Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
BISI dan Syngenta Naikkan Kapasitas Produksi Benih
19 April 2011 [ 547 views ]

Sumber : indonesiafinancetoday.com

JAKARTA (IFT) – PT BISI International Tbk siap menambah kapasitas produksi benih dan produk pestisida perusahaan sebesar 25% dari realisasi produksi tahun lalu untuk memenuhi kenaikan permintaan dari pasar. PT Syngenta Seed Indonesia, produsen benih sayuran dan jagung, juga berencana menambah kapasitas produksi khususnya benih jagung hibrida dengan mengoperasikan pabrik baru. Jemmy Eka Putra, Direktur Utama BISI International, mengatakan perusahaan menyiapkan belanja modal Rp 31 miliar untuk mendorong kenaikan produksi benih dan pestisida sekitar 25% dari tahun lalu. Tahun lalu, produksi benih BISI mencapai 12.500 ton sedangkan produksi pestisida mencapai 7.300 ton.

Nilai belanja modal itu naik dari tahun lalu yang sebesar Rp 20 miliar. “Seluruh sumber dana untuk belanja modal kami ambil dari kas internal,” jelasnya.

Menurut Departemen Riset IFT, rencana BISI International menganggarkan belanja modal sebesar Rp 31 miliar dari kas internal perusahaan sangat dimungkinkan karena kas perusahaan hingga akhir 2010 mencapai Rp 69,5 miliar atau naik 797% dari Rp 7,7 miliar di tahun 2009. Selain itu, mengambil sumber dana dari kas internal juga tidak akan berpengaruh negatif terhadap rasio likuiditas perusahaan.

Itu terlihat dari cash ratio atau rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dengan mengandalkan kas. Departemen Riset IFT menghitung berkurangnya kas untuk belanja modal akan membuat cash ratio BISI turun dari 0,6 kali di akhir 2010 menjadi 0,33 kali. Angka 0,33 kali masih baik bagi perusahaan karena selama ini cash ratio rata-rata BISI dari tahun 2007 sampai 2009 hanya sebesar 0,02 kali.

Jemmy menilai prospek permintaan benih dan pestisida diperkirakan naik di tahun ini. Selain faktor harga komoditas pangan yang terus meningkat, masuknya musim kemarau di Mei mendatang diperkirakan meningkatkan permintaan benih jagung sebagai tanaman pengganti padi.

Selama Januari-April, karena curah hujan yang tinggi, petani menanam sayuran dan membuat permintaan benih sayuran naik sepanjang periode tersebut. Sementara musim kemarau akan membuat permintaan benih jagung meningkat. “Untuk pestisida, kalau permintaan benih naik, otomatis kebutuhannya ikut naik,” ucapnya.

Anang Dwi Susilo, Manajer Produk Syngenta Seed, mengatakan perusahaan berencana memperkenalkan 6 varietas benih palawija baru tahun ini. Keenam varietas itu adalah dua varietas tomat, dua varietas semangka, kol, jagung manis dan cabai besar.

Dia belum bersedia memberikan angka pasti kenaikan produksi benih perusahaan. Namun, menurut Anang, target perusahaan untuk produksi benih jagung konsumsi sekitar 5.000-6.000 ton per tahun.

Syngenta Seed juga akan mengoperasikan pabrik benih jagung di Pasuruan, Jawa Timur, Oktober nanti. Rencananya, pabrik yang mulai dibangun Oktober 2010 itu akan memiliki kapasitas 5.700 ton benih jagung hibrida per tahun.

Tantono Subagyo, Regulatory & Corporate Affair Manager Syngenta, menjelaskan nilai investasi untuk pabrik tersebut sebesar Rp 250 miliar. Pabrik dibangun di lahan seluas 10 hektare dengan cadangan lahan seluas 20 hektare.

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856