Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.690

Last Update 24 November 2017
Hebohnya BISI-18 di Kabupaten Luwu Utara
24 July 2013 [ 459 views ]

Kehadiran varietas jagung super hibrida baru BISI 18 di Kabupaten Luwu Utara ternyata langsung mendapatkan sambutan positif dari para petani dan juga pedagang yang ada di kabupaten sentra jagung tersebut. Bagaimana kehebohan petani dan pedagang di Kabupaten Luwu Utara membicarakan BISI-18? Berikut rangkumannya :

02. Bunda', Ds. Mario, Baebunta, Luwu Utara (9)

Bunda’, Desa Mario, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.

“Sangat memuaskan. Dengan jarak tanam rapat dan satu lubang berisi dua benih, BISI 18 bisa mengungguli jagung lainnya. Kalau biasanya dari 18 kilogram benih bisa mendapatkan tujuh ton pipil kering, dengan BISI 18 bisa mendapat sembilan ton pipil kering panen.”

 

03. Hj. Asmah, Ds Lara, Baebunta, Luwu Utara (2)Hj. Asmah, Dusun Polewali, Desa Lara, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara

“Dia kecil tapi berisi, lebih berat. Sebelum ada BISI 18, belum pernah ada hasil yang mencapai lebih dari 10 ton pipil per hektarnya. Pernah saya sekali panen dapat lebih dari 20 ton dari sekitar dua hektar lahan. Harga jual saat itu Rp. 2.300 per kilogram. Jadi saya bisa dapat untung bersih lebih dari Rp. 30 juta, karena biaya produksinya Rp. 10 juta. Sejak tanam BISI 18 saya tidak takut kasih bayar orang, karena hasilnya sudah pasti melimpah. Sekarang ini, dari lahan lebih dari 10 hektar saya tanami BISI 18 semua.”

 

05. Afandi, Ds. Mario, Baebunta, Luwu Utara (3)Afandi, Desa Mario, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara

“Hasilnya lebih bagus. Sekarang paling laris di sini, hampir semua petani mintanya BISI 18. Sekarang ini perbandingan jagung BISI 18 dengan jagung lain di sini bisa 10 : 1, artinya dari 10 hektar tanaman BISI 18, tanaman jagung lain hanya ada 1 hektar.”

 

07. Amirudin, Ds. Tandung, Malangke, Luwu Utara (2)Amirudin, Desa Tandung, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara

“Dalam satu karung, hasilnya lebih berat dibanding jagung lainnya. Beda sampai lima kilogram per karung. Benar-benar jagung penipu, karena kelihatannya tidak seberapa, tapi setelah ditimbang ternyata lebih berat. Susutnya tidak banyak, meskipun ditanam di musim basah.”

 

08. H. Ambosaka', Ds. Mario, Baebunta, Luwu Utara (3)H. Ambosaka’, Desa Mario, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara

“Memang bagus tanamannya. Sejak awal tumbuh sampai panen tidak ada masalah, daya tumbuhnya bagus, tanamannya seragam, dan tahan genangan. Saya tanam di sela-sela tanaman sawit juga tetap bagus, yang penting pemeliharaannya. Sekali tanam saya membutuhkan benih jagung 10 kilogram untuk dua hektar lahan sawit.”

 

 

09. M. Amir, Ds. Mario, Baebunta, Luwu Utara (3)M. Amir, Desa Mario, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara

“Sekarang ini hasil BISI 18 jauh lebih bagus dibanding jagung yang lain. Pertumbuhan dan hasilnya memang lebih bagus.  Lebih mudah jualnya, karena bijinya lebih kering, tahan simpan, dan lebih bobot.”

 

 

10. Jamaluddin, Ds. Mario, Baebunta, Luwu UtaraJamaluddin, Desa Mario, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara

“Saya lebih suka BISI 18. Karena, hasilnya lebih banyak, lebih berat, tahan simpan, dan disukai pedagang, jadi lebih mudah jualnya. Sudah tiga musim ini saya tanam BISI 18. Sejak ada jagung ini, saya tidak berminat tanam jagung yang lain.”

 

11. Kafrawi, Ds. Tandung, Malangke, Luwu UtaraKafrawi, Desa Tandung, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara

“Harga benihnya cukup bersahabat bagi petani, karena kualitasnya memang terbukti bagus. Sudah dua kali saya tanam, terakhir saya tanam satu doz (20 kilogram benih BISI 18-red.). Hasilnya juga lebih bagus dari jagung yang lain, dari satu kilogram benih itu rata-rata bisa dapat 500 kilogram jagung pipil kering. Bahkan hasil panen yang kedua bisa dapat 600 kilogram. Umurnya juga lebih pendek, tiga bulan sudah bisa dipetik, yang lain rata-rata empat bulan baru petik.”

 

12. H. Muslimin, Ds. Tandung, Malangke, Luwu Utara (4)H. Muslimin, Desa Tandung, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara

“Hasilnya memuaskan. Satu kilogram benih rata-rata dapat 500 kilogram pipil kering. Tanamannya lebih tahan bulai, saya tanam 60 kilogram (sekitar 7 ha-red.) tidak ada yang terkena bulai. Selain itu juga tahan busuk batang. Hasil panennya lebih bobot, bahkan kuli angkutnya sampai mengeluh karena per karungnya lebih berat. Sekarang petani di sini kalau tidak BISI 18, tidak mau tanam.”

 

14. Badahu, Ds. Arusu, Malangke Barat, Luwu Utara (2)Badahu, Desa Arusu, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara

“BISI 18 ini jagung penipu. Karena, kelihatannya sedikit, tapi setelah ditimbang hasilnya sangat banyak. Satu kilogram benih bisa dapat 500 kilogram pipil kering, jagung yang lain rata-rata hanya dapat 400 kilogram.”

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856