Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
harga jagung melonjak, kedelai turun
1 April 2011 [ 0 views ]

Sumber: http://www.bisnis.com (01/04/2011).

JAKARTA: Harga kontrak berjangka jagung melonjak didorong oleh spekulasi ekspansi penanaman di negara eksportir terbesar dunia AS yang diperkirakan tidak mungkin mencukupi pemenuhan kembali stok global.

Nilai kontrak jagung untuk pengiriman Mei naik sebesar 5,7% menjadi US$7,33 per bushel pada Chicago Board of Trade, melanjutkan kenaikan kemarin sebesar 4,5%. Kontrak berjangka diperdagangkan pada level harga US$7,3125 per bushel pada pukul 10:59 di Singapura, naik 6,1% pada pekan ini.

US Departement of Agriculture (USDA) mengemukakan cadangan jagung negara tersebut pada awal Maret jatuh menjadi 6,52 miliar bushel atau jumlah terendah harian sejak 2007. Petani akan menabur benih jagung di area seluas sekitar 92,178 juta acre atau sekitar 37,3 juta hektare seiring kenaikan profit di sektor pertanian sementara permintaan bahan makanan dan biofuel memotong pasokan dunia. Luas area penanaman tersebut adalah yang terbesar kedua sejak 1944.

Sementara itu, harga kontrak kedelai untuk pengiriman Mei turun sebesar 0,4% menjadi US$14,045 per bushel setelah kemarin naik sebesar 2,8% yang merupakan laju kenaikan terbesar sejak 17 Maret 2011.

Berdasarkan data USDA yang dikutip Bloomberg, petani di negara itu akan memotong area penanaman kedelai sebesar 1% menjadi 76,609 juta. Negara tersebut diperkirakan berkontribusi terhadap 35% dari total panen biji minyak dunia. Posisi cadangan pada 1 Maret mencapai 1,249 miliar bushel atau turun sebesar 1,7% dari tahun sebelumnya.

Harga kontrak gandum untuk pengiriman Mei juga mengalami penurunan. Kontrak tersebut turun sebesar 0,9% menjadi US$7,5625 per bushel di bursa Chicago, setelah naik 5% kemarin.

Mengacu data USDA, total area gandum di AS diperkirakan naik sebesar 8,2% dari tahun sebelumnya menjadi 58,021 juta acre, lebih tinggi dibandingkan perkiraan rerata sejumlah analis sebesar 57,239 juta acre. Sebanyak 14,427 juta acre akan ditanami oleh gandum musim semi, naik 5,3% dibandingkan tahun sebelumnya. (mrp) – Anggi Oktarinda

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856