Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.200 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Semarang
Rp. 3.975 (15%) ; Rp. 3.850  (17%)

Surabaya
Rp. 3.900 (15%) ; Rp. 3.800  (17%)

Makasar
Rp. 4.000 (15%) ; Rp. 3.700  (17%)

Last Update 8 November 2017
Saham BISI

1.690

Last Update 24 November 2017
BISI-18 Ikut Mensukseskan GPPTT di Demak
29 September 2015 [ 29 views ]

Bupati Demak Drs H.M Dachirin Said dan Dandim 0716/Demak yang di wakili oleh Danramil 12/Mranggen Kapten Kav Karmadi bersama Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jateng Suryo Banendo,Kadinpertan kab. Demak Ir Wibowo Msi, Muspika kec. Mranggen, pok Tani se kec. Mranggen serta tokoh masyarakat/petani desa Waru, melaksanakan Panen Raya UPSUS Pajale Demplot Jagung Hibrida ” dengan luas 185 ha dengan hasil 9,9 ton/ha Desa Waru, Kecamatan Mranggen, pada Selasa, 29 September 2015.

Panen jagung hibrida varietas Bisi 18 milik kelompok Tani Maju Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Demak disambut gembira berbagai pihak.

Panen program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) tahun 2015 itu, melebihi dari biasanya mencapai 9,9 ton/hektare dalam kondisi pipil basah. Bahkan dikatakan surplus.

demak-bisi18

Biasanya, panen di wilayah setempat hanya berkisar 7-8 ton/hektare pipil basah. Perhitungan itu dari ubinan pertama yang menghasilkan 13,63 kg dan ubinan kedua 13,15 kg untuk kondisi jagung masih bertongkol pada luasan demontration plot (demplot) masing masing 2,5 meter x 2,5 meter.

Bupati Demak mengatakan, panen jagung hibrida varietas Bisi 18 itu merupakan program GPPTT berupa padi, jagung, dan kedelai (Pajale). Sesuai ketetapan Pemerintah bahwa Swasembada Berkelanjutan Padi dan Jagung serta Swasembada Kedelai harus dicapai dalam 3 tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut diterapkan Pola Upaya Khusus (Upsus). Menurut pemahaman kami, Upsus adalah ikhtiar atau usaha bersama yang dilakukan secara khusus untuk mencapai target yang telah ditetapkan melalui berbagai pemecahan masalah yang mungkin timbul dalam pencapaian target tersebut.

Organisasi pelaksana Upsus Pajale sesuai Permentan Nomor 03/2015 ada di semua tingkatan, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa. Untuk tingkat kecamatan, Tim Pelaksana Upsus diketuai oleh Kepala UPTD yang membidangi tanaman pangan, sekretaris Kepala BP3K dengan anggota Kasi di Kantor Kecamatan yang membidangi pembangunan, penyuluh pertanian, POPT, Kades di lokasi kegiatan dan petugas terkait (mantri tani, mantri statistik dan babinsa serta mahasiswa). Adapun pengawalan dan pendampingan di tingkat desa menjadi tugas penyuluh di WKPP dan Babinsa di desa yang bersangkutan dengan dibantu mahasiswa yang ditugaskan sebagai tenaga pendamping Upsus Pajale.

Dengan sasaran produksi pajale yang telah ditetapkan melalui dukungan kegiatan dan anggaran yang sangat besar, tentu saja kita harus berbagi peran untuk pencapaian sasaran tersebut. Namun peran yang kita urai dalam tulisan ini adalah peran yang langsung bersinggungan dengan penerima manfaat atau sasaran kegiatan, yaitu petani. Karena pada hakekatnya “Apapun Programnya, Petani Kuncinya”. Petani sebagai penerima manfaat kegiatan sekaligus sebagai pelaku peningkatan produksi pajale harus kita dampingi agar mereka tahu, mau dan mampu meningkatkan usahataninya melalui peningkatan produktivitas dan peningkatan indeks pertanaman.

Sumber : http://kodim0716demak.com (29/09/2015)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856