Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.685

Last Update 23 November 2017
BISI Menjadi Emiten Indeks Syariah Terbaik 2017
15 June 2017 [ 29 views ]

Bersama empat emiten sektor pertanian lainnya, PT BISI International, Tbk. di penghujung semester I/2017 ini berhasil menjadi emiten indeks syariah terbaik di ajang Indonesia Sharia Finance Award 2017.

Untuk pertama kalinya, PT BISI International, Tbk. meraih penghargaan sebagai emiten indeks syariah dalam ajang penghargaan Indonesia Sharia Finance Award (ISFA) 2017 yang diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi. Produsen benih, pestisida, dan pupuk terkemuka di Indonesia ini menyabet penghargaan terbaik dalam kategori “Agriculture Sharia Issuer” bersama empat emiten lainnya, yaitu: PT Bumi Teknokultura Unggul, Tbk., PT Austindo Nusantara Jaya, Tbk., PT Sawit Sumbermas Sarana, Tbk., dan PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk..

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Founder sekaligus Presiden Komisaris Warta Ekonomi Fadel Muhammad dan diterima langsung oleh Setiadi Setiokusumo, Direktur BISI di Ballroom Sasono Mulyo, Hotel Le Meridien, Jakarta Selatan (14/6).

Menurut Setiadi, penghargaan di ajang ISFA 2017 menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi perusahaan. Selain menjadi yang pertama bagi BISI, penghargaan tersebut menjadi sebuah pengakuan atas capaian kinerja perusahaan dalam memajukan industri sektor pertanian sekaligus berperan aktif dalam mengembangkan perekonomian Indonesia, termasuk dalam industri keuangan syariah.

Sebagaimana dilansir dalam laman portal warta Ekonomi.co.id (14/6/2017), ISFA 2017 merupakan salah satu wujud apresiasi terhadap perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia yang semakin pesat, baik pertumbuhan secara kuantitas (jumlah lembaga), produk yang semakin beragam dan inovatif, kinerja keuangan yang cepat, serta kualitas layanan yang terus membaik. Selain itu, penghargaan tersebut bertujuan untuk menyoroti praktik bisnis terbaik dari pelaku bisnis di insustri keuangan syariah.

Menurut Fadel Muhammad, sampai akhir 2016, pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia mencapai 19,67 persen. Berdasarkan data Islamic Economics Forum for Indonesia Development (ISEFID), sebaran aset perbankan syariah masih terkonsentrasi di Pulau Jawa (77,06%), khususnya di Jakarta (53,6%). “Sebaran pembiayaan juga masing-masing terkonsentrasi di Pulau Jawa (71,19%), khususnya Jakarta (40,19%),” ujar Fadel.

Dalam penilaiannya, Warta Ekonomi melalui Warta Ekonomi Intelligence Unit (WEIU) menggunakan metode desk research dan quantitative research untuk mendapatkan data sekunder dan data primer yang digunakan dalam riset ISFA 2017. Desk research dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder berupa Laporan Keuangan 2016 dan data lainnya yang menggambarkan kinerja perusahaan syariah di Indonesia sepanjang tahun 2016.

Dalam desk research, kriteria-kriteria yang digali meliputi: perjalanan sejarah perusahaan, kinerja operasional perusahaan, inovasi perusahaan, reputasi produk dan layanan perusahaan, serta strategi perusahaan. Khusus untuk perusahaan terbuka dalam indeks syariah, kriteria yang digali antara lain: kinerja fundamental emiten, good corporate governance, dan perkembangan emiten di bursa yang meliputi aktivitas perdagangan saham, harga saham, dan likuiditas.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856