Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
PT. BISI International Peduli Kelud
20 March 2014 [ 154 views ]

letusan4Letusan dahsyat Gunung Kelud yang terjadi pada tanggal 13 Februari 2014 lalu telah membawa dampak yang luar biasa. Bukan hanya bagi masyarakat di sekitarnya saja, namun dampak letusannya yang berupa hujan abu juga dirasakan hingga Jawa Barat. Bahkan semua bandara yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat terpaksa berhenti beroperasi hingga beberapa hari lantaran gangguan abu vulkanik.

Sementara itu, kawasan lereng Kelud, seperti Puncu dan Kepung, yang selama ini menjadi sentra penanaman cabai, turut hancur terkena sapuan gunung berapi paling aktif di Indonesia itu. Dampaknya adalah pasokan cabai nasional ikut terganggu hingga pada akhirnya harga cabai pun ikut meroket.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur Wibowo Eko Putro, Provinsi Jawa Timur merupakan pemasok utama kebutuhan cabai nasional. Sekitar 60% pasokan cabai nasional berasal dari Jawa Timur. Dan dari 60% itu, sekitar 40%-nya dipasok dari lereng Gunung Kelud yang meliputi tiga kecamatan, yaitu: Kepung, Puncu, dan Plosoklaten.

PT BISI International, Tbk. yang salah satu unit produksinya berada tidak begitu jauh dari puncak Kelud, sekitar 20 km, juga tidak luput dari dampak letusan dahsyat tersebut.  Meski demikian, hal itu tidak mengurangi sedikitpun kepedulian perusahaan terhadap korban bencana yang ada di sekitar Gunung Kelud. Bersama jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri dan beberapa produsen benih, PT BISI turut serta secara aktif menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban bencana letusan Kelud.

Bantuan itu sendiri berupa sarana produksi (saprodi) pertanian, meliputi benih unggul dan pupuk, yang dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar Kelud yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Empat kecamatan paling terdampak di Kabupaten Kediri, yaitu: Puncu, Kepung, Ngancar, dan Plosoklaten, menjadi sasaran utama penyaluran bantuan tersebut.

Menurut Hadi Winaryo, GM Personalia & General Affair PT BISI, pemberian bantuan tersebut juga merupakan wujud kepedulian perusahaan yang selama ini selalu berdampingan dan bekerjasama dengan masyarakat yang ada di sekitar Kelud.

03Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Asmara Bangun, Kecamatan Puncu pada tanggal 27 Februari 2014 yang dihadiri langsung oleh Bupati Kediri dr. Hj. Hariyanti, Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung, dan perwakilan perusahaan benih terkait. Secara simbolis, Bupati menyerahkan bantuan benih dan pupuk kepada perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Puncu, Kepung, Ngancar, dan Plosoklaten.

IMG-20140304-WA0005Dalam acara tersebut, PT BISI turut serta menyalurkan bantuan benih unggul tanaman pangan dan hortikultura sebanyak 20,425 ton, yang terdiri dari: 10 ton benih jagung super hibrida BISI 816, 5 ton benih padi hibrida Intani-2, 2 ton benih jagung manis Super Sweet Corn, 3 ton benih kangkung BISI, 300 kg benih kacang panjang Hijau Super, 2 kg benih timun Hijau Roket, 50 kg benih cabai besar Tombak, 50 kg benih cabai rawit Cakra Putih, 20 kg benih buncis Lebat-1, 2 kg benih terong Naga Hijau, dan 1 kg benih tomat hibrida Kharisma.

Sementara dua perusahaan benih lain, yaitu: PT Agri Makmur Pertiwi dan CV Aura Seed, masing-masing menyalurkan bantuan benih sebanyak 3.332 kg dan 160 kg. Bupati sendiri juga menyumbang benih jagung sebanyak 2 ton, sedangkan Pramono Anung memberikan bantuan berupa pupuk organik sebanyak 70 ton.

Menurut Bupati Hariyanti, dengan pemberian bantuan benih dan pupuk tersebut diharapkan para petani yang berada di empat kecamatan terdampak paling parah itu bisa segera menanam komoditas yang umurnya relatif pendek tersebut. Hal itu diharapkan bisa lebih cepat mendatangkan penghasilan sehingga roda ekonomi petani bisa kembali berputar normal kembali.

“Saya kepingin ekonomi kembali normal, syukur-syukur bisa lebih baik lagi. Jangan mengeluh dan putus asa, semua petani harus bangkit dengan semangat yang baru,” ujar Bupati.

Selanjutnya, keseluruhan bantuan tersebut didistribusikan secara langsung kepada para petani yang berada di Kecamatan Puncu, Kepung, Ngancar, dan Plosoklaten. PT BISI sendiri telah menyalurkan bantuannya kepada para petani yang berada di empat kecamatan tersebut secara bertahap.

05Dimulai di Kecamatan Puncu pada tanggal 1 Maret 2014. Penyaluran bantuan benih tersebut diberikan kepada para petani di Desa Manggis dan Wonorejo. Kemudian pada tanggal 3 Maret 2014, distribusi bantuan bergeser ke Kecamatan Plosoklaten. Di kecamatan tersebut, bantuan disalurkan ke empat desa, yaitu: Desa Sepawon, Wonorejo Trisula, Sumberagung, dan Brenggolo. Sementara untuk dua kecamatan lainnya, yaitu Ngancar dan Kepung, penyaluran bantuan dilakukan pada tanggal 6 Maret 2014.

Para petani yang telah mendapatkan bantuan benih dan pupuk tersebut, rencananya juga akan mendapat pendampingan langsung dari petugas penyuluh pertanian Kabupaten Kediri. Tujuannya adalah untuk memotivasi para petani agar bergairah kembali dalam menjalankan usaha tani mereka. Sehingga bisa menghasilkan kembali produk-produk pertanian yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka, sekaligus andalan Kabupaten Kediri.

Sumber : Majalah Abdi Tani

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856