Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Genjot Produksi dan Mutu Jagung Melalui Mekanisasi
5 August 2017 [ 0 views ]

Sebagai salah satu daerah utama pendulang produksi jagung nasional, Jawa Timur terus berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan produksi jagungnya. Upaya intensifikasi dan ekstensifikasi terus dilakukan demi memenuhi kebutuhan dan capaian swasembada.

Sebagai komoditas pangan strategis, kegunaan jagung tidak hanya terbatas sebagai sumber pangan karena memiliki nilai nutrisi dan kalori yang lebih baik daripada padi. Tapi, juga sebagai bahan baku utama industri pakan ternak dan energi. Untuk itu, permintaannya sendiri juga terus naik dari tahun ke tahun.

“Permintaan jagung akan terus terjadi sejalan dengan pertambahan penduduk dan perbaikan kesejahteraan. Kenaikan konsumsi hewani khususnya daging ayam dan telur menambah kebutuhan jagung sebagai bahan baku industri pakan,” ujar Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo dalam rangkaian acara Panen Jagung Dalam Rangka Penerapan Penanganan Pasca Panen Jagung yang Baik di Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (3/8/2017).

Menurut Gus Ipul, panggilan akrab Syaifullah Yusuf, pengembangan komoditas jagung sendiri seharusnya tidak terbatas pada swasembada untuk memenuhi permintaan saat ini, terutama permintaan bahan baku pakan, tapi lebih untuk penguatan ekonomi, industri, dan kemandirian pangan.

Untuk itu, lanjut Gus Ipul, pada tahun anggaran 2017 ini, Pemprov Jatim memfasilitasi kegiatan jagung seluas 13.000 ha sebagai upaya memacu produksi melalui ekstensifikasi penambahan luas tanam. “Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perluasan areal tanam jagung pada lahan-lahan perkebunan, kehutanan, lahan adat, dan lain-lain yang sebelumnya belum pernah ditanami jagung atau sebelumnya pernah ditanami jagung tapi tidak ditanami lagi,” terangnya.

Selain upaya ekstensifikasi perluasan areal tanam, pengoptimalan lahan yang sudah ada atau intensifikasi juga dilakukan. Menurut Gus Ipul, kegiatan intensifikasi tersebut lebih berfokus pada upaya penanganan masalah terkait, seperti penerapan panca usaha tani yang disertai dengan kegiatan pendampingan, pengawalan, dan koordinasi yang lebih baik.

“Strategi ini dilakukan utamanya di wilayah yang sudah sulit untuk dilakukan perluasan areal tanam,” lanjut Gus Ipul.

Mekanisasi

Dalam upaya menggenjot produksi dan meningkatkan kualitas hasil panen jagung, Pemprov Jatim juga mendukung program mekanisasi pertanian yang saat ini tengah digalakkan pemerintah pusat. Melalui APBD, Pemprov Jatim pada tahun 2017 ini telah memfasilitasi para petani jagung dengan mesin pemanen jagung (corn combine harvester) sebanayk 25 unit dan mesin perontok jagung sebanyak 14 unit.

“Adanya mekanisasi ini bisa mengatasi masalah kelangkaan tenaga kerja permanen, menekan kehilangan hasil untuk mengamankan produksi, dan meningkatkan mutu jagung pipilan yang dihasilkan serta menekan potensi kehilangan hasil saat panen,” jelas Gus Ipul.

Dengan meningkatnya mutu hasil panen, lanjut Gus Ipul, maka petani akan lebih mudah dalam memasarkan hasil panennya. “Industri pakan ternak sendiri juga akan lebih mudah untuk memperoleh bahan baku jagung yang berkualitas sesuai standar baku yang ditetapkan, dan tidak menggantungkan jagung impor lagi,” ujarnya.

Produksi komoditas pangan, terutama padi, jagung, dan kedelai, di Jatim sendiri mampu meningkat signifikan dan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap produksi nasional. Pada tahun 2016 lalu, produksi padi Jatim mencapai 13,633 juta ton GKG, meningkat 10,31% dari tahun sebelumnya dan memberikan kontribusi 17,23% terhadap produksi padi nasional.

“Produksi jagung mencapai 6.278.264 ton pipil kering, meningkat 274.317 ton dan berkontribusi 32,01% terhadap produksi nasional. Sementara untuk kedelai, pada tahun 2016 lalu produksinya mencapai 344.998 ton biji kering, dan berkontribusi 28,64%,” papar Gus Ipul.

Untuk tahun 2017 ini, lanjut Gus Ipul, Pemprov Jatim menargetkan produksi padi bisa mencapai 13,874 juta ton GKG dan jagung mencapai 6,662 juta ton pipil kering. Sedangkan, komoditas kedelai ditarget mampu berproduksi sebanyak 367,4 ribu ton biji kering.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856