Harga Jagung Pipil

Medan
Rp. 4.600 (15%) ; Rp. 4.500 (17%)

Lampung
Rp. 4.550 (15%) ; Rp. 4.400 (17%)

Balaraja
Rp. 4.750 (15%) ; Rp. 4.450 (17%)

Cirebon
Rp. 4.650 (15%) ; Rp. 4.450 (17%)

Semarang
Rp. 4.600 (15%) ; Rp. 4.500 (17%)

Surabaya
Rp. 4.600 (15%) ; Rp. 4.500 (17%)

Makasar
Rp. 4.500 (15%) ; Rp. 3.800 (17%)

Last Update 9 May 2019
Saham BISI

1.460

Last Update 10 May 2019
Di hamparan jagung BISI-18 di Gorontalo, Presiden Jokowi merasa bangga
3 March 2019 [ 121 views ]

Di perbukitan Propinsi Gorontalo yang penuh dengan hamparan jagung BISI-18, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau biasa dipanggil Jokowi akan melakukan panen dan pertemuan dengan masyarakat petani jagung pada Jumat (1/3).

Lokasi tepatnya di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara,  Propinsi Gorontalo, Presiden Jokowi disambut hamparan jagung BISI-18 siap panen seluas 1.392 hektare dan bertemu dengan 4 ribu petani jagung Gorontalo.

Gorontalo tahun 2018 mampu menghasilkan 1,5 juta ton jagung, dan mengekspor 113 ribu ton. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan.

“Sebelumnya produksi jagung petani Gorontalo hanya 650 ribu ton, sekarang sudah bisa ditargetkan 1,7 juta ton. Peningkatan yang banyak sekali,” kata Jokowi bangga.

“Ke depan, produksi jagung per hektar yang sekarang 8 sampai 9 ton, diharapkan bisa mencapai 10 ton per hektare,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga melakukan dialog dengan petani beberapa petani, dan menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan produksi petani jagung sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Presiden juga bahkan sudah akan memulai pembangunan bendungan Bulango Ulu senilai Rp 2,3 triliyun, untuk menjaga pasokan air bagi petani di Gorontalo.

Presiden menyatakan bangga karena produksi petani jagung nasional kini mampu menekan impor dari 3,2 juta ton di 2014, bahkan sudah bisa ekspor di 2018 sebanyak 380 ribu ton.

“Sudah menjadi hukum ekonomi, jika produksi petani melimpah harga akan turun. Karena itu untuk menstabilkan harga kita dorong ekspor,” ujar Jokowi.

(Dialog Presiden Republik Indonesia dengan Perwakilan Petani Jagung)

Mang Jone (Petani Jagung)
(Jone memiliki lahan jagung seluas satu hektare.)

Femi Hasan (Petani Jagung)
(Femi memiliki lahan jagung seluas satu hektare dengan kapasitas produksi tujuh ton. Jagung tersebut dijual ke pengumpul seharga Rp2.700 per kilogram untuk jagung basah atau Rp3.100 untuk jagung kering). Biaya produksi yang dikeluarkan Femi untuk satu hektare lahan sekitar Rp6.500.000. Femi membeli bibit jagung di Desa Motilango.)

Presiden Republik Indonesia
Enam juta setengah, enam juta setengah, enam juta setengah. Kalau satu hektare berapa tadi, tujuh ton? Tujuh ton kali tiga ribu berarti 21 juta, berarti untungnya gede dong? Iya dong, untungnya gede. 21 juta iya kan, ongkos produksinya hanya enam juta, iya kan? Enam juta. Berarti untungnya 15 juta, gede banget.

Ilyas Lamato (Petani Jagung)
(Ilyas memiliki lahan jagung seluas satu hektare dengan kapasitas produksi 8,5-9 ton. Ilyas menggunakan bibit komoditas BISI dan ia berharap agar Gorontalo hanya diberikan bibit tersebut karena bibit BISI tersebut sangat cocok dengan daerah Gorontalo. Ilyas juga menyampaikan keberhasilan panen di Gorontalo selain ditopang dengan bibit juga karena adanya pendampingan dari penyuluh dan Babinsa. Selain itu, Ilyas juga meminta agar pupuk untuk para petani dapat disalurkan melalui BUMDes, sehingga dapat memperpendek pelayanan dan bisa diperoleh dengan cara berutang.)

Presiden Republik Indonesia
Begitu, oke. Enggak ini biar dicatat oleh Pak Menteri Pertanian. Urusan pertanian ada menterinya Pak Amran Sulaiman. Nih Pak Menteri, oke, tadi urusan benih yang BISI tadi sama urusan pupuk tolong dicatat. Penting sekali karena kita ingin meningkatkan produksi per hektare dari jagung-jagung yang kita tanam. Iya.

Kunjungi BISI di media sosial
PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856 - email: info@bisi.co.id