Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.685

Last Update 23 November 2017
Bisi International Bidik Penjualan Naik 40%
5 June 2015 [ 120 views ]

PT Bisi International Tbk (BISI) menargetkan penjualan 2015 naik hingga 40% menjadi Rp 1,61 triliun, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp1,15 triliun. Perseroan akan memanfaatkan program kedaulatan pangan dari Kementerian Pertanian untuk mencapai target.

Direktur Utama Bisi International Jemmy Eka Putra mengatakan, perseroan juga akan memanfaatkan permintaan pasar terhadap produk perseroan yang bersifat inelastis dan tidak terpengaruh pada tren perlambatan ekonomi. “Pemerintah sudah siapkan 33 sentra penanaman baru. Kami harap segera mulai semua, karena target pemerintah terakhir distribusi benih pada September 2015,” ujar dia di Jakarta, baru-baru ini.

123974_large

Prospek bisnis positif tahun ini ditunjang pula dengan keseriusan Kementan memperbaiki saluran irigasi di seluruh wilayah nusantara. Dampaknya, jumlah areal tertanam baru akan meningkat signifikan.

Jemmy juga melihat peluang dengan perluasan peran Badan Urusan Logistik (Bulog). Kedepan, Bulog direncanakan membawahi komoditas jagung, dimana, benih jagung hibrida merupakan fokus bisnis perseroan.

Jemmy menambahkan, pemerintah akan menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk jagung. HPP berkisar antara Rp 2.800-3.-000 untuk pupil jagung kering dan Rp 2.000 untuk pupil jagung basah.

Tahun lalu, penjualan benih jagung hibrida perseroan menyumbang kontribusi tertinggi dengan penjualan mencapai Rp 420,4 miliar. Adapun, tahun ini Bisi masih akan tetap fokus pada benih jagung hibrida dengan meningkatkan volume penjualan hingga 50% dibandingkan 2015.

“Volume produksi benih jagung hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 18 ribu ton. Adapun, benih hortikultura diproyeksikan mencapai 500 ton. Lebih sedikit karena kami mengurangi komoditas yang volume besar tapi marginnya kecil,” papar Jemmy.

Disamping optimis terhadap pertumbuhan penjualan, perseroan juga menetapkan target laba bersih di posisi yang sama. “Target pendapatan tahun ini naik 30-40% harapannya bisa inline juga dengan pertumbuhan laba bersihnya,” kata dia.

Jemmy menjelaskan, perseroan juga akan terus menggenjot pasar ekspor. Meskipun, kontribusinya masih di bawah 15% dari total penjualan perseroan. “Tahun lalu total nilai ekspor sekitar US$ 3,5 juta. Tahun ini kami rencana naikkan volume ekspor hingga 20%. Jadi, nilainya bisa mencapai US$ 4 juta,” jelas dia.

Sejak 2013, perseroan telah mengekspor benih jagung ke Srilanka, Bangladesh, dan Pakistan. Adapun perseroan telah masuk ke pasar India, Tiongkok, Vietnam dan Filipina dengan mengekspor Benih cabai, timun, semangka tanpa biji.

Saat ini, perseroan tengah melangsungkan ekspansi pabrik pestisida di Sidoarjo, Jawa Timur, di atas lahan seluas 2,8 hektare (ha). Menurut Jemmy, pembangunan fisik pabrik senilai Rp 53 miliar terrsebut telah mencapai 40%. Sesuai rencana, pabrik ditargetkan dapat beroperasi komersial pada akhir kuartal II-2016.

Tahun ini, BISI International menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/Capex) sekitar Rp 63 miliar. Adapun, sumber pendanaan berasal dari kas internal. “Carry over investasi ekspansi pabrik tahun lalu sekitar Rp 38 miliar. Sisanya, investasi baru untuk konversi satu unit line dari bahan bakar solar menjadi biomassa dan penambahan packaging line,” jelas Jemmy.

Divestasi Saham Dia melanjutkan, pihaknya akan melakukan divestasi saham sesuai Undang-Undang Hortikultura. Sesuai hukum, batas maksimal porsi kepemilikan asing 30%. “Kami sudah konsultasi dengan kementerian pertanian, kami siap melepas 1% saham dari asing ke publik jika memang UU Kementan nya sudah ditetapkan. Saat ini, masih menunggu karena belum jelas juklaknya,” kata dia.

Saat ini, saham Bisi International tercatat dimiliki PT Agrindo Pratama, yang merupakan entitas induk perusahaan Amazon Holdings Limited, yakni sebanyak 31%. Kepemilikan asing lainnya juga dicatatakan oleh Midsummer Limited sebanyak 23,08%.

Per Maret 2015, BISI International membukukan penjualan bersih sebesar Rp 262,76 miliar atau naik 2,2% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 257,22 miliar. Sedangkan, laba bersih perseroan melesat 71% menjadi Rp 48 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 28 miliar. Adapun, return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) Bisi International masing-masing tercatat sebesar 2,55% dan 2,89%. Sedangkan, debt on equity ratio (DER) perseroan tercatat 0,13 kali.

Sumber : http://id.beritasatu.com (03/06/2015)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856