Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
BISI-18 Aman di Lahan, Nyaman di Penampungan
29 December 2014 [ 454 views ]

Varietas jagung super hibrida satu ini kini menjadi andalan banyak suplier jagung yang rutin memasok ke pabrik pakan ternak di Sulawesi Selatan. Pasalnya, selain unggul dalam hal produktivitas, kualitas hasil panen jagung ini dinilai lebih baik meskipun dipanen di musim hujan.

Itulah BISI 18, jagung super hibrida produksi PT BISI International, Tbk. yang saat ini menjadi pilihan utama para petani dan pedagang pengepul jagung di sentra-sentra jagung tanah air. Seperti di Takalar dan Gowa yang merupakan dua kabupaten yang menjadi sentra produksi jagung Sulawesi Selatan.

IMG-20140818-WA0001

Di dua kabupaten bertetangga tersebut, BISI 18 mampu menjadi varietas yang benar-benar tangguh di lahan dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Selain itu, hasil panennya pun memiliki kualitas yang lebih baik dengan kadar air yang lebih rendah meskipun ditanam di musim hujan.

“Sudah dua tahun saya pelajari BISI 18, dan hasilnya alhamdulillah memang bagus. Makanya para petani dan pedagang di Takalar bisa sama-sama langsung mau menanam BISI 18,” ucap Danial Dg. Naba, pedagang jagung asal Kelurahan Salaka, Kecamatan Matalasa, Takalar.

DSC_1123

H. Tombong, petani dan pengepul jagung dari Kecamatan Bontonompo, Gowa, juga mengutarakan ketertarikannya terhadap BISI 18 lebih disebabkan oleh kualitas hasil panennya yang lebih bagus dibanding varietas lain, sehingga bisa memberikan jaminan lebih saat jagungnya hendak dikirim ke pabrik pakan ternak. Karena, tidak ada lagi resiko kadar air yang terlalu tinggi setelah panen yang berujung pada penolakan oleh suplier jagung untuk masuk gudang penampungan.

“Dari mulai dipanen di lahan sampai selesai dikeringkan itu penyusutannya tidak banyak. Artinya, kadar air dari jagung ini memang rendah. Makanya begitu dikirim ke gudang pasti selalu diterima,” terang Thamrin, petani jagung asal Desa Baramamase, Kecamatan Galesong Selatan, Takalar.

 

 Jago di segala musim

Kenyamanan para pengumpul atau pengepul jagung di Takalar dan Gowa dengan adanya BISI 18 tersebut juga turut dirasakan para petani yang menanamnya. Pasalnya, bukan hanya kualitas hasil panennya saja yang lebih bagus dan diakui oleh para pengepul maupun suplier jagung, tapi performa tanamannya saat di lahan juga dinilai lebih oleh para petani.

“Tanamannya bagus, tahan ditanam di segala musim. Saat saya tanam di musim kering hasilnya bagus. Kemudian saat musim hujan yang biasanya hasilnya kurang bagus tapi dengan BISI 18 ini hasilnya tetap bagus dan panenannya masih bisa masuk gudang pengepul, padahal sewaktu masih tanam jagung yang lain di waktu hujan hasilnya sering sekali ditolak gudang karena kadar airnya terlalu tinggi,” terang Jupriadi, petani dari Desa Manjapai, Bontonompo, Gowa yang sudah tiga tahun menanam BISI 18.

Jupriadi (kanan), petani dari Desa Manjapai, Bontonompo, Gowa

Daeng Buang dari Kelurahan Sompu, Takalar, mengatakan sejak dirinya beralih menanam BISI 18 ia lebih tenang bercocok tanam jagung di segala musim, terlebih di waktu musim hujan. Karena, selain tidak perlu khawatir lagi dengan masalah penjualan hasil panen, produktivitas jagung itu juga tinggi dan aman dari serangan penyakit. Menurutnya, dari satu kilogram benih rata-rata bisa menghasilkan 600 kg pipil kering, sementara varietas lain setelah dikeringkan rata-rata menghasilkan 400 kg pipil kering.

“Karena lebih berat itulah para pekerja yang mengangkatnya banyak yang mengeluh. Karena, bobot per karungnya memang lebih berat, kalau biasanya jagung yang lain itu kurang dari 100 kilogram per karung, tapi kalau BISI 18 rata-rata bisa sampai 140 kilogram per karung,” tutur Jupriadi.

IMG-20140823-WA0002

Sementara itu Lengu, petani sekaligus pengepul jagung di Kelurahan Tanrara, Bontonompo, Gowa mengungkapkan bahwa tingginya produktivitas jagung BISI 18 tidak lepas dari karakteristik tanamannya yang bagus. Menurutnya, sejak awal pertumbuhan, jagung tersebut sudah menunjukkan perbedaan. Mulai dari pertumbuhannya yang bagus dan seragam hingga daya tahannya terhadap kondisi iklim maupun serangan hama dan penyakit.

Hal itu juga dibenarkan Akhyar Hidayat, Marketing Executive PT Tanindo Intertraco Wilayah Sulawesi Selatan Bagian Selatan. Tanaman yang seragam dengan ukuran tongkol yang juga seragam memang menjadi salah satu faktor penentu tingginya produktivitas BISI 18.

IMG_5373

“Tanaman BISI 18 memang memiliki vigor tanaman yang bagus dan seragam. Di samping itu, ukuran tongkolnya pun juga sangat seragam, sehingga bisa menunjang produktivitas yang lebih baik, bisa mencapai 12 ton per hektar pipil kering. Belum lagi tanamannya juga lebih tahan penyakit, seperti penyakit bulai dan hawar daun. Sehingga petani bisa mendapat lebih banyak keuntungan,” terang Akhyar.

Sumber : Majalah Abdi Tani, Vol. 15 No. 4. Edisi LIV, Oktober-Desember 2014

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856