Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
BISI Genjot Pasar Luar Negeri
8 August 2016 [ 35 views ]

Benih produksi PT BISI International, Tbk. (BISI) hingga saat ini telah mendominasi pasar benih dalam negeri. Di samping itu, produsen benih terbesar di Indonesia ini juga terus berupaya memperluas pasarnya hingga ke manca negara. Bahkan, tahun depan perusahaan berencana mendirikan pabrik benih di India.

Rencana ekspansi BISI untuk mendirikan pabrik benih baru di India disampaikan oleh Jemmy Eka Putra, Presiden Direktur BISI, dalam rangkaian acara penandatanganan kerjasama ekspor benih dengan Dong Fang Chia Tai dari China dan Tanindo Seed Privated Limited dari India di pusat produksi benih unit II BISI di Desa Tulungrejo, Pare, Kediri, Jawa Timur (2/8).

Menurut Jemmy, BISI memang terus berupaya untuk mengembangkan cakupan pasarnya di Asia. Hal itu didasarkan pada peluang yang sangat besar di benua ini. “Lebih dari setengah populasi penduduk dunia ada di Asia. Saat ini penduduk dunia totalnya 7,3 miliar, dan populasi di Asia mencapai 4,3 miliar orang. Ini sebuah peluang yang sangat besar bagi kita,” terangnya.

China dan India sendiri merupakan dua negara Asia dengan populasi yang sangat besar. Masing-masing menempati urutan satu dan dua sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia. Jika digabung, populasi penduduk kedua negara ini mencapai 36% populasi dunia.

export1

“Kita masih perlu waktu untuk bisa mengambil pasar di India dan China yang merupakan negara yang sangat besar dengan kondisi iklim yang berbeda. Tapi kita terus berupaya untuk bisa mengambil peluang pasar yang besar tersebut tahap demi tahap,” ujar Jemmy.

Dalam rangka itu pula, kata Jemmy, pihaknya berencana untuk membuka fasilitas produksi di negara-negara dengan peluang pasar yang sangat besar, seperti India dan China. “Dalam waktu dekat kita akan membangun pabrik di India. Sekarang masih visibility studies, rencana (pembangunannya) mulai tahun 2017 dengan investasi Rp50 miliar,” terangnya.

Menurut Jemmy, dengan dibukanya fasilitas produksi tersebut maka perusahaan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik dengan produk yang lebih bagus dan sesuai dengan kondisi iklim setempat. “Dengan begitu kita juga akan bisa lebih kompetitif,” sambungnya.

12 negara tujuan

BISI sendiri sudah merintis pasar ekspor benihnya sejak tahun 1996 ke China. Saat itu, hanya beberapa produk benih saja yang diekspor. Menurut Kurniawan Wibowo, Manager Pengembangan Produk Internasional, seiring perkembangan dan kemampuan perusahaan, sejak tahun 2005, benih yang diekspor produsen benih terbesar di Indonesia ini makin beragam. Negara yang menjadi tujuan ekspor pun juga semakin banyak.

“Hingga saat ini sudah ada 12 negara Asia yang jadi tujuan ekspor kita, di antaranya adalah China, India, dan negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Kita sudah memiliki 20 distributor besar yang tersebar di 12 negara tersebut, dan 75%-nya ada di China dan India,” jelas Kurniawan.

Lebih lanjut, Kurniawan mengatakan, setahun ke depan, hingga tahun 2017, nilai ekspor ditargetkan bisa mencapai USD 5 juta atau sekitar Rp68,5 miliar. “Total benihnya sebanyak 230 ton dari berbagai macam jenis benih. Utamanya adalah benih cabai, timun, semangka non biji, dan paria,” terangnya.

Meskipun nilai kontribusi ekspor benih terhadap total penjualan BISI masih terbilang kecil, baru sekitar 15-20%, namun menurut Kurniawan prospek ke depannya sangat menjanjikan dan akan terus berkembang. “Nilainya memang masih relatif kecil terhadap total penjualan BISI, tapi trennya dari tahun ke tahun ekspor kita terus meningkat. Karena negara tujuan ekspor kita ini penduduknya 50 persennya penduduk dunia, jadi sangat menjanjikan,” ujarnya.

export4

Mampu bersaing

Semakin berkembangnya pasar ekspor yang dibangun BISI menunjukkan bahwa produsen benih yang berkantor pusat di Sidoarjo ini memiliki kemampuan sumber daya yang mumpuni sekaligus jaringan perdagangan yang kuat untuk bersaing. Hal tersebut juga diakui oleh Jaya Kumar, Direktur Tanindo Seed, Pvt. Ltd. India. Menurutnya, apa yang dimiliki BISI mampu menempatkannya sebagai salah satu produsen benih terkemuka di pasar global.

“Selain di BISI, kami juga melakukan banyak studi untuk melihat fasilitas dari produksi benih di negara-negara lain, seperti Thailand, Jepang, dan Amerika. Tapi setelah kami bandingkan secara global, BISI tidak kalah dengan negara lain, terutama dalam kualitas dan perdagangannya. Kami juga melihat BISI mampu tumbuh dengan cepat,” terang Jaya Kumar saat memberikan keterangan pers seusai penandatanganan kesepakatan ekspor dengan BISI.

 

Menurut Jaya Kumar, potensi pasar benih sayuran di India sangat besar, berkisar USD500-600 miliar. Oleh karena itu, pihaknya juga membutuhkan produk-produk benih yang bermutu dan bisa adaptif serta diterima baik oleh para petani dan konsumen di India. Dan menurutnya, berbisnis dengan BISI untuk mengambil peluang pasar yang sangat besar di India tersebut merupakan suatu hal yang sangat tepat.

“Apa yang dilakukan oleh BISI sangat luar biasa. Tim riset dan pengembangannya sangat bagus, hingga produk-produknya bisa diterima dengan baik di negara kami. Customer kami di 10 negara bagian menyampaikan kepuasannya atas produk dari BISI. Inilah alasan kami lebih memilih BISI,” terangnya.

Sementara itu menurut Jemmy, sebagai perusahaan berbasis sains, BISI selalu berorientasi untuk bisa menghasilkan produk benih yang bisa diterima semua komponen dalam rangkaian tata niaga, mulai dari petani, tengkulak, hingga pada konsumen akhir.

export3

“Untuk petani, yang diinginkan adalah hasil yang tinggi dan varietas yang tahan penyakit. Untuk pedagang pengepul, kita memberikan perhatian lebih untuk bisa menghasilkan produk yang memiliki long self life atau daya simpan yang bagus. Sementara untuk end user, kualitas rasa dan penampilan menjadi perhatiannya,” terang Jemmy.

Selain produk, lanjut Jemmy, daya saing BISI juga ditentukan dari harga jual produk. “Untuk para dealer, kita terus berupaya memberikan harga yang bagus dan kompetitif serta masuk akal bagi dealer sendiri dan tentunya bagi para petani. Sehingga bisa memberikan keuntungan bagi semuanya,” jelasnya.

 

 

aplikasi-pertanian-bisi

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856