Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.690

Last Update 24 November 2017
BISI-18, Meningkatkan Hasil Panen jagung Petani Joho
16 August 2015 [ 146 views ]

Masyarakat petani Desa Joho Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara sudah empat musim ini menanam jagung hibrida BISI-18. Mereka betul-betul merasakan manfaat dari benih jagung hibrida BISI-18. Peningkatan hasil dan kualitas menjadi salah satu aspek yang disukai oleh petani di Desa Joho. Selain itu ketahanan terhadap penyakit bulai juga menjadi kekuatan yang sangat diminati.

Pada hari Jum’at, tanggal 15 Agustus 2015 masyarakat Desa Joho bersuka cita merayakan Panen Jagung  Super Hibrida BISI-18 bersama dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan, HKTI dan Muspika serta perangkat desa.

Marketing Development Field Crop Jateng, Ruli Ramadhani mengatakan, dari hasil ubinan 49 tongkol yang dipanen secara acak diperoleh hasil berat glondong 13 kg, dan setelah dipipil diperoleh berat 10,5 kg, ini membuktikan bahwa rendemen di lokasi lahan tersebut sebesar 81%. Indikasi ini menunjukkan bahwa hasil panen yang akan dicapai sangat tinggi. Karena bila dikonversi ke satu hektar akan mendapat sekitar 12,6 ton pipil kering.

joho-04

Hal ini dibuktikan langsung oleh petani yang hadir saat acara dengan melakukan penimbangan langsung. Hal inilah yang membuat Kelompok Tani Serayu, Desa Joho, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, tempat lokasi acara berlangsung, sangat antusias untuk menanam kembali Jagung Super Hibrida BISI-18. Karena selama 4 musim ini sudah dibuktikan sendiri bahwa hasil panen jagung BISI-18 lebih tinggi dari jagung sebelumnya.

Menurut petani, didaerah tersebut serangan penyakit Bulai juga sangat menyulitkan budidaya jagung, dan seringkali menurunkan hasil panen, bahkan juga menyebabkan gagal panen. Tetapi dengan adanya BISI-18 menjadi solusi bagi petani untuk menanam varietas yang lebih tahan penyakit bulai, sehingga petani masih bisa panen dengan lebih baik.

Menurut Ruli, keunggulan lain dari BISI-18 ini adalah kelobot/kulit jagung yang tipis dan menutup rapat sampe keujung. Hal ini menyebabkan tongkol yang sebelum dibuka kelobotnya akan kelihatan kecil, tetapi setelah dibuka kelobotnya maka akan tampak jelas tongkolnya yang besar, maka petani harus jeli melihatnya, tidak hanya melihat tampilan luar saja.

Sekretaris HKTI Banjarnegara Suhardjo dalam sambutan mengatakan “Peningkatan produksi tanaman pangan perlu ditingkatkan setiap tahunnya baik dari segi kuantitas maupun kualitas mengingat dari tahun ke tahun kebutuhan pangan mengalami peningkatan sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, BISI-18 ini memberikan solusi bagi petani jagung untuk meningkatkan kualitas panen,”

Untuk mendukung pencapaian swasembada pangan nasional, PT BISI terus melakukan kegiatan pendampingan dan penyuluhan serta percontohan di tingkat petani, agar petani mampu memproduksi jagung dengan hasil yang tinggi, ungkap Ruli. “Seperti kegiatan yang dilakukan di Joho ini, yang bertujuan agar kelompok tani tahu dengan tata cara penanaman yang benar, perawatan dan didukung oleh benih yang berkualitas sehingga bisa diperoleh hasil yang tinggi.”

Foto : Ruli Ramadhani

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856