Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.685

Last Update 23 November 2017
Enrekang “Kampung BISI”
28 August 2014 [ 386 views ]

Kabupaten Enrekang terletak antara kilometer 196 dan kilometer 281 di utara kota Makassar.  Enrekang berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja di sebelah utara, Kabupaten Luwu di bagian timur, Kabupaten Sidrap di sebelah selatan, dan Kabupaten Pinrang di sebelah barat.

enrekang01

Enrekang memiliki wilayah perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian antara 70-3.000 meter di atas permukaan laut. Salah satu gunung yang terkenal adalah Gunung Latimojong yang memiliki ketinggian 3.239 meter di atas permukaan laut, dan merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Selatan. Enrekang juga memiliki beberapa sungai besar, seperti Sungai Tabang, Sungai Mata Allo, Sungai Mamasa, dan Sungai Saddang. Sungai Saddang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sulawesi yang melewati pusat kota Enrekang dan mengalir menuju Selat Makassar.

Salah satu komoditas pertanian di Kabupaten Enrekang yang terkenal adalah jagung.  Meskipun berada di daerah pegunungan dan perbukitan, petani di Kabupaten Enrekang mampu menghasilkan hasil panen jagung yang tidak kalah dengan daerah yang lain.  Lereng-lereng pegunungan yang terjal seakan tidak ada artinya bagi petani di Enrekang.  Hampir semua jengkal tanah di lereng-lereng pegunungan menjadi areal produktif untuk tanaman jagung.  Tidak salah kalau Kabupaten Enrekang juga sebagai penyumbang hasil produksi jagung  di Sulawesi Selatan.

enrekang03

Menjelang datangnya musim hujan, biasanya petani di Enrekang mulai menanami lahan mereka dengan beragam komoditas, terutama jagung. Jika musim tanam itu tiba, sepanjang mata memandang, tiap jengkal lahan perbukitan di kabupaten tersebut akan penuh dengan hamparan tanaman jagung yang menghijau.  Salah satu varietas jagung yang disukai dan banyak ditanam di Enrekang adalah Jagung Super Hibrida BISI 18.

enrekang02

Sudah tidak diragukan lagi, hampir semua petani di Enrekang menanam BISI-18, “disini Kampung BISI namanya… sebab Kabupaten Enrekang 90% tanam BISI 18, hehehe….” kata Pak Hebron Sardi, petani dari desa Tuara, Kecamatan Enrekang.

“Lahan di sini memang agak berkerikil dan selalu ditanam dengan sistem tanpa olah tanah. Jadi memang dibutuhkan varietas jagung yang mumpuni untuk ditanam dalam kondisi seperti itu, sekaligus mampu memberikan hasil yang menguntungkan bagi para petani,” itu alasan Hebron Sardi mengapa menanam BISI 18. “disini ada yang tanem 43 kg benih BISI 18, hasil panen 20 ton pipilan kering… itu sudah lumayan baik” tambahnya.

enrekang05

Abdurrahman, petani jagung di Desa Tungka, Kecamatan Enrekang. juga mengungkapkan “Hasilnya lebih bagus dari jagung yang lain, terutama hasil jagung pipilnya. Tanamannya juga lebih tahan dari penyakit bulai yang biasa menyerang di daerah sini.”

Menaman jagung di perbukitan Enrekang seringkali terkendala dengan kurangnya curah hujan yang dibutuhkan oleh tanaman jagung. Tetapi hal ini tidak menjadi kendala yang bagi BISI 18 untuk tetap tumbuh dan menghasilkan produksi yang baik.

“Jagung BISI 18 memang memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi cuaca. Jagung BISI 18 yang saya tanam ini sudah sebulan lebih tidak kena hujan, tapi masih bisa memberikan hasil yang maksimal,” ujar Tuti, petani jagung sekaligus Ketua Kelompok Wanita Tani di Desa Maroangin, Kecamatan Maiwa, Enrekang.

enrekang08

Beberapa petani juga mengatakan hal yang sama terkait ‘defisit’ atau kekurangan air di tengah-tengah bercocok tanam BISI 18. Khaerul dan Hebron misalnya, petani yang sama-sama dari Kecamatan Enrekang Selatan ini mengaku sangat kagum dengan performa jagung tersebut.

“Ternyata BISI 18 memang tangguh di segala musim. Dan itu terbukti di musim ini. Meskipun mengalami kekeringan di tengah jalan, tapi hasilnya tetap luar biasa. Kualitas bijinya bagus dan daunnya tetap hijau meskipun sudah dipanen, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak kami,” urai Hebron.

Bahkan, lantaran begitu senangnya dengan hasil yang mereka dapatkan itu, Hebron dan juga Khaerul pun memiliki ungkapan tersendiri dengan jagung hibrida tersebut, yaitu: “BISI 18 ini juga sebagai jagung kemarau yang hasilnya tidak bikin galau”.  

Di Enrekang rata-rata petani panen jagung BISI 18 pada umur 110-115 hari setelah tanam.  Mereka merasa jagung sudah cukup kering pada umur tersebut. Hasil panen jagung tidak langsung dijual, melainkan disimpan terlebih dahulu sebelum dijual. Panen dan pengangkutan hasil panen jagung ke panggung penyimpanan dilakukan secara gotongroyong oleh masyarakat. Jagung akan disimpan selama satu bulan atau lebih, apabila pedagang sudah datang untuk melihat dan cocok harganya, maka jagung baru dipipil.

enrekang06

Ketahanan dalam penyimpanan ini juga merupakan salah satu kelebihan dari BISI 18. Menurut Abdurrahman, hasil panen BISI 18 berbeda dengan jagung hibrida lainnya. Yang utama adalah memiliki bobot yang lebih berat dan tidak banyak mengalami kerusakan saat disimpan di penampungan sebelum dipipil dan diangkut ke gudang milik pengepul.

enrekang07

“Daya simpannya memang lebih bagus, karena kadar airnya itu rendah. Kalau jagung lain selama disimpan di penampungan sebelum didos (dipipil dengan mesin-red.) ada yang tumbuh. Jemurnya juga tidak perlu lama, karena lebih cepat kering,” terang Syaifudin, petani jagung BISI 18 yang juga tetangga Abdurrahman.

Keuntungan-keuntungan yang didapat dari BISI 18 inilah yang menyebabkan sebagian besar masyarakat percaya dengan BISI 18, sehingga bila saatnya musim tanam jagung di Kabupaten Enrekang, sejauh mata memandang akan terlihat BISI 18. Tidak salah apabila Pak Hebron Sardi mengatakan “disini KAMPUNG BISI namanya…”

enrekang04

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856