Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.690

Last Update 24 November 2017
Haji Demanasah “tidak ada biji matinya”
25 July 2013 [ 77 views ]

Pak Haji Demanasah adalah seorang pedagang pengepul jagung dari Desa Tandung, Kecamatan Malangke, Luwu Utara, yang sekarang menanam jagung BISI-18 seluas lima hektar. Sebagai pedagang beliau merasakan bahwa biji jagung BISI-18 memang sangat berkualitas dan membantu meningkatkan pendapatan beliau sebagai pedagang.04. H. Demaneseh, Ds. Tandung, Malangke, Luwu Utara 2Pak Haji Demanasah rutin memasok jagung ke sejumlah pabrik pakan ternak seperti Charoen Pokphand Indonesia dan Japfa. Menurutnya, jika saat panen tiba, ribuan ton jagung pipil hasil panen petani tiap harinya dikirim ke pabrik pakan. “Saya sendiri tiap minggu ada sekitar 200 ton kirim ke Japfa atau Pokphand. Jagung dari sekitaran Malangke saja itu sudah ribuan ton per hari, dan kendaraannya kalau diparkir di jalan itu panjangnya bisa sampai empat kilometer,” terangnya.

Menurut Pak Haji Demanasah, kualitas jagung BISI 18 memang lebih baik dibanding jagung lain yang biasa ia kirim. Selain kadar airnya yang lebih rendah, kualitas biji jagungnya juga lebih bagus dibanding yang lain, sehingga lebih disukai pabrik pakan ternak.

“Bijinya lebih kering, keras, dan warnanya juga lebih merah mengkilat. Tidak ada biji matinya. Kalau jenis lain biji matinya bisa sampai 30%. Karena lebih kering, maka bijinya tidak mudah terserang jamur, dan lebih mudah diterima pabrik,” terang Pak Haji Demanasah mengenai BISI-18.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856