Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Dompu Sebagai Salah Satu Sentra Utama Produksi Jagung Nasional
25 April 2012 [ 85 views ]

Sumber : http://www.ntbprov.go.id (24/04/2012)

Menteri Pertanian yang dalam kunjungannya pada kegiatan panen raya jagung di Dompu (21/04/2012), Beliu didampingi oleh sejumlah pejabat Eselon I dan II Kementerian Pertanian, dan sejumlah pengusaha pabrik pakan ternak dari Surabaya dan Denpasar memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh pemerintah dan segenap masyarakat Kabupaten Dompu dalam peningkatan produksi jagung. Kerja keras seluruh elemen masyarakat Kabupaten Dompu telah mampu menempatkan Kabupaten Dompu sebagai salah satu sentra utama produksi jagung nasional setelah Lampung dan Sulawesi Selatan. Hamparan lahan kering yang sangat luas di Kabupaten Dompu dengan matahari yang bersinar setiap saat sangat potensial untuk pengembangan tanaman jagung.  “Kita berdosa kepada Tuhan Yang maha Pengasih jika hamparan lahan yang sedemikian luas dan disinari matahari sepanjang tahun ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memproduksi berbagai komoditas yang sangat dibutuhkan oleh rakyat” kata Suswono. Menteri Pertanian juga menyarankan agar pemerintah kabupaten dapat membentuk BUMD, yang dapat menampung produksi jagung petani ketika harga jagung jatuh. “Kami menyarankan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu dapat mendirikan BUMD yang dapat menampung hasil jagung masyarakat, khususnya ketika harga jagung jatuh” kata Menteri. Mentan menyatakan bahwa, saat ini NTB menempati urut ke 10 produsen jagung nasional.

Menurut Menteri Pertanian Program Swasembada beras, jagung, kedelai dan daging sapi, ditargetkan akan tercapai pada tahun 2014, sementara impor hanya maksimal 10 . Oleh karena itu, agar produksi jagung petani dapat diserap oleh pabrik pakan ternak yang ada diharapkan agar stake holder pertanian di daerah ini dapat membimbing para petani sehingga mampu memproduksi jagung dengan kwalitas yang diinginkan oleh pasar. Menteri Pertanian juga menghimbau agar jerami padi maupun jagung serta tanaman lain dimanfaatkan untuk pakan ternak dan menghentikan praktek pembakaran jerami yang telah berlangsung selama ini. Seharusnya bahan organik hasil sampingan usahatani dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang dalam tahapan selanjutnya dapat diolah menjadi pupuk organik. “Jerami padi maupun jagung dapat diolah menjadi pakan ternak berbentuk silase maupun hay dan disimpan sebagai cadangan pakan ternak pada musim paceklik. Selanjutnya kotoran ternak yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang dapat mengurangi penggunaan pupuk an organik. Saya berharap bahwa praktek pembakaran jerami yang berlangsung saat ini dapat dihentikan pada masa-masa selanjutnya” kata Suswono.

Pabrik pakan ternak membutuhkan 10 juta ton jagung pipilan kering, sementara produksi jagung nasional mencapai 18 juta ton. Jika angka yang dikeluarkan oleh BPS tersebut benar, maka impor jagung sesungguhnya tidak lagi diperlukan. Masalahnya adalah bagaimana mempertemukan pihak pengusaha pakan dengan para petani melalui suatu MoU yang jelas dan mengikat kedua belah pihak. Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga menyinggung perlunya diversifikasi pangan masyarakat agar tidak tergantung pada nasi. Masyarakat bisa mengkonsumsi jagung, singkong, umbi-umbian lainnya, sukun, pisang dan sumber karbohidrat lainnya yang banyak tersedia di tengah-tengah masyarakat.

Terkait masalah permodalan, Mentan menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana KUR sebesar 20 triliun rupiah dan menegaskan bahwa pinjaman sebesar 20 juta rupiah tidak perlu memakai agunan. Menyinggung ketersediaan pupuk yang tidak tepat waktu dan menjadi masalah klise petani selama ini, Mentan menyarankan untuk memaksimalakan peran KP3 (Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida) di setiap kabupaten/kota yang diketuai oleh Bupati dan Plh. Asisten II Setda, Polisi dan Jaksa, sehingga dapat meminimalkan permasalahan dalam distribusi pupuk. Menteri juga menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangan sebagai penghasil pangan keluarga.

Acara seremonial panen jagung dan rencana dialog Mentan dengan warga masyarakat di lokasi acara panen raya jagung di Desa Tolokalo, terpaksa dibatalkan karena berita wafatnya Wamen ESDM, Profesor Widjajano  dalam pendakian ke Gunung Tambora sehingga FKPD Kabupaten maupun Provinsi harus berkoordinasi untuk proses evakuasi jenazahnya. “Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, Bapak Profesor Widjajano yang kemarin sempat bertemu warga masyarakat di tempat ini, siang tadi dinyatakan wafat di Post I pendakian ke Gunung Tambora. Oleh karena itu, acara ini terpaksa kita hentikan sampai disini. Apapun usul dan permintaan Bapak/Ibu/Saudara yang ingin disampaikan kepada Bapak Menteri Pertanian agar dituliskan dan kami berjanji pasti akan menyampaikannya. Kami bersama jajaran Pemerintah Provinsi akan berkoordinasi mengurus evakuasi jenazah almarhum” kata Bupati Dompu. Bupati Dompu memimpin pembacaan Surat Al Fatihah yang dihadiahkan untuk arwah Almarhum Profesor Widjajano. Setelah ditutup dengan do’a, selanjutnya rombongan Mentan dan Wakil Gubernur kembali ke Pendopo Kabupaten Dompu. (Mursal, Ismulyadi, dan Lalu Edi Setiawan)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856