jagung rata-rata di wilayahnya sekitar 5 kuintal per kilogram benih.

Tongkol besar, rendemen tinggi

Sebagai jagung ‘super’, sejak awal pertumbuhannya sudah menunjukkan performa yang meyakinkan. Batang yang besar, kokoh, dan tegak menjadi ‘suguhan’ awal yang menarik perhatian.

“Dari awal tumbuh sudah menyenangkan. Tanamannya sangat seragam, batangnya besar, daunnya hijau. Benar-benar tampak kokoh,” ujar Hebron.

Performa tanaman yang tumbuh kokoh sejak awal itu pada akhirnya juga menjadi penentu tingginya hasil yang akan diperoleh. Tidak hanya batangnya yang kokoh dan besar, tongkol yang terbentuk pun juga terbilang ‘super’ besar.

“Tongkolnya itu benar-benar panjang dan besar. Panjangnya rata-rata 27 cm dengan jumlah baris biji dalam tongkolnya berkisar 18 hingga 20 baris. Sewaktu panen di kebun, banyak orang yang ambil untuk cinderamata karena ukurannya yang luar biasa besar,” terang Hebron sembari tertawa geli.

Bahkan, lanjut Hebron, karena ukuran tongkol yang ‘super’ tersebut, ada penyedia jasa pemipilan jagung di desanya yang mengaku kesulitan memasukkan hasil panen BISI 226 ke dalam mesin pemipil. Mulut mesin pipil yang dimilikinya kurang besar untuk memuat tongkol BISI 226 yang panjang dan besar itu.

“Setelah dipipilpun bijinya juga tampak lebih besar dan tebal. Hal inilah yang menjadi salah satu motivasi para petani di sini untuk menanam (BISI) 226 di musim berikutnya,” ucapnya.

Tidak hanya ‘super’ besar ukurannya, tapi timbangannya juga lebih bobot. Hal ini juga dibuktikan sendiri oleh Hebron. Dari 4 kg benih BISI 226 ia memperoleh hasil pipilan sebanyak 2,49 ton. Hasil tersebut diperoleh dari sekitar 2,9 ton gelondongan jagung.

“Rendemennya tinggi, sekitar 85%. Janggelnya setelah dipipil ternyata kecil, sehingga wajar kalau rendemennya tinggi. Kita juga pernah mencoba pipil tongkol BISI 226 yang ukurannya seragam, hasilnya untuk mendapatkan 1 kilogram biji jagung pipilan hanya dibutuhkan 5 tongkol. Berarti memang benar-benar bobot bijinya,” ungkap Hebron.

Pun saat dikeringkan, bobotnya juga tidak banyak susut. “Dari pipil basah ke pipil kering hasilnya tidak jauh beda,” lanjut Hebron.

Tahan bulai

Bukan hanya memiliki performa tanaman dan hasil yang superior, jagung super hibrida ini juga memiliki ketahanan terhadap serangan penyakit bulai yang dipicu jamur Peronosclerospora maydis. Salah satu penyakit utama pada tanaman jagung yang selalu menjadi momok bagi para petani jagung.

“Aman dari bulai. (BISI) 226 sangat tahan,” ujar Hebron.

Hal yang sama juga disampaikan Yanto Arbanu, Petugas Penyuluh Lapang (PPL) Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Dari hasil pengamatannya di lapangan, di saat hampir semua varietas jagung di Sidrap terserang bulai, BISI 226 mampu bertahan dan memberikan hasil optimal bagi para petani.

“Musim saat ini di Sidrap serangan bulai lebih banyak. Hampir semua varietas jagung yang ditanam petani kena. Tapi petani yang mencoba tanam BISI 226 bisa aman, berarti varietas baru ini memang lebih tahan bulai,” terang Yanto.

Aplikasi BOOM Jagung

Selain karena karakter genetik yang memang ‘super’, kesuksesan Hebron ‘berkencan’ dengan si super hibrida BISI 226 juga ditunjang oleh dukungan input budidaya yang bagus. Untuk memunculkan segenap potensi yang dimiliki jagung super hibrida baru itu Hebron memberikan tambahan input berupa paket pupuk dan pestisida khusus jagung, yaitu paket BOOM Jagung.

“Kemarin saya semprot dengan BOOM Jagung, tapi hanya sekali, yaitu saat umur 30 hari. Meski hanya sekali semprot di lahan berbukit dan berkerikil, hasilnya bisa bagus. Jika dua kali aplikasi, maka saya pastikan hasilnya bisa di atas 12 ton,” ujar Hebron.

Paket BOOM Jagung sendiri merupakan paket pupuk dan pestisida lengkap yang berisi: pupuk majemuk Multi Jagung, fungisida Recor Plus 300EC, ZPT Bigest 40EC, dan perekat Besmor Jagung 600SL. Aplikasinya dianjurkan dua kali, yaitu saat tanaman berumur 15-20 HST dan 30-40 HST.

“Kalau jagung ini (BISI 226-red.) ditanam pada lahan datar dan subur dengan dua kali aplikasi BOOM Jagung, maka sudah dipastikan potensi hasilnya akan mencapai 15 ton, dan seperti yang tertera di deskripsi,” lanjut Hebron.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856