Harga Jagung Pipil

Medan
Rp. 6.150 (15%) ; Rp. 5.650 (17%)

Lampung
Rp. 5.400 (15%) ; Rp. 5.150 (17%)

Balaraja
Rp. 5.975 (15%)

Cirebon
Rp. 5.500 (15%) ; Rp. 5.400 (17%)

Semarang
Rp. 5.500 (15%) ; Rp. 5.400 (17%)

Surabaya
Rp. 5.600 (15%) ; Rp. 5.500 (17%)

Makasar
Rp. 5.600 (15%) ; Rp. 5.500 (17%)

Last Update 12 November 2018
Saham BISI

1.470

Last Update 15 November 2018
Dirjentan Minta Bisi Backup Teknologi Bagi Petani
25 October 2018 [ 0 views ]

Aplikasi teknologi dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah yang lebih baik. Demikian halnya dalam budidaya jagung, penerapan teknologi tepat guna akan mampu meningkatkan produktivitas yang ujungnya adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petaninya.

Itulah yang ditekankan Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dirjentan) Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto, MS., DAA., dalam kesempatan panen raya jagung bertajuk Guyub Panen Nusantara bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), PT BISI International, Tbk. (BISI), dan PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. (CPI) di Desa Mejoyo, Kecamatan Plemahan, Kediri, Jawa Timur (18/10).

Menurut Gatot, teknologi itu diterapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu, ia meminta secara khusus kepada BISI sebagai produsen benih jagung hibrida terbesar di Indonesia untuk lebih serius dalam memberikan pendampingan teknologi yang tepat guna bagi para petani.

“Saya minta kepada BISI, jualan benihnya dibackup dengan teknologi supaya hasilnya petani bisa meningkat signifikan,” ujar Gatot di hadapan lebih dari seribu petani jagung.

Garansi teknologi, lanjut Gatot, juga menjadi wujud tanggung jawab perusahaan kepada para petaninya. “Jadi tidak hanya jual putus. Tapi perusahaan juga memastikan mereka para petani yang membeli benih diberikan layanan teknologi gratis dan harga jualnya dijamin dengan baik,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah BISI yang selama ini terus berinovasi melalui riset dan pengembangan teknologi dengan menghasilkan varietas-varietas yang memiliki produktivitas tinggi, tahan penyakit, dan memiliki adaptasi luas. Salah satunya adalah varietas jagung hibrida BISI-2 yang melegenda dengan kemampuannya bertongkol dua tiap tanaman.

Selain itu, Gatot juga berharap, ke depannya BISI bisa memperluas sentra produksi benihnya ke seluruh wilayah Indonesia. “Agar harga benihnya bisa lebih ekonomis, karena ongkos angkutnya bisa lebih murah. Misalkan benih untuk Makassar harus bisa diproduksi di Makassar langsung. Tidak dikirim dari jawa lagi. Hal ini sekaligus pemerataan kerja dan pemberdayaan masyarakat di luar jawa,” jelasnya.

Sementara itu, terkait kemitraan produksi jagung pipil yang selama ini telah dirintis oleh BISI, Gatot secara khusus luasannya bisa terus ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak petani mitra di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya dengan menggandeng HKTI sebagai salah satu wadah organisasi bagi para petani di Indonesia.

“Kerjasamakan pengadaan benihnya dengan HKTI, termasuk produksi jagung pipilnya. Sehingga produksi jagung ini melimpah ruah. Mudah-mudahan ini menjadi momen kebangkitan pertanian kita,” pungkasnya.

Sumber : Abdi Tani

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856