Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.690

Last Update 24 November 2017
Bupati Pati Gelar Sambung Rasa di Ladang Jagung BISI-18
7 October 2014 [ 81 views ]

PATI – Acara Field Farmer Day (FFD) atau kunjungan lapangan saat panen, biasanya diiringi dengan upacara seremonial yang  menghadirkan aneka hiburan musik.  Dan tak jarang, dialog antara pejabat dengan para petani pun dilakukan dalam suasana protokoler resmi yang terkesan kaku.

Karena dirasa kaku tidak menampakan suasana santai, akhirnya membuat Bupati Pati Haryanto memutuskan untuk melakukan sambung rasa dengan para petani di tengah hamparan ladang jagung Super Hibrida BISI-18, Rabu (1/10).

bupati pati panen bisi18

“Kalau disini kan kita bisa lebih menyelami apa yang sehari-hari dirasakan petani. Di tengah terik matahari, mereka mengelola ladang jagung yang luas ini,” ujar Bupati Haryanto saat menghadiri FFD Panenan Jagung Super Hibrida BISI-18 di Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo.

Langkah yang dilakukan Bupati Haryanto ternyata memang benar. Para petani pun lebih leluasa bertanya jawab tanpa diburu oleh waktu yang biasanya mengiringi acara protokoler. Mereka bahkan ada yang berkesempatan mengajukan pertanyaan hingga berkali-kali ke bupati tanpa ada yang membatasi. “Ayo monggo silahkan bertanya sebanyak-banyaknya mumpung ketemu di sini,” pinta Bupati Haryanto.

Tak hanya petani dan warga Desa Larangan saja yang antusias bertanya. Warga dan petani dari sekitar wilayah Desa Larangan yang diundang dalam acara tersebut, turut menyampaikan keluh kesah mereka. Pertanyaan mereka tak hanya seputar pertanian jagung saja, namun juga merambah ke tanaman pangan lain dan peternakan. Senen, warga Desa Maitan Kecamatan Tambakromo misalnya,  ia meminta bantuan mesin pemipil jagung kepada Bupati Haryanto.

Permintaan senada juga dilakukan oleh Kades Larangan yang meminta bantuan mesin pemipil jagung. Selain itu bantuan ternak dalam rangka pemanfaatan daun tanaman jagung yang telah dipanen.

“Sekalian mau matur, kok biaya suntik hewan ternak oleh mantri hewan sekarang tambah mahal ya pak,” ujar Ali Safaat, warga Desa Larangan, saat menimpali usulan ternak yang disampaikan Kadesnya.

Selain mesin pemipil jagung, alat lain yang banyak dibutuhkan petani adalah hand tractor atau traktor tangan. Tak hanya itu, warga desa lainnya juga mengusulkan pembangunan embung untuk mengairi 13 hektar lahan pertanian di kecamatan setempat.  “Kita akan survey di lapangan, jika memang embung ini punya manfaat yang besar untuk wilayah sekitarnya tentu akan kita tindak lanjuti,” janji Bupati Haryanto. (ian) http://www.patiekspres.co/(edited)

Untuk permohonan lainnya terutama bantuan alat, Bupati berusaha untuk menganggarkannya dan para  Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pun ia perintahkan untuk membantu penyusunan proposal mereka.

Peran PPL dalam pertanian jagung memang patut diapresiasi. Mereka lah yang mengenalkan tanaman jagung super hibrida BISI-18 pada petani desa Larangan.

Jasmo, salah satu petani Desa Larangan mengatakan, potensi hasil panen jagung super hibrida  mencapai 12 ton per hektar pipilan kering.  Sedangkan rata-ratanya adalah sekitar 9,1 ton per hektar pipilan kering. Jagung super hibrida BISI-18 bisa dipanen saat masak yaitu umur  sekitar 100 hingga 125 hari.(•)http://pasfmpati.com/(edited)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856