Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.685

Last Update 23 November 2017
BISI-226, Mengagumkan Sejak Awal
22 October 2016 [ 3,510 views ]

Lampung merupakan salah satu lumbung jagung nasional. Dari provinsi paling selatan Pulau Sumatera ini, jagung telah menjadi salah satu komoditas favorit yang menjadi tumpuan pendapatan para petani. Tidak heran jika banyak varietas jagung yang beredar di provinsi ini. Lantas, seperti apa jagung superhibrida BISI 226 mencoba masuk dan meramaikan pasar jagung di Lampung?

BISI 226 merupakan nama baru di pasaran jagung hibrida. Varietas terbaru dari PT BISI International, Tbk. (BISI) ini hadir di tengah-tengah ramainya pasar benih jagung dalam negeri. Tidak ketinggalan pula di Lampung. Di provinsi ini, BISI 226 mencoba untuk eksis dengan bekal keunggulan yang dimilikinya.

Di Lampung sendiri, petani jagung seakan dimanjakan oleh banyaknya varietas dari berbagai produsen benih yang dipasarkan. Semua membawa kelebihannya masing-masing. Mulai dari harga, produktivitas, hingga ketahanan terhadap penyakit menjadi parameter utama yang kerap dijadikan tolak ukur dipilihnya suatu varietas oleh para petani. Varietas yang memiliki daya saing dan stabilitas dari parameter utama itulah yang bisa dipastikan akan lebih cepat berkembang dan lebih mudah diterima pasar.

Jagung super hibrida BISI 226 yang dalam setahun terakhir dikenalkan di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), khususnya Lampung, seakan menjadi warna baru dunia perjagungan di kawasan ini. Menyitir ungkapan petani yang sudah menanamnya, yakni Aidi Prayoga dari Desa Sri Mulyo, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, satu kalimat yang tepat untuk mengomentari BISI 226 adalah “mengagumkan sejak awal”. Ungkapan itu terasa sangat cocok. Karena, ketangguhan BISI 226 diawali sejak jagung ini tumbuh pertama kalinya. Tarikan awal yang menyenangkan.

Bagaimana tidak, dari keseragaman pertumbuhan awal, batang dan daun yang hijau gelap pasti akan membuat siapapun yang tanam BISI 226 akan kesengsem dan terpikat pada varietas ini. Karena di tingkat petani, yang dirasakan adalah apabila tanaman sejak awal pertumbuhan sudah seperti ini, maka semangat untuk berbudidaya atau merawat tanaman lebih lanjut akan semakin tinggi. Sehingga tanamannya akan terus terawat dengan baik sampai masa panen tiba.

Tahan bulai

Bulai bagi petani jagung merupakan momok yang paling menakutkan. Karena, pengaruh terhadap produksi yang luar biasa, dan bahkan mampu mengakibatkan kegagalan panen dari serangan yang ditimbulkannya. Semua jagung berkemungkinan terkena serangan penyakit ini, namun setiap varietas memiliki ketahanan yang berbeda terhadapnya.

Kalau dilihat dari penyebabnya, bulai pada tanaman jagung disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis. Sehingga serangannya sangat cepat, karena penyebaranya dengan spora yang menyerupai benang. Kalau dilihat dari sifatnya, penyebaran bulai dipicu oleh faktor kelembaban yang tinggi. Maksudnya, kadar uap air di dalam udara tinggi sementara sinar matahari cukup panas.

Kondisi seperti itu biasanya terjadi pada musim tanam kedua, dimana hujan masih cukup banyak akan tetapi panas matahari juga sudah mulai terik karena sudah masuk musim kemarau. Saat seperti inilah, yang mendorong pertumbuhan jamur bulai mengalami peningkatan, sehingga dampaknya pada tanaman jagung luar biasa, apalagi bagi varietas yang kurang tahan terhadapnya.

Dalam kondisi seperti itu, varietas BISI 226 menunjukan superioritasnya sebagai jagung yang tahan serangan penyakit bulai. Hal ini terbukti dari hasil trial di sejumlah lokasi di belahan Sumatera Bagian Selatan, tidak ada yang terserang, apalagi sampai gagal panen.

Supriyono, Ketua Gapoktan Desa Srimulyo, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi salah satu yang telah membuktikannya. “Tanam BISI 226 dipastikan akan nyaman, karena kekhawatiran kegagalan akibat bulai menjadi semain kecil bahkan tidak ada. Setidaknya hal ini menjadi sebuah modal dasar yang baik dalam berbudidaya jagung,” ujarnya.

