Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.685

Last Update 23 November 2017
BOOM Jagung!! Meledakkan Produksi Jagung
26 May 2017 [ 1,336 views ]

Jangan kaget jika mulai saat ini bakal sering terdengar ‘ledakan’ dari ladang jagung dari sentra-sentra penanaman jagung. Pasalnya, paket ‘boom’ khusus sudah mulai tersebar untuk ‘meledakkan’ produksi jagung di seluruh Indonesia.

Sebuah paket pestisida baru kembali diluncurkan oleh PT Tanindo Intertraco, distributor resmi produk pupuk dan pestisida Cap Kapal Terbang. Paket baru tersebut diberi nama “BOOM Jagung”.

Sesuai namanya, paket yang terdiri dari pupuk dan pestisida bermutu itu dikhususkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman jagung. Dalam satu paket, berisi fungisida Recorplus 300EC, pupuk majemuk Multi Jagung, zat pengatur tumbuh Bigest 40EC, dan perekat Besmor Jagung 600SL.

Menurut Mudjahiddin, GM Pengembangan Produk Pestisida PT Tanindo Intertraco, paket pestisida baru ini memiliki keunggulan tersendiri. Bukan hanya karena terdiri dari produk pupuk dan pestisida yang lengkap, namun juga karena efektivitas masing-masing produk dalam satu paket tersebut benar-benar telah teruji dengan baik. Sehingga bisa memberikan hasil yang optimal bagi para petani jagung.

“Dengan satu paket ini, para petani jagung sudah bisa merasakan hasil yang lebih baik dari usaha tani jagung mereka. Yang pasti, produktivitas jagung akan meningkat,” terang Mudjahiddin.

Masing-masing pestisida dalam paket BOOM Jagung, kata Mudjahiddin, menciptakan sinergi yang sempurna dalam melindungi tanaman jagung dari serangan penyakit sekaligus meningkatkan hasil panen secara signifikan.

“Recorplus (300EC) merupakan fungisida sistemik berbahan aktif ganda, yaitu difenokonazol (150 g/L) dan propikonazol (150 g/L), yang memiliki kemampuan lebih baik untuk melindungi tanaman jagung dari serangan penyakit hawar daun,” ujar Mudjahiddin.

Penyakit hawar daun yang dipicu oleh jamur Helminthosporium turcicum menjadi salah satu penyakit yang umum menyerang tanaman jagung. Apabila serangan penyakit ini muncul sebelum bunga betina muncul, maka potensi kehilangan hasilnya bisa mencapai 59%.

“Selain lebih ampuh lantaran terdiri dari dua bahan aktif dari golongan triazol, fungisida Recorplus juga memiliki efek fitotonik yang bisa menghijaukan daun tanaman jagung,” jelas Mudjahiddin.

Perlindungan dari Recorplus 300EC tersebut semakin sempurna dengan adanya pupuk majemuk NPK Multi Jagung untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman jagung, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya semakin optimal. Di samping itu kuantitas dan kualitas hasil panen juga akan lebih baik dengan adanya ZPT Bigest  40EC dalam paket ini.

“Pupuk Multi Jagung selain mengandung unsur hara makro N, P, dan K, juga dilengkapi dengan unsur mikro seperti kalsium, sulfur, dan trace element (Cu, Zn, Fe, Mn) yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Sehingga tanaman jagung bisa tumbuh dan berproduksi optimal,” terang Mudjahiddin.

Selain itu, keefektifan penyemprotan paket BOOM Jagung juga lebih tinggi, karena sudah dilengkapi dengan bahan perekat dan perata Besmor Jagung 600SL. “Besmor Jagung ini membuat pestisida dan pupuk dalam paket BOOM Jagung yang disemprotkan menjadi lebih merata dan menempel sempurna pada bagian tanaman jagung yang disemprot. Sehingga hasilnya bisa lebih efektif dan efisien,” kata Mudjahiddin.

Sementara untuk aplikasinya, BOOM Jagung cukup disemprotkan sebanyak dua kali, yaitu pada saat tanaman berumur 20-25 HST dan 40-45 HST. Menurut Mudjahiddin, penyemprotan tersebut disesuaikan dengan masa pertumbuhan tanaman jagung yang optimal.

“Aplikasinya kita anjurkan dua kali, di umur 25 HST untuk memperkuat pertumbuhan dan perkembangan vegetatif tanaman, sehingga tanaman bisa lebih subur dan sehat, kemudian aplikasi kedua di umur 45 HST atau saat tanaman jagung mulai berbunga, sehingga bisa menunjang hasil akhir yang lebih baik,” terang Mudjahiddin.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856