Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Harga jagung akan lampaui gandum
25 April 2011 [ 0 views ]

Sumber: http://www.bisnis.com (Bloomberg ). (25/04/2011).

CHICAGO: Harga jagung dan kedelai akan naik pekan ini setelah cuaca basah dan dingin melanda Midwest AS membuat tertundanya masa tanam dari dua komoditas menurunkan prospek panen.

Dua puluh empat dari 31 pedagang dan analis yang disurvei Bloomberg mengatakan harga jagung akan naik. Minggu lalu di Chicago Board of Trade, jagung untuk pengiriman Juli turun 0.7% menjadi US$7,445 per bushel, dan kedelai berjangka pengiriman Juli naik 3.5% ke US$13,8975 per bushel.

Jagung dapat menjadi lebih mahal daripada gandum untuk pertama kalinya sejak tahun 1984 karena permintaan untuk pakan ternak dan etanol tumbuh

“Jagung berjangka akan ke rekor harga rata-rata US$8 per bushel dalam tiga bulan yang berakhir 30 September, lebih dari taksiran gandum yang US$7,70 per bushel,” kata Abah Ofon, seorang analis komoditas pertanian di Standard Chartered Plc (STAN) di Singapura.

Sementara Goldman Sachs Group Inc (GS) mengatakan harga jagung akan menjadi 11% lebih mahal daripada gandum dalam tiga bulan. Jagung di Chicago diperdagangkan di US$7,60, naik 2,1%, pukul 3:21 sore waktu Singapura.

Naiknya biaya untuk jagung, sebagai bahan dalam pakan ternak dan unggas, dapat memacu harga pangan global naik lagi ke rekor baru danmendorong bank sentral dari Beijing sampai Brasil untuk meningkatkan suku bunga. “Hanya ada dalam jumlah terbatas gandum dapat Anda alihkan ke pakan ternak pada waktu tertentu.”

Menurut Ofon, yang pernah memprediksi secara benar pada bulan Januari bahwa harga gandum akan mengikuti harga jagung. “Hal itu akan membatasi kapasitas gandum untuk mendapatkan keuntungan dari lonjakan harga jagung,” katanya.

Gandum 49% lebih mahal daripada rata-rata jagung dalam lima tahun terakhir, dan terakhir diperdagangkan di US$8,545. Goldman Sachs memperkirakan gandum akan turun keUS$7,75 per bushel dalam tiga bulan, sementara jagung dapat maju ke US$8,60 per bushel.

“Jagung dapat melaju ke US$8 per bushel,” kata Lukas Mathews, seorang analis komoditas di Commonwealth Bank of Australia. Sedangkan Alex Bos, seorang analis pada Macquarie Group Ltd, mengatakan untuk jagung berjangka bisa naik setinggi US$10 per bushel jika petani AS menanam lebih sedikit daripada perkiraan pemerintah. (bsi)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856