Juga Aman dari Busuk Pangkal Batang

Di Lampung, penyakit busuk pangkal batang ini disebut juga sebagai mati bujang atau mati gadis. Bagi petani jagung, penyakit ini cukup menghawatirkan, karena serangan yang ditimbulkannya bisa mencapai 10-20%. Gejala awal serangannya bisa dillihat saat tanaman berumur 60-75 HST. Pada umur tersebut, tanaman jagung masih tampak hijau karena fase penyerbukan telah selesai dan beralih pada fase pengisian biji. Pada saat inilah biasanya di antara hamparan tanaman jagung yang menghijau tersebut muncul beberapa tanaman yang tiba-tiba mengering.

Tanaman yang kering itulah yang terkena serangan busuk pangkal batang atau mati gadis. Penyebabnya adalah bakteri. Hal ini ditandai dengan kondisi batang tanaman tersebut yang berair dan berbau busuk yang cukup menyengat. Karena penyebabnya adalah bakteri, maka tanaman yang terserang tersebut harus segera dicabut dan dibakar untuk memutus perkembangan serangan bakteri tersebut.

Lantas, bagaimana dengan BISI 226? Jagung super hibrida terbaru ini ternyata juga terbukti aman dari serangan ‘mati gadis’ tersebut. Dengan kelebihan ini, maka bisa dipastikan jagung BISI 226 bisa lebih memuaskan petani dengan jaminan hasil yang lebih baik dan aman dari penyakit.

Produksinya stabil tinggi

Aidi Prayoga, petani penanam BISI 226 di Desa Sri Mulyo, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, dalam Panen Raya BISI 226 dilahannya (23/7),  mengatakan setiap jagung memiliki harga yang berbeda. Bagaimanapun jagung yang berkualitas dengan kadar air yang rendah pada saat panen,  harganya pasti lebih baik. Karena tidak mudah terkontaminasi toksin meskipun penanganan pascapanennya kurang optimal. Dan varietas itu adalah jagung produksi BISI.

aidi-prayoga-dengan-bisi-226-saat-ffd-23-juli-2016

“Pada beberapa tahun terakhir ini, petani kita banyak pakai varietas lain. Tapi di tiga musim terakhir saya membuktikan sendiri, setiap kali mengirim jagung ke pabrik pakan belum pernah mengalami tolakan karena saya menanam jagung BISI. Ini adalah sejarah baru bagi saya dalam mengirim jagung ke pabrik. Dan selama dua musim belakangan ini, saya menggunaan BISI 226,” ujar Aidi.

Disamping itu, kata Aidi, BISI 226 sangat mudah dipanen, tidak ulet.  Sehingga tukang panen tidak akan menunda jadwal panen. Biaya panennya pun juga pasti lebih murah. “Saya sangat puas dengan penanaman BISI 226. Yang jelas, BISI datang, petani jaya,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Yudiman, petani penanam BISI 226 yang telah dipanen pada Pebruari 2016 lalu, di Desa Donoarum, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah. “Panen BISI 226 sangat mudah. Sehingga kita tidak kesulitan lagi mencari tukang panen saat panen raya jagung,” terang Yudiman.

Yudiman juga mengakui tingginya produksi jagung ini. “Saat percobaan awal dulu, saya hanya tanam 5 kg benih, dan rata-rata menghasilkan 500 kg jagung pipil per 1 kg benihnya. Dan untuk di kawasan kami jagung dengan hasil produksi sebesar ini, dimusim tanam kedua, termasuk sangat tinggi,” paparnya.

Pengalaman yang dialami langsung oleh para petani jagung di salah satu lumbung jagung nasional itu menunjukkan bahwa BISI 226 merupakan jagung super, memiliki stabilitas produksi yang tinggi di berbagai lokasi di Lampung. Superioritasnya sudah terlihat sejak dalam penanaman awal, tahan bulai, tahan mati gadis, panen mudah, tidak ulet saat panen, dan produksi tinggi. Dengan keunggulan komparatif ini, BISI 226 bisa menjadi salah satu pilihan utama bagi petani jagung di Sumbagsel khususnya dan di Indonesia pada umumnya. (Ditulis oleh M. Haris Sukamto, Market Development Field Crop Division Sumbagsel).

team-marketing-lampung-saat-lounching-bisi-226-pertengahan-2015-lalu

Sumber : Majalah Abdi Tani (Oktober 2016)

aplikasi-pertanian-bisi

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856