Harga Jagung CPI

Medan
Rp. 4.400 (15%) ; Rp. 4.150 (17%)

Lampung
Rp. 4.050 (15%) ; Rp. 3.900 (17%)

Balaraja
Rp. 4.350 (15%) ; Rp. ——-  (17%)

Cirebon
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.150  (17%)

Semarang
Rp. 4.250 (15%) ; Rp. 4.000  (17%)

Surabaya
Rp. 4.150 (15%) ; Rp. 4.050  (17%)

Makasar
Rp. 4.100 (15%) ; Rp. 3.900  (17%)

Last Update 6 September 2017
Saham BISI

1.495

Last Update 13 September 2017
Banten Tingkatkan Produksi Jagung dengan BISI-16
25 September 2014 [ 54 views ]

SERANG — Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten terus berupaya meningkatkan produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

“Kita saat ini kebutuhan komoditi jagung masih dipasok dari luar daerah,” kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Kanim Diarna di Serang, Sabtu. Ia mengatakan saat ini produksi jagung di Provinsi Banten mencapai 11.754 ton dari tanaman seluas 3.091 hektare per musim panen. Oleh karena produksi sebanyak itu, katanya, kebutuhan jagung untuk pasar lokal masih didatangkan dari luar daerah.

Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk meningkatkan produksi jagung guna memenuhi kebutuhan pasar itu. “Kami menargetkan ke depan pasokan jagung bisa dipasok dari petani lokal,” katanya. Menurut dia, potensi pengembangan jagung hibrida di Provinsi Banten terbuka karena lahan begitu luas.

Namun, saat ini petani masih kurang melirik budi daya tanaman jagung, padahal permintaan pasar cukup tinggi. “Saya kira dari delapan daerah di Banten hanya Kabupaten Serang tertingi produksi jagung,” katanya.

Pihaknya akan mengoptimalkan teknologi pertanian untuk mendongkrak produktivitas di atas 4,00 ton per hektare. Sebab, katanya, saat ini produkstivitas jagung di Banten masih di bawah rata-rata nasional. “Kita baru mampu produktivitas jagung hanya 3,63 ton per hektare,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan pihaknya mengembangkan budi daya tanaman jagung super hibrida varietas Bisi 16 karena dapat meningkatkan produksi dan tahan serangan hama. Benih jagung super hibrida Bisi 16 tersebut cocok dikembangkan di lahan darat dan tahan kering dan tidak membutuhkan pasokan air. “Pengembangan tanaman jagung diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun nasional, karena produksinya cukup tinggi,” katanya.

Amid, petani Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak mengaku terbantu dengan menanam jagung super hibrida Bisi 16 karena bisa meningkatkan pendapatan ekonomi. Pendapatan petani rata-rata lima juta rupiah per hektare satu kali musim panen selama tiga bulan. “Kami saat ini telah mengembangkan tanaman jagung seluas tiga hektare bantuan pemerintah daerah,” katanya.

Sumber : http://www.republika.co.id/ (20/09/2014)

PT. BISI International, Tbk
Jl. Raya Surabaya - Mojokerto Km.19 Taman - Sidoarjo 61257 - Jawa Timur - Indonesia
Telp: (031)7882528 - Fax: (031) 7882856