Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.690

Last Update 24 November 2017
Hatta Tengang “benar-benar jagung penipu”
6 August 2013 [ 292 views ]

Petani satu ini sangat terkesan dengan BISI 18, kualitas hasilnya memang mencengangkan. Menurutnya, bobot jagung pipilan BISI 18 tidak ada tandingannya. Dari satu karung yang pernah dia timbang, rata-rata bobotnya mencapai 150 kilogram. “Yang lain rata-rata hanya 120 kilogram per karung, ini yang membuat petani tertarik. Benar-benar jagung penipu,” ucap Hatta yang berasal dari Desa Gantarang, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto ini sambil tertawa

23. Hatta T., Ds. Gantarang, Kelara, Jeneponto2Hatta Tangeng, petani sekaligus pengepul jagung ini juga mempunyai kesimpulan sendiri tentang daya simpan BISI 18 “Kalau lebih tahan simpan kan petani tenang, pedagang yang membawa hasil panen pun juga tenang. Karena kualitas jagungnya tetap bagus, sehingga mudah masuk ke pabrik,” ujarnya.

Hanya saja, kata Hatta, tidak semua varietas jagung yang ada memiliki daya simpan yang lama dan kuat dengan sistem penyimpanan ala petani Gowa, Jeneponto, dan Bantaeng. Menurutnya, ada jagung yang secara produktivitas cukup tinggi, tapi daya simpannya kurang bagus dan kualitasnya langsung drop selama penyimpanan di lahan.

Harapan para petani dan pedagang tersebut sepertinya terjawab dengan adanya BISI 18. Hatta sendiri juga telah membuktikan keunggulan daya simpan dan produktivitas jagung super hibrida produksi PT. BISI International, Tbk. itu. Ia mengaku sudah kedua kalinya menanam benih jagung tersebut.

“Memang bagus, setelah dipanen dari lahan dan langsung disimpan dalam bentuk gelondongan tidak ada masalah sama sekali, jagungnya tetap bagus. Sebulan kemudian saya lihat juga masih tetap bagus, tidak ada biji yang menghitam dan berjamur,” terang Hatta.

“Setelah didros (dipipil dengan mesin pemipil-red.), bijinya itu tampak cantik dan mengkilat, pokoknya menarik lah. Karena itulah biji jagung BISI 18 lebih diminati pedagang dan lebih mudah masuk pabrik pakan ternak,” ungkap Hatta.

Lantaran itulah, kata Hatta, sekarang ini banyak petani yang tanam BISI 18. Bahkan, ia menyebut kehadiran BISI 18 tersebut sebagai angin segar yang menyejukkan bisnis permata kuning para petani setempat.

 

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856